Jangan Anggap Remeh! 5 Hal yang Wajib Dilakukan Ketika Lembur Kerjaan di Rumah

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata lembur?

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata lembur? Sudah pasti membuat jiwamu meronta-ronta bukan? Ingin menghindar tapi kalau nggak dikerjain dimarahin atasan. Kurang profesional lah, tidak bisa diandalkan lah, dan lain-lain deh pokoknya. Ujung-ujungnya masalah gaji yang jadi senjata. Hadeh. Sebelnya lagi kalau ngungkit-ngungkit dulu pas awal-awal interview kerja. Katanya siap bekerja dengan deadline, mau kerja sesuai target, dan berani bekerja di bawah tekanan. Sekarang, ketika sudah diterima kerja disuruh lembur saja tidak mau. Dasar lemah, dasar payah.

Normalnya orang kerja adalah sekitar 8-10 jam per hari. Tapi, jika dirasa pekerjaan masih banyak dan membutuhkan waktu yang lebih lama menyelesaikannya mau tidak mau lembur adalah solusi yang tepat. Bagi sebagian orang terutama yang bekerja di kantor, membawa pekerjaan yang belum selesai ke rumah menjadi pilihan yang sering dilakukan. Alasan terbesarnya adalah karena suasana rumah yang lebih nyaman dan bisa sekalian kumpul dengan keluarga.

Saya sendiri adalah seorang guru yang seringkali membawa pekerjaan saya ke rumah. Biasanya saat selesai ulangan, saya mengoreksi hasil ulangan murid-murid saya di rumah. Selain itu, administrasi guru yang sangat banyak seperti perangkat pembelajaran dan media pembelajaran sangat tidak mungkin saya kerjakan di sekolah. Gimana mau nyicil, di sekolah kan tugasnya utamanya mengajar. Ketemu murid-murid, saling tukar cerita dengan murid, belum lagi kalau konsultasi dengan murid-murid yang bermasalah. Alhasil, lembur pekerjaan di rumah adalah pilihan yang harus saya ambil.

Membawa pekerjaan yang belum selesai ataupun tertunda ke rumah memang menjadi hal yang berat dilakukan. Sudah lelah fisik dan pikiran selama 8-10 jam di kantor dan saat kembali ke rumah harus mikir lagi. Sungguh sangat menyebalkan. Namun, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi lelah yang berlebihan agar tidak mengalami stres mikirin kerjaan. Berikut ini akan saya jabarkan beberapa hal yang wajib dilakukan ketika lembur kerjaan di rumah.

Advertisement

1. Menyiapkan bahan atau dokumen yang hendak dibawa dengan teliti

Photo by Olia Danilevich from Pexels

Photo by Olia Danilevich from Pexels via https://www.pexels.com

Mempersiapkan apa saja yang hendak dibawa ke rumah wajib dilakukan dengan benar dan teliti. Apa saja yang diperlukan dan apa saja yang tidak diperlukan harus dipilih dengan tepat. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Niatnya kan mau menyelesaikan pekerjaan di rumah, kalau ada bahan/dokumen yang ketinggalan percuma juga lembur kerjaan di rumah. Yang ada malah jadi beban pikiran karena pekerjaan yang tak kunjung selesai. Capek berkali-kali deh.

2. Ada batasan jam lembur

Photo by Burst from Pexels

Photo by Burst from Pexels via https://www.pexels.com

Atur jam kerja di rumah juga sangat penting dilakukan. Misalnya saja, pulang dari kantor jam 5 sore. Jam 6-8 gunakan untuk istirahat dan makan. Setelah dirasa badan sudah mulai enakan dan pikiran fresh, lembur kerjaan bisa langsung dilakukan.

Advertisement

Tentukan jam berapa selesai lemburnya. Jangan sampai kelewat jam yang sudah ditentukan. Takutnya nanti sakit dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Besok pagi kan harus kerja lagi. Istirahat juga harus cukup dong. Biar kerja tetap semangat dan tidak dipecat.

3. Fokus menyelesaikan pekerjaan

Photo by Burst from Pexels

Photo by Burst from Pexels via https://www.pexels.com

Ketika memutuskan untuk lembur kerjaan di rumah, hal yang penting dilakukan adalah fokus terhadap tujuan utamanya yaitu agar pekerjaan cepat selesai. Biasanya kalau di rumah istirahat santai sambil nonton tv, main hp, atau duduk-duduk di teras rumah, maka segala kenikmatan itu sementara jadi angan-angan dulu.

Konsentrasi menyelesaikan pekerjaan satu per satu. Jangan sampai pikiran terpecah belah hanya karena tidak fokus terhadap pekerjaan. Kalau kita fokus dan konsentrasi penuh, maka pekerjaan akan terselesaikan dengan cepat dan tidak sampai menggangu aktivitas kita di rumah.

Advertisement

4. Mengkomunikasikan dengan keluarga dan orang rumah

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang rumah tentang pekerjaan memang sangat penting. Apabila terpaksa harus lembur kerja di rumah, bicaralah dengan keluarga tentang kepentingan tersebut.

Tujuannya agar semua orang yang berada di rumah mengerti bahwa kita sedang sibuk mengerjakan pekerjaan dan meminimalisir untuk tidak menganggu atau meminta bantuan. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman yang sengaja maupun tidak sengaja hanya karena kita tidak terbuka dengan pihak keluarga.

5. Tidak melakukan lembur setiap hari

Photo by Ruslan Burlaka from Pexels

Photo by Ruslan Burlaka from Pexels via https://www.pexels.com

Agar pikiran waras dan tubuh tetap sehat maka hal yang harus dilakukan sebagai pekerja adalah tidak lembur setiap hari. Satu hari lembur saja sudah mengurangi jam istirahat, apalagi dilakukan berhari-hari. Bisa stres nanti.

Jika memang pekerjaan masih banyak dan harus selesai pada hari itu juga, maka yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan pekerjaan satu per satu pada saat jam kerja di kantor. Wong mesin saja sering ngambek kalau diajak kerja terus, apalagi manusia yang sudah jelas ada jam istirahatnya. Kalau dipaksa lembur tiap hari yang ada malah cari penyakit bukan cari gaji.

Menaati segala peraturan yang ada di kantor memang menjadi kewajiban bagi setiap pekerja. Jam kerja yang sudah ditentukan dari awal menjadi prioritas utama untuk mendapatkan hak yang semestinya.

Jika lembur menjadi sebuah upaya untuk mencapai target yang ingin dicapai, sudah selayaknya ada keberpihakan atasan untuk memberikan apa yang sudah seharusnya didapatkan oleh pekerja. Pekerja tanpa atasan ibarat kaki tanpa kepala, tak terarah. Tapi atasan tanpa pekerja ibarat nahkoda tanpa anak buah kapal, bisa berlayar tapi goyah ketika badai menerpa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

CLOSE