Nasi keroyokan, beberapa bulan lalu atau bahkan sampai saat ini menu “nasi keroyokan” diadaptasi oleh beberapa warung makan, resto, café bahkan sampai restoran hotel bintang 5. Mengapa disebut keroyokan? Istilah keroyokan sebenarnya lebih kepada istilah sehari-hari yang berarti serangan ramai-ramai atau perkelahian rame-rame. Yang lebih ditekankan dari istilah keroyokan adalan secara berama-ramai, rame-rame atau banyak orang bukan hanya sendirian. Nah, nasi keroyokan itu sendiri  berarti nasi yang diserang (dimakan) beramai-ramai.

Jika mengulik masa jaman doeloe, nasi keroyokan ini lebih dikenal istilah Jawa nya “sego bancakan”.. dari acara selametan, syukuran, agustusan, dan acara-acara lain yang familiar dengan “bancakan.” Bancakan itu sendiri berarti acara peringatan sukuran (hajatan) baik ulang tahun, kelahiran dan lain-lain nya. Keroyokan orang menyebut dengan nasi rebutan, tapi lebih tepatnya nasi yang diserang beramai-ramai untuk dinikmati bersama-sama.

Bicara bersama-sama, adalah gambaran sebuah kebersamaan yang mengeluargakan. Ada yang menikmati bersama keluarga besar, ada pula yang menikmati bersama teman, kawan, komunitas, squad, genk, partner, dan lain-lain asalkan berame-rame. Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari menu “nasi keroyokan”:

1. Simbol Kebersamaan

nasi keroyokan

nasi keroyokan via https://www.google.co.id

Nasi keroyokan ini harus dinikmati oleh banyak orang secara beramai-ramai, dalam waktu yang bersamaan, dalam satu tempat yang sama, dalam hidangan yang sama. Dari kata bersama = berbarengan, serentak kami (yang jelas tidak seorang diri) bahkan lebih dari 2 orang. Dari kebersamaan itu akan lebih terasa jalinan keluarganya (sekalipun bukan keluarga sedarah, keluarga dekat), semakin intim jalinan pertemanannya.

Advertisement

Seperti halnya salah satu kutipan dari film Rush Hour "together can do anything" yang berarti kebersamaan (bersama) dapat melakukan banyak hal. Seorang diri terkadang memang baik tetapi lebih kepada waktu untuk merefleksi diri, beristirahat, tetapi kebersamaan menjalin dan menghimpun banyak kekuatan.

Di antaranya kekuatan relasi, kekuatan untuk saling take and give, kekuatan untuk mengikis ke’ego’an, kekuatan untuk melakukan suatu hal bersama-sama, kekuatan untuk melawan kekalahan, kekuatan untuk melawan rasa putus asa dan menyerah, kebersamaan menghimpun banyak kekuatan. Dalam kebersamaan tidak ada perbedaan. Perasaan menyatu akan semakin terasa kuat.

2. Simbol duduk sama rendah, berdiri sama tinggi

dimanapun oke

dimanapun oke via https://www.google.co.id

Nasi keroyokan dinikmati dengan beralaskan daun pisang yang panjang dan lebar. Terkadang dalam resto, café atau tempat makan mewah dan elit disediakan piring yang terkesan dengan penampilan cantik, elegan dan unik. Tak jarang juga alas makan yang digunakan cukup mahal.

Advertisement

Nasi keroyokan cukup beralaskan daun pisang yang murah meriah, tanpa harga mahal dan sangat mudah untuk mendapatkannya. Dari alas makan daun pisang itu kita dapat belajar makna kesederhanaan hidup, tak perlu mewah dan mahal untuk sebuah kebersamaan yang membahagiakan. Kesederhanaan bisa menyatukan perbedaan, kesederhanaan bisa membuat kebahagiaan dan kebersamaan tercipta. Kesederhanaan memaknai bahwa kita semua sama, sama rata tidak ada yang membedakan.

3. Mengaburkan status dan strata sosial

kesederhanaan yang menyatukan kebersamaan

kesederhanaan yang menyatukan kebersamaan via https://www.google.co.id

Kalau menikmati makanan "nasi keroyokan" wajib makan memakai tangan, tanpa sendok, garpu atau pisau seperti ketika menikmati makanan di resto mewah dan café tersohor. Menikmati nasi keroyokan hanya bermodalkan tangan dan ‘kobokan’ (air cucian tangan dalam mangkok kecil). Makan dengan tangan memaknai suatu keadaan yang rendah hati, sangat sederhana.

Makan nasi keroyokan dengan tangan, membuat semua terasa sama, tidak ada yang lebih dan paling. Tidak ada kaya, miskin, tidak ada jelek atau cantik karena semua sama makannya pakai tangan. Dari ritual makan nasi keroyokan pakai tangan ini kita bisa belajar tentang kerendahhatian yang menciptakan kebersamaan, mengaburkan status dan strata sosial.

4. Karena yang sederhana juga istimewa

keroyok nasi

keroyok nasi via https://www.google.co.id

Menu makanan "nasi keroyokan", jauh dari makanan kota yang istimewa, makanan barat (western food), atau makanan ala-ala Korea. Menu nasi keroyokan ini sangat Indonesia banget. Biasanya ada sayur urap-urap, tahu, tempe, sambal, ayam, kothokan dan krupuk. Makanan yang disajikan memang bukan kategori makanan istimewa atau pun mahal, tetapi ketika makanan tersebut dinikmati beramai-ramai, enaknya akan terasa seperti makanan yang sangat istimewa.

Kebersamaan juga bukan bicara tentang keistimewaan, melainkan dari hal-hal yang biasa saja jika digabung akan menjadi sesuatu yang istimewa. Penikmat nasi keroyokan memang beragam pribadi tetapi akan menjadi satu dalam ‘nasi keroyokan’ yang membuat kebersamaan semakin terasa istimewa.

5. Kesederhanaan sebuah kebersamaan adalah kebahagiaan

kebahagiaan kebersamaan

kebahagiaan kebersamaan via https://www.google.co.id

Ketika menikmati "nasi keroyokan", gelak tawa pasti akan menemani di saat-saat kita makan bersama. Ramainya, serunya, dan riuhnya gelak tawa akan menghantarkan para penikmat untuk menikmati dan menghabiskan hidangan yang ada. Kebersamaan menciptakan sukacita, karena hati yang gembira adalah obat yang manjur. Di mana ketika ada yang bersedih, bersusah hati, galau, akan hilang seiring habisnya nasi keroyokan. Kita akan terhibur, akan ada penghiburan dari rekan2 dan saudara2 kita yang menciptakan gelak tawa bersama. Kebersamaan menciptakan kebahagiaan dan sukacita.

Jadi, nasi keroyokan bukan sekedar menikmati, makan menghabiskan dan pulang. Melainkan banyak hal, yang akan kita dapatkan dari sebuah hidangan ala "nasi keroyokan". Kebersamaan, kesederhanaan, kerendah-hatian, tidak adanya perbedaan dan sukacita yang bersama-sama dirasakan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya