Hindari 5 Hal Ini Jika Kamu Pengen Tetap Cuan Meski Hobi Jajan!

Tanpa disadari hal-hal ini mengganggu stabilitas keuanganmu, lho!

Siapa sih, di antara kita yang tidak suka dengan jajan? Aktivitas yang satu ini tidak bisa dihilangkan dari kehidupan sehari-hari kita ya, Sobat Hipwee. Yang namanya manusia pasti memiliki keinginan yang tidak terbatas terhadap sesuatu seperti benda, makanan enak, jalan-jalan, dan lain-lain.

Hasrat manusia untuk memiliki segala hal itu didukung dengan berkembangnya berbagai industri. Hal tersebut terkadang membuat kalap dan tidak memiliki kontrol atas diri kita. Padahal, jika kita tidak berpikir ke depan, sifat boros dan suka berfoya-foya membuat kita abai terhadap keberlangsungan hidup kita selanjutnya.

Karena hobi jajan tidak selamanya bisa terpenuhi akibat adanya keterbatasan dana, maka mulai dari sekarang kamu perlu memperhatikan beberapa hal yang berpotensi mengganggu stabilitas keuanganmu. Ada beberapa hal yang harus kamu hindari agar cuanmu tetap mengalir walaupun hobi jajanmu terus berlanjut. Simak poin-poinnya, ya!

Advertisement

1. Tidak melakukan budgeting

Photo by olia danilevich

Photo by olia danilevich via https://www.pexels.com

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika baru mendapakan gaji adalah tidak membuat budgeting. Ini yang menyebabkan gaji yang baru saja kita hasilkan lenyap dalam beberapa hari tanpa tahu dipakai untuk apa saja.

Buatlah skala prioritas antara kewajiban, kebutuhan, dan keinginan. Contoh kewajiban adalah bayar kos, listrik, SPP, dan utang. Sedangkan kebutuhan contohnya seperti makanan, minuman, dan transport. Terakhir, keinginan seperti belanja baju, nongkrong di kafe, dan traveling.

Advertisement

Tulis skala prioritasmu sesuai dengan urutan tersebut. Dahulukan melunasi kewajiban sebelum kebutuhan dan keinginan. Konsisten lakukan ini dan jangan sampai ada pengeluaran yang tidak perlu, ya!

2. Tidak punya self control

Photo by Gustavo Fring

Photo by Gustavo Fring via https://www.pexels.com

Siapa di sini yang nggak tahan ketika melihat flash sale di e-commerce atau live shopping di TikTok? Atau ketika lagi jalan-jalan di mall ada stand yang lagi mengadakan diskon besar-besaran yang bikin kita merasa harus segera beli sebelum kehabisan.

Advertisement

Barang-barang yang sejatinya tidak begitu kita perlukan namun dijual dengan harga yang jauh dari harga aslinya kadang membuat kita kalap dan tanpa sadar sudah check out beberapa item.

Keseringan mengikuti diskon di mall, flash sale atau live shopping sebaiknya mulai dikurangi jika tidak ingin gaji habis di tengah jalan. Maka sudah saatnya kamu bisa mengendalikan dirimu sendiri dari keinginan belanja yang tidak terlalu penting.

3. Dikit-dikit pakai PayLater

Photo by Andrea Piacquadio

Photo by Andrea Piacquadio via https://www.pexels.com

Istilah utang kini perlahan mulai mengalami perubahan dengan nama yang lebih keren yakni PayLater. Hampir semua aplikasi berbelanja kini menyediakan fasilitas paylater demi kenyamanan berbelanja. Namun, kata nyaman di sini sesungguhnya adalah kenyamanan yang semu.

Fitur paylater membuat kita kehilangan self control dan menganggap bahwa kita mampu untuk membayarnya ketika gajian nanti. Namun sebenarnya sudah banyak korban yang terlilit utang dengan bunga yang besar akibat jebakan paylater ini karena tidak bisa membayar dalam tempo yang ditentukan.

Jika memang kita tidak terlalu membutuhkan, ada baiknya mematikan fitur paylater di semua aplikasi berbelanja. Hidup tanpa utang itu sangat damai, bukan?

4. Tidak menabung

Photo by maitree rimthong

Photo by maitree rimthong via https://www.pexels.com

Meskipun sepele, kebiasaan menabung sangat bermanfaat bagi kita. Menabung untuk dana pensiun, dana darurat, dana hari tua, dana pendidikan anak merupakan hal yang wajib untuk dilakukan agar kita siap menghadapi kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Tips agar bisa rutin menabung adalah pisahkan anggaran ke beberapa rekening (rekening untuk dana pensiun, dana pendidikan, dana darurat, dan lain-lain) dari anggaran kebutuhan sehari-hari. Jangan mengutak-atik rekening khusus tabungan karena itu baru bisa diambil ketika dibutuhkan.

Langsung sisihkan anggaran untuk menabung setelah gajian agar tidak terganggu dengan anggaran lainnya.

5. Tidak berinvestasi

Photo by Anna Nekrashevich

Photo by Anna Nekrashevich via https://www.pexels.com

Pilih instrument investasi yang sesuai dengan budget yang kamu miliki. Ada beberapa jenis investasi yang bisa kamu coba seperti investasi emas, saham, properti, reksadana, obligasi, deposito, dan peer to peer funding. Masing-masing jenis investasi memiliki tingkat resikonya masing-masing. Jadi pastikan kamu cermat dalam memilihnya.

Sejauh ini, peer to peer funding adalah salah satu yang layak untuk kamu coba karena tidak membutuhkan modal yang terlalu banyak dan minim resiko. Peer to peer funding sebenarnya adalah jenis pendanaan yang menyediakan dana untuk UMKM. Jadi selain menghasilkan cuan, peer to peer funding juga mendukung keberlangsungan UMKM dengan cara gotong royong. Berpahala, bukan?

Dan salah satu platform yang menyediakan sistem peer to peer funding adalah ALAMI. ALAMI merupakan platform fintech syariah yang berdiri sejak tahun 2019 dan sedang bertumbuh pesat di Indonesia. ALAMI menyediakan berbagai layanan keuangan dan berfokus pada penyediaan akses keuangan ke sektor-sektor yang memiliki dampak luas dan skala besar.

Sampai saat ini, ALAMI sudah tersebar di 482 kota di 34 provinsi di Indonesia dan sudah menyalurkan dana sebesar Rp2,82 triliun ke lebih dari 10.000 UMKM! Buat kamu yang tertarik, segera cek informasi selengkapnya di Instagram @alamisharia sekarang juga!

Mari kita hasilkan ladang cuan dengan mendanai di ALAMI!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Masih berusaha untuk menulis ditengah kesibukan mengurus anak

CLOSE