1. Visa

karena masuk India butuh VISA

karena masuk India butuh VISA via http://www.evisaforindia.com

Mengurus visa ke India aku lakukan sendiri di kedutaan India yang ada di Jakarta. Awalnya aku mengurus untuk visa turis tapi karena aku memiliki Invitation letter dari sebuah lembaga di India jenis visaku berubah dan persyaratan juga bertambah.

Alhasil pulang lagi dan besok harus kembali ke kedutaan lagi. Hari selanjutnya kembali ke kedutaan dan thank GOD lancar hari itu juga visa jadi. Hari pertama aku datang ke kedutaan India di Jakarta dibarengi oleh kejadian bom sarinah, hal yang menarik dari bom sarinah adalah yang dianggap pelaku bom menggunakan kaos yang bertuliskan namaku.

Urus urusanmu dengan tanganmu sendiri tapi ingat sendiri bukan berarti kamu sendiri. #IniPlesirku

2. Penerbangan

rencana perjalanaku

rencana perjalanaku via http://abacus.com

terbang sendiri ke negara orang terkadang menuntun kita untuk berani berkenalan dengan orang baru. Begitu juga awal perjalananku ke India, penerbangan pertamaku adalah Jakarta-Singapore kemudian Singapore-Mumbai dan Mumbai-Indore.

Di Singapore aku harus menunggu lebih dari 12 jam untuk perjalanan selanjutnya, bingung mau ngapain di bandara, tapi untunglah saat boarding di bandara Soekarno-Hatta aku berkenalan dengan seorang kawan dan singkat cerita aku diajak nginap di kantornya dan ngerasain naik krl di Singapore.

Penerbangan dari Singapore menuju Mumbai cukup lama sekitar 7 jam dan perbedaan waktu antara Singapore dan India adalah 2 jam 30 menit. Sedangkan untuk pulang aku memilih dari Chennai-Kuala Lumpur, Kuala Lumpur-Solo.

Untuk orang Indonesia bisa keluar dari semua bandara internasional di India, jadi gak perlu takut untuk masuk dan keluar dari bandara yang berbeda. Belum ada penerbangan langsung dari Indonesia menuju India, berdoa yuk biar ada penerbangan langsung. 

3. Coba Transportasi Lokal

wajib dicoba naik Riksaw atau Tuk-tuk

wajib dicoba naik Riksaw atau Tuk-tuk via http://Desakkata.wordpress.com

udah di India mau pergi ke tempat yang dituju naik apa ya? 

Pilihan naik apa tergantung kantong kamu dan apa yang menjadi kesukaan kamu. Selama India kemarin lebih sering menggunakan bis kota, karena harganya murah kedua untuk perempuan ada bagian khusus.

Tapi kalau pulang terlalu larut biasanya naik taksi atau riksaw, untuk malam hari mereka ada tambahan biaya. Cara memesan taksi di India kamu harus download aplikasi di smartphone kamu, sedangkan riksaw kamu bisa jumpai di sepanjang jalan atau untuk beberapa kota mereka menyediakan aplikasi yang bisa di download dari smartphone.

Ada transportasi lain yaitu becak sepeda, dan juga kereta bawah tanah. Tidak semua kota besar di India punya kereta bawah tanah maupun becak sepeda. Jujur aku suka sama riksaw karena gak pernah naik selama di Indonesia dan juga supir riksaw kalau bawa riksaw lebih jago daripada para pembalap di sirkuit balap.  #IniPlesirku

4. Belajar Bahasa HINDI

karena gak semua tempat ada aksara latin

karena gak semua tempat ada aksara latin via http://desakkata.wordpress.com

Gag semua orang di India bisa ngomong bahas inggris jadi kamu harus tau beberapa kata-kata dasar untuk bertahan di India. Ini adalah beberapa kalimat dasar yang wajib kamu hafal ketika berkunjung ke India. Kamu bisa menggunakan aplikasi terjemah online 

Berapa harganya? = Kit Na ? 

siapa nama kamu? = आपका नाम क्या है  aapaka naam kya hai ?

akan lebih baik kalau kamu punya kawan yang faham bahasa hindi setidaknya verbal karena di beberapa tempat wisata maupun belanja mereka yang bisa bahasa hindi mendapat kemudahan. Saat sendiri berpergian seperti yang aku lakukan kemarin cara paling ampuh untuk mendapat kemudahan adalah coba kenalan dengan warga India, beruntungnya yang aku jumpai orang-orang yang ramah sama pendatang jadi mereka dengan senang hati membantu. #IniPlesirku

 

5. Makanan

Jangan takut coba makanan di India

Jangan takut coba makanan di India via http://wordpress.com

Makanan di India gimana ya? Makanan di India secara umum dibedakan menjadi 2 Vegetarian dan Non-Vegetarian. Makanan kemasan maupun restaurant di India pada umumnya mencantumkan tanda Hijau untuk vegetarian dan Merah untuk non vegetarian.

Bagaimana kalau saya mau cari makanan halal? Pada umumnya para pelancong mempertanyakan makanan halal untuk jenis olahan ayam, kamu bisa tanyakan kepada si penjual tentang kehalalan makanan yang kamu makan.

Minggu pertama di India setiap hari bawaanya pengen makan ayam di salah satu gerai ayam goreng yang ada di mall, tapi minggu kedua dan sampai akhir plesirku di India aku justru jatuh cinta dengan berbagai makanan di sana, untuk makanan favoritku adalah Cholle Bhature dan Ladu.

Cemilan di India juga banyak banget variasinya, aku jatuh cinta sama kacang tanah sangrai yang dijual keliling dan juga permen kapas. #IniPlesirku

6. Tempat Wisata

sempatkan mampir ke India gate kalau ke Delh

sempatkan mampir ke India gate kalau ke Delh via http://desakkata.wordpress.com

Tempat wisata adalah tujuan utama, tapi proses menuju tempat wisata bisa jadi menjadi kenikmatan tersendiri untuk dinikmati. Awalnya aku gak ada kepikiran sama sekali mau jalan-jalan ke banyak tempat wisata di India, tujuan utama adalah Taj Mahal tapi seiring dengan situasi dan kondisi tujuan menjadi lumayan banyak.

Di Indore plesiran ke Van Vihar national park, Taj Ul Masajid, Birla Mandir Temple (di tempat ini aku dapat bunga dari dewi Laksmi), Upper Lake, 

Di Agra plesiran ke Agra Fort dan Taj Mahal 

Di New Delhi plesiran ke India Gate, Humayun Tombs, Lotus Temple, Nizamudin, Jama' Masjid, Janpath Market.

Di antara semua tempat itu Taj Mahal mematok tarif masuk paling mahal untuk orang asing yaitu 750 Rupee atau sekitar 165.000 Rupiah itu belum termasuk guide. Aku gak plesiran sendiri karena pada kenyataanya selama di India aku bertemu banyak kawan baru. Jadi jangan takut ke India sendiri #IniPlesirku

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya