5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Berinvestasi Kripto. Jangan Cuma Ikut-ikutan!

Mata uang digital kripto atau biasa dikenal cryptocurrency selalu menjadi pembahasan yang menarik. Walaupun pada nama nya terdapat kata ‘currency’ yaitu mata uang, di Indonesia kripto tidak bisa dijadikan sebagai mata uang. Akan tetapi untuk memperdagangkan aset kripto di Indonesia sudah diakui dan diawasi oleh badan berwenang.

Investasi asset kripto ini juga semakin banyak peminatnya. Kripto populer diberbagai kalangan sebab kemudahan dan potensi return tinggi yang dalam waktu singkat membuat orang-orang ingin mencoba berinvestasi di aset ini.

Advertisement

1. Investasi Kripto

Image by guaxipo from Pixabay

Image by guaxipo from Pixabay via https://pixabay.com

Seperti halnya keuntungan yang ditawarkan oleh aset kripto ini, risiko dari investasi ini juga tinggi. Itu artinya untuk melakukan investasi ini tidak boleh gegabah dan harus dipikir matang matang, jangan hanya karena ingin mengikuti tren saja atau hanya FOMO (fear of missing out) saat memutuskan berinvestasi asset ini.

Diperlukan strategi yang matang untuk meminimalkan resiko yang didapat supaya keuntungan yang akan didapatkan bukan kerugian. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi kripto, kita perlu memahami apa itu crypto currency dan apa saja yang perlu diperhatikan saat berinvestasi kripto ini.

Advertisement

2. Pengertian kripto

Image by WorldSpectrum from Pixabay

Image by WorldSpectrum from Pixabay via https://pixabay.com

Cryptocurrency adalah sebuah mata uang digital atau virtual yang dijamin oleh cryptogrhapy, sebuah sistem yang melindungi data dari ancaman keamanan seperti hacker. Dengan adanya cryptography, membuat mata uang kripto hampir tidak mungkin dipalsukan atau di manipulasi. Cryptocurrency dapat dimanfaatkan sebagai alat pembayaran transaksi online. Cryptocurrency juga dapat ditukarkan dengan mata uang lain seperti rupiah.

Perbedaan crypto dengan mata uang kovensional yakni crypto tidak membutuhkan perantara seperti mata uang konvensional yang memerlukan perantara dari bank. Lalu untuk pencatatan transaksi cryptocurrency dicatat dan divalidasi secara desentralisasi dalam suatu teknologi yang bernama blockchain. Setelah mengetahui pengetahuan umum dari cryptocurrency selanjutnya mengetahui apa saja keuntungan dan resiko yang didapat jika ingin terjun ke instrumen investasi ini.

3. Keuntungan

Advertisement
Image by mohamed Hassan from Pixabay

Image by mohamed Hassan from Pixabay via https://pixabay.com

  • High return

Investasi ini menawarkan tingkat pengembalian yan tinggi harga yang bisa meningkat derastis.Contoh saja Bitcoin pada tahun 2020 harga bitcoin menembus all-time high yang baru angka kenaikannya ini mencapai 354% yang membuatnya mengalahkan reurn asset keuangan lainnya.

  • Cepat dan mudah 

Transaksi menggunakan mata uang kripto ini cenderung lebih mudah dan cepat daripada transaksi di bank. Pada mata uang konvensional jika ingin transfer antar bank internasional waktu yang dibutuhkan bisa beberapa hari. Sementara itu jika menggunakan kripto hanya memerlukan waktu maksimal beberapa jam saja

  • Transparan 

Transparan disini maksudnya pengguna kripto bisa melihat semua transaksi yang dudah dilakukan. Namun, tentu pengguna tetap tidak  bisa mengetahui transaksi tersebut dilakukan oleh siapa karena hanya dalam bentuk angka tanpa identitas.

  • Legal 

Di Indonesia perdagangan Bitcoin sudah diakui dan diawasi hukum ini membuat perdagangan atau investasi di asset kripto ini menjadi lebih aman secara regulasi.

4. Risiko

Image by Elchinator from Pixabay

Image by Elchinator from Pixabay via https://pixabay.com

  • Sangat fluktuatif

Dibalik penawaran bisa mendapat keuntungan yang tinggi risiko yang didapat juga tinggi karena nilai tukar dari mata uang kripto bisa terjadi begitu cepat dan terkadang bisa sangat ekstrem.

  • Rawan cybercrime

Kejahatan cyber di sini berupa pencurian akun.Banyak pembeli kehilangan asset mereka karena akun mereka diretas.

  • Kurangnya regulasi 

Peraturan atau regulasi untuk cryptocurrency di Indonesia masih terolong baru jadi masih berpotensi menimbulkan risiko bagi nasabah.

Dari paparan di atas bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk ikut atau tidaknya berinvestasi di instumen investasi ini.

5. Jika sudah memutuskan, berikut hal yang perlu diperhatikan saat berinvestasi kripto

Image by Icons8_team from Pixabay

Image by Icons8_team from Pixabay via https://pixabay.com

  • Mengetahui jenis kripto yang ingin dibeli

Seperti halnya membeli sebuah barang, kita perlu mengetahui barang apa yang dibeli nah membeli asset kripto juga demikian. Kita perlu mengetahui asset kripto yang akan dibeli itu dengan mengetahui jenis koin nya,kegunaannya dan lainnya. Contoh kasus kripto yang sempat heboh bulan November tahun lalu dimana cryptocurrency dengan kode SQUID mencapai harga tertinggi yaitu sekitar Rp40 juta per koinnya, lalu dengan hanya hitungan menit koin ini langsung mengalami penurunan harga hingga tak bernilai. Dari kasus itu kita perlu benar benar memahami jenis jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran

  • Nilai kripto yang fluktuatif 

Selain kasus nilai kripto yang terjadi pada mata uang SQUID dimana jenis mata uang ini memang tidak terlalu jelas tujuannya. Kejadian pada bulan Mei kemarin yaitu Stable coin Luna yang dimana Jenis aset kripto ini diikat dengan mata uang fisik seperti dollar AS (UST) dan Euro (EUT) sehingga nilainya cenderung stabil pun mengalami nilai yang fluktuatif. Penurunan nilai harga koin ini hingga 99% dalam waktu 24 jam.Jadi walupun kita sudah mengetahui jenis dari kripto itu kita juga perlu bersiap akan resiko yang didapat saat berinvestasi kripto  

  • Pilih media exchange yang legal 

BAPPEBTI telah merilis 299 asset koin kripto yang legal atau berizin untuk diperdagangkan seperti koin koin terbesar yaitu Bitcoin, Ethereum, Tether,dan lainnya . Juga ada 13 exchange legal yang terdaftar di BAPPEBTI. Berdangang atau memperdagangkan asset yang legal bisa memperkecil risiko yang didapat saat berinvestasi kripto.

  • Menggunakan uang yang menganggur

Lalu yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk berinvestasi kita perlu menggunakan uang dingin atau uang nganggur.Karena menggunakan uang dingin untuk berinvestasi tidak akan memengaruhi kestabilan finansialmu. Juga tidak memaksakan berinvestasi hanya berlandaskan iming-iming keuntungan instan apalagi hanya ikut ikutan tren saja.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE