Scholarship atau beasiswa. Kata itu sekarang begitu nge-tren di kalangan anak muda yang semangat mengejar cita-cita meski dengan dana yang pas-pasan. Mereka paham bahwa dengan ilmu, hidup mereka bisa berubah menjadi lebih baik.

Ada yang mengejar beasiswa karena dimotivasi orang tua, ada yang mengejar beasiswa karena belum punya goal lain yang lebih keren dari itu, dan ada juga yang mengejar beasiswa karena memang itu hajat hidupnya. Hehe. Apapun motivasinya, berikut adalah 7 alasan kenapa kamu harus jadi salah satu manusia yang mengejar beasiswa:

 

1. Karena tergolong hobi langka, hanya mereka orang-orang keren yang sering berburu beasiswa!

Pemburu beasiswa itu LANGKA!

Pemburu beasiswa itu LANGKA! via https://pexels.com

Harus diakui mengejar beasiswa itu tidak mudah. Ada banyak tantangan yang harus dilalui. Saat orang lain berleha-leha, mungkin kamu yang mengejar beasiswa sedang sibuk wara-wiri urus dokumen, ikut tes Bahasa Inggris atau menulis proposal yang cukup layak untuk “dijual” ke sponsor.

Tidak heran, populasi manusia yang mengejar pendidikan melalui beasiswa itu hanya sebagian kecil dari populasi manusia di muka bumi ini. Bukankah keren menjadi bagian dari mereka yang sedikit itu?

2. Kamu akan jadi manusia yang fokus dan tahu apa tujuan hidupmu ke depan

Menjadi manusia yang FOKUS!

Menjadi manusia yang FOKUS! via https://www.google.co.nz

Mengejar beasiswa juga akan menjadikan kamu fokus. Bayangkan saja, saat teman-teman yang lain sibuk haha hihi atau kongkow-kongkow menikmati segelas kopi, kamu ke sana ke mari mencari peluang. Belajar buat tes, bikin resume, bikin motivation letter. Belum lagi, jika kamu berniat kuliah ke luar negeri, kamu harus mencari universitas yang bersedia menerima lamaranmu. Mempersiapkan lamaran yang baik lalu mulai mencari sponsor yang bersedia membiayai studimu.

Percayalah, semua kelelahan itu terbayarkan saat kamu berhasil meraih beasiswa incaranmu. Istilah saya, saat kita sedang mempersiapkan beasiswa, itu seperti sedang mendaki gunung pencapaian. Terjal, sakit, berdarah-darah. Tapi saat sudah di puncak, wah! Pemandangan dari atas jadi bikin bahagia.

Fokus juga berarti kamu akan lebih dekat dengan Tuhan karena kamu akan terus berdoa untuk aplikasimu. Bukan berarti yang tidak mengejar beasiswa nggak dekat dengan Tuhan, lho. Tapi akui saja, saat kamu punya hajat sebesar beasiswa, apalagi yang skalanya internasional pasti frekuensi doamu ke Tuhan akan lebih meningkat. Iya, 'kan? Nah, apa ruginya menjadi seorang pemburu beasiswa?

Percaya deh, menjadi pemburu beasiswa itu sangat menyenangkan!

3. Karena nggak gampang, orang-orang yang berburu beasiswa biasanya cerdas dan penuh strategi

Jadi manusia yang penuh strategi

Jadi manusia yang penuh strategi via https://www.google.co.nz

Mengejar beasiswa juga akan menjadikanmu menjadi manusia yang penuh strategi. Bayangkan saja, kamu harus berlatih menulis proposal yang baik, yang “menjual”, yang masuk akal dan tentunya cukup layak untuk dibiayai. Selain itu, kamu juga harus belajar bagaimana tampil percaya diri di interview, bagaimana meyakinkan para interviewer untuk menggolkan rencanamu. Belum lagi harus lulus tes Bahasa Inggris atau tes akademik lain, semacam tes akademik universitas jika kamu ingin kuliah ke luar negeri.

Keren kan, meski belum tentu kamu lulus beasiswa? Proses mempersiapkannya saja sudah bikin kamu jadi manusia keren luar biasa.

4. Soal manajemen waktu pun jangan ditanya. Mereka ini ahlinya!

Excellent time manager

Excellent time manager via https://www.google.co.nz

Mengejar beasiswa juga akan menjadikanmu sebagai time manager yang excellent. Kamu akan sibuk dengan berbagai persiapan sambil terus mempertimbangkan timeline dari sponsor. Karena pemberi beasiswa nggak akan menunggu aplikasimu siap. Mereka punya jutaan aplikasi lain yang siap menunggu untuk dibaca dan mungkin lebih keren dari milikmu.

So, seorang scholarship hunter itu akan terus memanajemen waktunya agar saat pendaftaran beasiswa tiba, aplikasinya siap submit. Belum lagi surat plus dokumen yang harus disiapkan yang kadang time frame-nya juga tidak singkat. Nah, dengan menjadi seorang scholarship hunter, kamu akan benar-benar memperhitungkan waktumu. Dan tentu saja, membuatmu terhindar dari hal-hal yang kurang manfaat!

5. Kompetitif dan pantang menyerah pun lekat dengan kepribadiannya

Jadi pribadi yang gak cengeng dan kompetitif

Jadi pribadi yang gak cengeng dan kompetitif via https://www.google.co.nz

Ya, tentu saja menjadi seorang scholarship hunter itu harus kompetitif. Yang mau beasiswa bukan kamu saja, ada jutaan manusia lain di luar sana yang juga punya alasan kuat “kenapa mereka harus dibiayai”. So, seorang scholarship hunter itu pastinya punya karakter kompetitif. Ia tidak akan berleha-leha terus nunggu durian runtuh ada yang nawarin beasiswa. Beasiswa tu harus dikejar, Bung. Bukan cuma diratapi, apalagi cuma ongkang-ongkang kaki.

Bayangkan jika kamu menjadi seorang scholarship hunter. Kamu akan kompetitif, berjuang mempersiapkan aplikasimu, lalu submit dan menunggu hasilnya. Saat interview pun kamu akan dilatih menjadi kompetitif agar bisa dipilih oleh sang pemberi beasiswa. Bukankah itu karakter yang sangat diperlukan dalam hidup? Selain itu kamu juga bisa belajar supaya jadi pribadi yang nggak cengeng, pantang menyerah dan selalu berusaha berjuang.

Menjadi scholarship hunter itu bukan sekali tembak langsung dapat, ya. Yang beruntung mungkin one shot langsung dapat. Tapi kebanyakan berjuang berkali kali, pantang menyerah pokoknya. Ada yang gagal di tes Inggrisnya; ada yang sudah dipanggil wawancara, eh, tetap masih belum keterima; ada yang ditolak universitasnya. Tapi tetap mencoba lagi dan coba lagi.

Nggak ada ruginya jadi a scholarship hunter!

6. Punya banyak pengalaman dan teman. Seru 'kan?

Pengalaman adalah hal yang tak bisa dibeli

Pengalaman adalah hal yang tak bisa dibeli via https://www.google.co.nz

Pengalaman. Itu adalah hal yang tidak bisa setiap orang beli di toko atau pesan di online shop. Jika kamu telah memutuskan jadi seorang scholarship hunter, perrcayalah, pengalamanmu akan gila-gilaan. Mungkin kamu akan berjuang ke sana ke mari mengurus surat atau dokumen, atau pengalaman saat bertemu dengan berbagai macam karakter interviewer. Dari yang good, suka ngejek, sampai yang sering mematahkan semangat.

Selain itu, pengalaman yag lain adalah saat bertemu dengan sesama scholarship hunter. Kamu akan belajar banyak hal dari mereka. Mungkin juga dari mereka kamu bisa belajar bersyukur (jika perjuangan mereka lebih hot dari perjuanganmu), atau bisa meniru sifat pantang menyerah mereka. Cuma seorang scholarship hunter yang bisa merasakannya.

7. Berjiwa pemenang dan pantang menyerah!

Menjadi pemenang yang sesungguhnya

Menjadi pemenang yang sesungguhnya via https://www.google.co.nz

Seorang scholarship hunter itu punya jiwa pemenang. Jiwa pemenang itu artinya mampu menonjolkan dirinya tanpa menghina yang lain. Percaya diri lho, ya! Bukan arogan.

Nah, jika kamu memutuskan jadi seorang scholarship hunter, kamu akan berusaha menjadi seorang yang percaya diri (menonjolkan kekuatanmu tapi tetap realistis dengan kelemahanmu dan tentunya, tidak arogan). Ini adalah karakter seorang pemenang. Karena sebelum ia berusaha mengenal orang lain, ia sudah lebih dulu kenal dengan dirinya sendiri. Ini adalah karakter yang dicari oleh para pemberi beasiswa. Bahkan, saat kamu mempersiapkan beasiswamu saja, kamu sudah dilatih menjadi seorang pemenang. Seluruh perjuanganmu itu, pontang-pantingmu itu, akan terbayarkan saat air matamu menetes melihat namamu ada dalam deretan penerima beasiswa.

The climb is high, but nothing beats the view up there. Percayalah!

So, tunggu apa lagi? Cari peluang beasiswa dan APPLY NOW! Jadilah salah satu pemburu beasiswa!