Diketahui bahwa pendidikan seseorang yang diwajibkan pemerintah sebatas sampai lulus pada jenjang SMA atau SMK. Pada masa SMA, kita belajar mengenai ilmu pengetahuan alam atau ilmu pengetahuan sosial. Sedangkan pada masa SMK kita belajar mengenai ilmu pengetahuan yang bersifat menjuru pada satu keahlian yang kita inginkan. Setelah kita lulus maka kita sudah siap menghadapi rintangan hidup dengan berbekal ilmu pengetahuan yang sudah kita dapati. Tapi pada masa-masa tersebut kita mempelajari ilmu tersebut hanya sebatas dasar-dasarnya saja sehingga banyak orang yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

1. Sarjana atau diploma?

Graduation

Graduation via http://pixabay.com

Bicara soal pendidikan yang lebih tinggi maka sama saja membicarakan tentang kuliah. Kuliah bisa kita dapati di antaranya pada jenjang diploma (arti sebuah kesuksesan) atau pada jenjang sarjana. Tidak ada yang lebih baik di antara keduanya melainkan kontribusi mahasiswalah yang mampu membuatnya menjadi lebih baik. Masyarakat Indonesia cenderung lebih banyak menilai menjadi seorang sarjana lebih baik dari pada menjadi seorang diploma.

Hal ini terbukti karena saat ini banyak sekali para lulusan sarjana yang nganggur (jobless). Mereka berfikir bahwa dengan menjadi seorang sarjana maka mereka bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Padahal mungkin mereka tidak tahu apa makna dan esensi dengan menjadi seorang sarjana. Harusnya mereka bertanya sebelum melangkah kedunia pendidikan yang lebih tinggi. "Kenapa harus menjadi seorang sarjana???"

2. Skripsi itu dikerjakan, bukan dipantengin aja

Skripsi itu mudah

Skripsi itu mudah via http://pixabay.com

Advertisement

Sekedar berbagi pengalaman saja. Dulu ada seorang yang sedang menempuh pendidikan sarjana di salah satu universitas swasta Indonesia terbaik, di kota yang teristimewa (tebak sendiri kotanya, ya). Saat itu dia sudah akan menjalani tahapan terakhir dalam dunia perkuliahan, yakni sidang pendadaran. Dia sadar bahwa proses perkuliahannya selama 4 tahun telah menuntunnya untuk berfikir apa itu sarjana.

Saat di mana ia sedang berkonsultasi terkait penyusunan skripsi, seorang dosennya mengatakan bahwa skripsi itu jangan dijadikan beban sehingga membuat diri kita merasa stress. Walaupun tugas akhir kita gagal, tapi tetap harus menampilkan dan menyusunnya dalam sebuah skripsi yang benar.

Loh kenapa bisa begitu? Bukan kah jika tugas akhir kita gagal lalu kita tidak bisa menyusun skripsi sehingga kita tidak bisa lulus menjadi seorang sarjana? Memang benar jika tugas akhir kita gagal sehingga kita tidak bisa menyusun skripsi, tapi itu terjadi jika tugas akhirnya gagal total hingga kita saja tidak tau bagaimana alur proses dalam menyelesaikan tugas akhir tersebut. Maka dari itu dalam penyusunan tugas akhir kita perlu bimbingan dari dosen karena di sana kita akan belajar tentang bagaimana menjadi seorang sarjana.

3. Tapi, apa itu sarjana?

pemikir dan bertindak

pemikir dan bertindak via http://merdeka.com

Advertisement

Menjadi seorang sarjana berarti menjadi orang yang bersemangat untuk berfikir dan bertindak dalam menyeleaikan sebuah permasalahan. Jika ia hanya mampu berfikir saja maka permasalahan tentu tidak akan pernah selesai.

Hal yang sama bagi seseorang yang hanya bertindak tanpa berfikir maka hanya akan menambah permasalahan. Seorang seorang sarjana harus mampu untuk menganalisa permasalahan yang terjadi di sekitarnya, sehingga ia akan mengetahui apa saja faktor-faktor pemicu sebuah permasalahan dan ia akan mengetahui bagaimana caranya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Tidak hanya sampai di situ, setelah ia tahu bahwa bagaimana cara menyelesaikan sebuah permasalahan maka ia harus mampu bertindak untuk mewujudkan atau menerapkan cara tersebut. Dia tidak boleh hanya berdiam saja tanpa sebuah action atau betindak dalam keputusasaan. Harus ada semangat pantang menyerah untuk menyelesaikan sebuah permasalahannya karena jika tidak ada maka seseorang tidak pantas disebut sebagai seorang sarjana.

4. Pengen kuliah tapi bingung masuk jurusan apa?

Jangan salah pilih jurusan

Jangan salah pilih jurusan via http://pixabay.com

Dalam menjadi seorang sarjana, jurusan kuliah yang berbeda-beda kerap kali disinggung para mahasiswa untuk menghadirkan keputusasaan dalam menyusun sebuah skripsi. Padahal skripsi itu hanya sebuah langkah awal dalam menjadi seorang sarjana. Skripsi juga bisa disebut sebagai objek percobaan karena didalamnya seorang mahasiswa dituntut untuk mencoba menyelesaikan sebuah permasalahan. Jenis-jenis permasalahan itu sangatlah banyak. Maka dari itu jurusan kuliah adalah awal sebuah tempat untuk belajar dalam menyelesaikan permasalahan dan berfungsi untuk mengarahkan topik pembahasan skripsi agar sesuai dengan keinginan. Tentu saja topik pembahasan skripsi sesuai dengan jurusan dan mata kuliah nya.

Oleh karena itu pemilihan jurusan kuliah jangan sampai salah karena akan sulit dalam menyelesaikan skripsi.

5. Intinya mau kamu jadi apa nantinya, yang penting ilmunya bermanfaat

hidup seperti roda yang berputar

hidup seperti roda yang berputar via http://pixabay.com

Seperti roda yang berputar. Kadang tutup angin (pentil ban) berada di atas, kadang berada dibawah. Seperti hidup di dunia ini. Tidak selamanya hidup seseorang selalu berada diatas tanpa permasalahan yang dialaminya. Terkait pertanyaan pada judul di atas maka seseorang harus menjadi sarjana karena seorang sarjana ialah orang yang mampu menyelesaikan permasalahan pada dirinya, terlebih permasalahan pada orang lain sehingga ilmunya benar-benar bermanfaat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya