Ho Chi Minh City merupakan kota terbesar di Vietnam dan terletak dekat sungai Delta Mekong, inget Mekong bukan sekong (baca: ngondek). Jika dilihat sekilas Ho Chi Minh City tidak berbeda jauh seperti Jakarta. Di Ho Chi Minh City banyak sekali kendaraan bermotor dan prilaku mereka hampir sama kaya penduduk Jakarta. Misalnya jika ada yang mau menyebrang bukannya mengurangi kecepatan kendaraan mereka malah nambah kecepatan abis kitu malah kita yang dimaki-maki padahal mereka yang salah.Yawloh harus banyak-banyak istigfar lah jika akan menyebrang di sini.

Tapi meskipun begitu Ho Chi Minh City selalu membuat saya kangen selain karena hiruk pikuk kendaraan kabel listrik yang melilit tidak karuan di tiang listrik, aneh ya kok kangen sama begituan bukannya kangen pacar/ istri. Di luar itu semua  masih banyak hal lain yang bikin kangen dari kota ini, seperti :

1. Makanan Khas Vietnam

Makanan khas vietnam ini bernama Pho, jangan salah ya Pho ini adalah nama makanan bukan anggota dari Tetetubbies. Makanan sejenis mie yang tebuat dari tepung beras menggunakan kuah berkaldu dengan irisan daging dan sayur diatasnya. Selain itu Pho juga biasanya di lengkapi dengan sidedish daun mint dan jeruk nipis. Rasanya itu gurih dan segar jika ditambah kan daun mint. Saya membeli Pho ini di Pho 2000. Yang menjual Pho sebenarnya banyak bukan cuma di Pho 2000, tapi karena presiden Amerika ke-42 Bill Clinton pernah kesini saya jadi penasaran deh.

2. Surga untuk pecinta Beer

www.travellingaddict.com via https://2.bp.blogspot.com

Advertisement

Sebagian orang mungkin sudah tau kalo harga beer di Ho Chi Minh City ini memang murahnya kurang ajar, untuk harga beer lokal merk Bia hoi harganya sekitar 9000 VND, Hanoi beer sekitar 15.000 VND, Vietnam sendiri memang termasuk negara pecandu beer terbesar di Asia Tenggara. Dari 90 juta penduduk Vietnam rata-rata mereka mengkomsumsi beer 33 liter/orang per tahun. Selain karena kebiasaan disini juga ada yang nama nya Festival Beer. Saya beli beer karena lucu aja pas ke minimarket nemu beer Heineken kemasan Ho Chi Minh City setelah selesai di foto beernya saya berikan ke teman saya untuk dihabiskan.

3. Belanja dengan harga murah

Ben thanh market via http://www.asiaexplorers.com

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka BER-belanja, tapi lebih suka DI-belanjain #loh. Tempat berbelanja di Ho Chi Minh City yang terletak di pusat kota dan merupakan pasar tertua ini bernama Ben Tanh Market yang berletak di Intersection of Le Loi, Ham Nghi, Tran Hung Dao Avenues and Le Lai Street, Ho Chi Minh.Di sini kita bisa menemukan bermacam barang dan souvenir buat oleh-oleh emak jangan lupa! Berbelanja disini masih menggunakan harga tawar menawar dan bisanya kita dapat menawar sampai dengan 50%. Hampir kebanyakan pedangan disini fasih berbahasa tubuh inggris dan untuk pembayarannya pun mereka menerima USD atau VND.

4. Banyak tempat pijat

Tempat pijat via https://xotours.vn

Setelah lelah berkeliling kota Ho Chi Minh City tempat yang pas untuk melemaskan otot yang tegang adalah tempat pijet. Meskipun banyak berjejer tempat pijet jalanan di District 1 Ho chi minh city namun saya tidak tertarik karena takut kena tipu atau bisa jadi entar malah pijat plus-plus. Saya lebih memilih tempat pijat beneran. Di sini terdapat berbagai jenis pijatan tapi saya memilih pijat tradisonal. Saat akan dipijat kita haruskan mengganti pakaian dengan kaos dan celana pendek yang mereka berikan. Over all, terapisnya melakukan pijatannya enak dan profesional gak ada tuh acara nyenggol-nyengol area pribadi kita #eh

5. Klub Malam

Crazy Buffalo via http://findvietnam.com

Advertisement

Tempat terkahir yang bikin kangen adalah kehidupan malamnya, rasanya bagai sayur kurang garam kalo ke sini tapi tidak menikmati kehidupan malam Ho Chi Minh City, kebetulan saya memang suka bergadang, minum-minum ganteng dan mendengarkan musik jadi pas kalo pergi ke sebuah klub malam yang cukup terkenal bernama Crazy Buffalo. Hampir setiap malam tempat ini di penuhi para turis dan beberapa penduduk lokal, memesan minuman disini emang butuh extra sabar karena pelayannya lamaaaaa. Mungkin karena banyak pengunjung atau kekurangan pegawai. Selain itu karena letaknya di persimpangan jalan, suara musik yang diputar bercampur dengan suara motor yang lewat sungguh kolaborasi yang epic.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya