Di tengah-tengah ngumpulnya keluarga besar kadang kita ngerasa enggak tau mau ngapain. Terlebih kalau keluarga besarmu itu dari jauh dan mereka kurang komunikasi denganmu. Kemudian satu-satunya pengusir bosanmu kamu adalah main HP. Atau, terkadang kamu pengen ikut cerita-cerita ama saudara-saudaramu tapi merasa kikuk mau cerita apa. Endingnya kamupun cuma ngeliat-ngeliatin mereka cerita, atau kalo enggak jika ada TV di sana kamu ya nontonin acara-acara TV yang terasa hambar waktu dikelilingi keluarga besarmu yang sedang ngobrol.

Padahal acara ngumpul adalah momen-momen precious buatmu untuk saling share, bagi-bagi pengalaman, dan memperbanyak informasi general. Nah, inilah mengapa tulisan gue hadir. Supaya kalian enggak mantengin HP mulu dan silaturahmi sebagai inti lebaran bisa berjalan, ini nih topik yang bisa kalian awali sehingga bisa saling ngobrol!

 

1. Ngobrolin tempat tinggal saudaramu.

Ngobrol bareng keluarga. via http://facebook.com

Kalau saudara-saudaramu datang berbagai kota, kenapa enggak mengawali obrolan bagaimana tempat tinggal saudaramu itu?

Contohnya kalau saudaramu tinggal di Malang, mulai saja obrolan dengan :

Advertisement

"Tante di Malang sekarang dingin gak sih? kata-katanya sekarang udah panas, bener gak sih?"

Metode ini gue sebut metode "kata-katanya". Jadi kalian awali bahasan tentang opini yang beredar mengenai tempat tinggal saudaramu. Misalnya "Katanya disana dah mulai macet ya?" Katanya di sana ada proyek Exxon ya?" Katanya di sana mulai dibangun pemerintah ya?" Katanya di sana ujan terus ya?"

Nanti pasti saudaramu akan menjawab pertanyaanmu dengan hangat. Dan, kamupun dapat melanjutkannya dengan berbagai hal yang terkait dengan itu.

Advertisement

"Masak sih, tante, masih dingin? Temenku yang kuliah di UMM katanya di sana suasananya panas udah kayak di sini. Eh UMM itu Malang bagian mana sih, Tante?"

Etcetera, etcetera, etcetera. Dan, boom! Obrolanpun dapat mulai berjalan. Jangan kaku waktu bertanya, jangan kayak robot! santai aja kayak di pantai, Bro!

2. Ngobrolin tentang sekolah.

ITB salah satu PTN wow Indo. via http://www.pedidikanindonesia.com

Ini sangat berguna bagi kamu yang pengen nyari sekolah. Jika ada saudaramu yang lagi kuliah, tanyalah informasi-informasi yang berkaitan dengan pendidikan dan wawasannya yang berkaitan dengan itu. Mulai dari bagaimana seleksi masuk kampusmu, biaya kuliah, jurusan yang cocok buatmu, prospek kerja jurusanmu, dan sebagainya. Terlebih kalau saudaramu itu berada di sekolah yang kamu tuju. Misalnya :

"Mbak, Mbak mahasiswa ITS ya, aku kan rencana mau ngambil IT di sana, susah gak mbak masuknya?"

Atau kalau kamu pengen sekedar ngobrol-ngobrol biasa, tanyakan saja bagaimana keadaan kampus saudaramu dan jurusan yang dia ambil.

"Mbak gimana sih rasanya kuliah di ITB? Pasti isinya anak-anak pinter semua ya hehe"

Jika saudaramu itu seorang yang kamu ketahui punya wawasan luas, tidak ada salahnya kamu meminta pendapatnya tentang tips-tips untuk kuliah. Mulai dari hal-hal tentang memilih kos-kosan, cara menyeimbangkan belajar dan kegiatan organisasi, cara mendapatkan beasiswa dan etcetera.

3. Ngobrol perjalanan mudik.

Suasana jalan. via http://img2.bisnis.com

Mungkin kalau kamu seorang yang enggak dekat-dekat amat ama saudaramu sehingga malu buat tanya jauh-jauh tentang tempat tinggal atau kuliah, bahas aja bagaimana perjalanan mudiknya. Misalnya berangkat jam berapa, macet atau ramai lancar, cuaca waktu di jalan, dan sebagainyalah. Tapi, jangan hanya tanya yang terlihat basa-basi sehingga dijawab pendek dan ngobrolpun jadi cepet kelar, malah endingnya sama-sama diam.

Kamu : "Tadi macet tante?"

Saudara : "Iya. Tapi alhamdulillah enggak lama"

Kamu : "Oh."

Hening.

Awkward :/

Selingi metode 'katanya' atau beri sedikit improvisasi.

"Mbak tadi macet ya, katanya di TV jalur Pantura macet total gara-gara ada kecelakaan truk. Gimana sih ceritanya?"

4. Ngobrol pengalaman masa lalu dengan saudaramu.

Ngobrol pengalaman. via https://www.colourbox.com

Senggak-enggak deketnya kamu ama saudaramu pasti pernah sekali kamu ketemu ama mereka, entah hanya bertamu di rumahmu atau malah pernah rekreasi bareng. Jadikan aja hal itu bahan obrolan. Ingat-ingat pengalamnmu bersama mereka, lalu buatlah jadi topik buat mengawali percakapanmu.

"Eh mbak ingat waktu tahun 2010 ke sini? Yang abis lebaran kita langsung pergi ke Dufan."

"Ingatlah, yang kamu malah nangis itukan ketinggalan di tempat parkir?"

"Iya HAHAHA. Dulu Dufan beda ya ama sekarang."

"Iya beda, sekarang bla-bla-bla …."

Percakapanpun berlanjut.

5. Ngobrol tentang perkembangan saudaramu.

Setelah sekian lama enggak bertemu pasti ada perkembangan dari saudaramu. Entah dari karirnya, pendidikan, relasi, gaya hidup, dan banyak lagi. Gunakan saja itu untuk mengawali obrolan lebaranmu.

"Eh Mas, dulu mas gemuk kok sekarang bisa kurus. Hebat, deh. Gimana caranya?"

"Kakak katanya nulis buku ya? gimana udah terbit? Bukunya tentang apa?"

"Mbak nerusin S2 dimana? Nggak ngambil di luar negri? Aku denger-denger banyak beasiswa S2 di eEopa."

6. [Ekstrim] Ajak berbisnis bersama!

Ngobrol bisnis. via http://pharmacy.aau.ac.ae

Ini metode yang sangat gue saranin kalo kalian udah saling kenal baik ama saudaramu itu. Metode ini terinspirasi dari ceramahnya Pak Mario Teguh. Well, kalo kalian punya ide bisnis, tidak ada salahnya kalau kamu mengajak saudaramu untuk bersama-sama membangunnya. Apalagi kalau ide bisnis kamu membutuhkan posisi dan skill yang harus dihandel oleh orang yang berpengalaman. Contohnya kamu punya ide buat berbisnis kaos, mungkin kalo ada saudaramu yang kuliah jurusan DKV, kamu bisa mengajaknya buat kerja sama. Atau kalau kamu membutuhkan seorang yang menangani keuangan dalam usahamu, ada baiknya kamu melowongkan itu ke saudaramu yang jurusan akuntansi atau yang berhubungan tentang keuangan. Di momen lebaran dimana kamu berkumpul dengan kerabatmu dari berbagai background, pasti ada peluang dimana kalian bisa saling membantu.

Begitulah tips-tips buat kalian supaya tidak menunduk maen HP mulu waktu kumpul keluarga. C'mon guys, waktu keluarga besar ngumpul adalah waktu dimana kamu bisa menambah wawasan secara santai. Apalagi momen lebaran, momen dimana kita bisa ngobrol hangat dengan semua kerabat dari berbagai daerah. Apalah arti Idul Fitri kalau yang kamu salami bukan tangan, tapi malah HP. Apalah arti mudik, kalau kamu datang jauh-jauh hanya cuman berhadapan dengan layar smartphone. Apalah arti silaturahmi, kalau kamu BBM an dengan temanmu, padahal ada saudara-sudara di depanmu.. Lebaran adalah momen silaturahmi dengan keluarga, bukan dengan benda elektronik, oke?

Oh ya. Terima Kasih kepada Alvian Dicky atas foto lebarannya di listicle pertama yang telah memperkece artikel gue. Follow dia yuk di Instagram : @alviand13

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya