Introspeksi Diri Terhadap Pencapaian yang Tak Kunjung Datang

Penyebab pencapaian yang belum juga memuaskan

Pencapaian berawal dari sebuah harapan, namun semua itu hanyalah angan-angan belaka bila tak diperjuangkan. Bahkan sudah diperjuangkan pun belum tentu akan mendapatkan hasil maksimal seperti yang diharapkan.

Bukan hanya kamu yang masih menanti pencapaian, justru sebagian besar orang di dunia ini menantikan hasil jerih payah mereka berbuah sesuai dengan harapan mereka yang kemudian akan menjadi pencapaian dari bucket list di dalam kehidupan mereka.

Karenanya, ada banyak hal yang sebenarnya mungkin tidak kita sadari, atau mungkin telah kita sadari tapi tidak kita benahi. Maka dari itu, yuk sama-sama introspeksi diri kita sendiri mengapa sampai saat ini pencapaian itu tak kunjung menghampiri kita.

Advertisement

1. Hanya Menunggu Tanpa Berbuat Apa-apa

Photo by Kyle Broad on Unsplash

Photo by Kyle Broad on Unsplash via https://unsplash.com

Disadari ataupun tidak, menunggu hanyalah hal yang membosankan yang hanya dianut oleh orang-orang pencari sejuta alasan.

Menunggu tanpa berbuat apa-apa hanya sebuah perbuatan kosong yang unfaedah sama sekali. Menunggu hanyalah sebuah bagian kecil dari sebuah proses penantian hasil atas apa yang sudah kita perjuangkan.

Advertisement

Mengapa hanya sebuah bagian kecil? Karena haram hukumnya kamu menunggu dalam waktu yang lama/panjang dalam sebuah proses pencapaian.

Jika hasil dari perjuangan kamu tidak kunjung berbuah, maka berhentilah untuk menunggu jika kamu tidak ingin menghabiskan waktu yang lebih banyak lagi. Ingat ya guys, di dunia ini hanya waktu yang tidak akan bergulir kembali, jadi hargailah dia.

2. Sering Mengeluh

People Sigh

People Sigh via https://www.freepik.com

Ada kalanya memang kita harus mengeluarkan uneg-uneg kita, tapi kalau sedikit-sedikit mengeluh rasanya juga tidak pantas.

Karena mengeluh hanya akan menurunkan kualitas diri kita. Untuk mengeluh dengan alih-alih curhatpun ada baiknya tidak dilakukan kepada semua orang, hanya orang-orang tertentu yang memang mengerti kamu saja.

Orang lain yang kurang atau mungkin tidak mengerti diri kamu yang sebenarnya pastinya mereka malah akan beranggapan negatif tentang diri kamu.

Dan lagi pastinya apa yang kita keluhkan berhubungan dengan orang lain, kan? Ingat ya guys, kita tidak bisa mengendalikan orang lain, yang bisa kita kendalikan hanyalah diri kita sendiri.

Mengeluhkan kelakuan orang lain tidak akan membuat orang tersebut mengubah perilakunya kepada kita. Dia akan tetap sama hidup dalam ketentraman mereka, hanya kitalah yang lelah sendiri.

Untuk apa kan? Jauh lebih baik jika kita fokus pada point-point penting tanpa mengesampingkan hal-hal yang ingin kita capai selanjutnya.

3. Sering Menunda-nunda

Photo by Kinga Cichewicz on Unsplash

Photo by Kinga Cichewicz on Unsplash via https://unsplash.com

Sering menunda-nunda pekerjaan layaknya sebuah penyakit. Mungkin ada saatnya kita memang lelah, butuh istirahat, no problem.

Beristirahatlah, namun jangan berkepanjangan. Setelah selesai, bangkitlah untuk lakukan hal-hal yang sudah seharusnya dikerjakan jika kamu masih menginginkan pencapaian hadir dalam hidupmu.

Buatlah to do list yang ingin kamu kerjakan, kemudian fokuslah pada list tersebut agar nantinya kamu juga tidak buta arah dalam menjalani kehidupan, terutama dalam perjuangan mencapai sebuah harapan. Harapan itu pasti akan terwujud jika kita sudah berjalan sesuai dengan itikad dan usaha yang baik.

4. Takut Untuk Mencoba

people not confident

people not confident via https://www.freepik.com

Takut untuk mencoba adalah hambatan terbesar seseorang untuk menggapai cita-citanya. Pertanyaan selanjutnya, kenapa sih harus takut? Jawabannya sangatlah sederhana, karena tidak yakin akan diri sendiri alias tidak percaya diri.

Padahal semua orang pasti ada masa permulaan, di mana tidak semua orang langsung handal melakukan sesuatu, butuh penyesuaian.

Sedangkan tahap penyesuaian ini adalah tahap yang lumrah bagi manusia awam, jadi apa sih yang harus ditakutkan? Takut gagal? Gak ada keberhasilan tanpa kegagalan lho…

Jadi, mulailah untuk memercayai diri kamu sendiri, dengan begitu maka orang lain baru akan bisa percaya pada kamu. Kalau kamu saja memandang rendah diri sendiri, siapa lagi yang akan menghargai keberadaan ini?

5. Masih Membanding-bandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain

Photo by Liza Summer from Pexels

Photo by Liza Summer from Pexels via https://www.pexels.com

Nah, yang satu ini juga sudah sering banget malah sudah jadi kebaisaan yang lumrah dari jaman bahelak sampai jaman yang sudah sangat modern ini.

Mungkin sudah seperti budaya masyarakat luas, padahal sesungguhnya budaya seperti ini juga bisa menjatuhkan. Kebiasaan membandingkan satu dengan yang lainnya ini mungkin dahulu kala bermaksud untuk menjadikan orang lain yang lebih baik sebagai sebuah sumber inspirasi.

Ini tidak salah, tapi kita juga harus melihat perjuangan apa yang sudah dia lakukan. Mungkin juga kita bisa belajar darinya untuk memperoleh sebuah pencapaian.

Tapi jelas, bukan hanya untuk sekadar membandingkan saja, karena tidak akan ada gunanya jika kita hanya membandingkan diri dengan orang lain.

Hidup setiap orang berbeda, prioritas masing-masing pun tentunya tidaklah sama. Karena itu sebenarnya sistem perbandingan ini tidak begitu sesuai.

Karena setiap hidup seseorang terdapat rumus kehidupannya sendiri yang tidaklah sama dengan orang yang lainnya.

6. Kapasitas Berdoa dan Bersyukur Yang Mungkin Masih Sangat Minim

Photo by Ben White on Unsplash

Photo by Ben White on Unsplash via https://unsplash.com

Jika memang semua usaha sudah dilakukan namun pencapaian masih begitu saja, mungkin ada baiknya dilengkapi dengan doa dan rasa syukur.

Coba kilas balik kembali terhadap apa yang sudah kamu dapatkan saat ini, bersyukur dan berbagi kebahagiaan atas pencapaian kamu saat ini adalah sebuah kegiatan yang wajib kamu lakukan.

Karenanya kamu tidak hanya sibuk akan pencapaian tertinggi semata, tapi juga kamu bisa mulai menghargai atas apa yang sudah kamu dapatkan.

Di atas langit masih ada langit, jikalau kita hanya fokus pada pencapaian tertinggi, maka itu tidak akan ada habisnya.

Berdoa, bersyukur, dan berbagi justru akan menjadikanmu lebih sadar terhadap apa yang kamu miliki saat ini juga menghargai semua yang sudah kamu miliki.

Dengannya kamu akan merasakan puas dan tentunya akan membawa kebahagiaan untuk kamu, lho.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta travelling dan dunia tulis menulis sedari dulu. Berharap selalu bisa melihat sisi lain dari dunia dan bisa berbagi pengalaman serta dapat memberikan inspirasi kepada semua orang yang membutuhkan.

CLOSE