Saat kau menjadi bagian dalam perjalanan hidupku, tidak ada rindu yang membuatku menunggu lagi. Bahkan jika saja sang pencipta membiarkanmu menjadi bagian dalam hidupku mungkin itu takdir, takdir yang bisa saja menjadikan hatiku patah untuk kedua kalinya dan aku pasti akan mengerti bagaimana kau dihadirkan untuk menjadikan kumengerti. Sesuatu yang dipasakan tidak akan pernah baik akhirnya.

1. Aku punya banyak mimpi bersamamu, tapi harusnya bukan aku saja. Kamu pun harus menggapainya, bukan?

Setiap kali aku memandang langit malam, aku merasa kau mendengarkannya, kau melihatku meski dari kejauhan. Bukankah itu terlalu berlebihan? Seperti itulah empat tahun kulewati sepanjang perjalanan dari sebuah pengharapan. Rindu itu berat namun tak nampak, namun tetap saja hanya namamu saja yang kuijinkan menjadi bagiannya.

Advertisement

Tiada rasa yang lebih menyakitkan dibandingkan dengan sebuah pengharapan, "Allah timpahkan kepadamu atas pedihnya sebuah pengharapan (Imam Syafi'i )." Sebuah memori yang ingin selalu kuulang hingga tak sadar waktu yang telah kulewati selama itu. Jujur saja, saat tidak ada yang bisa disalahkan, kekecewaan akan datang menghakimi diri sendiri, kenapa harus sekuat itu tekad untuk menjadi bagian dalam hidupnya.

2. Tidak ada obat yang lebih baik melebihi pengalaman. Cinta butuh rasa, tapi hati butuh menjedanya

Waktu akan menghapus semua duka dengan perjalanannya. Jika saja kau mau ikut, hatiku? Tidak akan mungkin rindu ini melebur menjadi puing-puing kekecewaan, jalan yang ku tempuh saat ini menuntutku untuk melupakan. Aku pernah berada di titik keputusasaan tanpa menyadarinya, mungkin saja saat itu emosiku masih labil, hingga apa yang kupikir benar belum tentu baik untuk hidupku.

Percaya saja, saat semua hal menyakitkan itu menghampiri, akan ada satu titik untuk menghentikan langkahku. Bukankah sesuatu yang dipaksakan itu tidak akan baik untuk hidupku? Jika itu titik terangnya maka melupakanmu adalah kisah terdrama yang pernah aku alami.

Advertisement

Melupakanmu adalah bagian dari keyakinan hati untuk menemukan keikhlasan, meskipun seperti itu terkadang hati memilih jalan lain dan menolak untuk diajak pergi melupakan sosok sepertimu.

3. Saat rindu itu sudah tidak lagi sama, aku mungkin sudah menutup semua jalan menuju hatimu kembali

https://www.google.co.id/search?q=senja&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiG6Z7s2oXcAhWQad4KHa1CAvgQ_AUICigB&biw=1366&bih=670#imgrc=6qL18OrDCGn8-M:

https://www.google.co.id/search?q=senja&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiG6Z7s2oXcAhWQad4KHa1CAvgQ_AUICigB&biw=1366&bih=670#imgrc=6qL18OrDCGn8-M: via https://google.co.id

Bagaimanapun, kau pernah menjadi yang kutunggu sepanjang empat tahun ini. Kebaperan terakut yang pernah kualami. Seseorang yang tidak pernah menjadi bagian dalam hidupku berhasil membuat tempatnya sendiri. Aku pernah sangat mengagumi senja hingga aku lupa bukan aku saja pengagumnya, bagian terpenting dalam mencintai adalah kebahagiaan, jika saja sebagian dari hatimu ada dalam bagian hidupku mungkin itu namanya kebahagiaan, tapi bisakah kudapatkan seuutuhnya tanpa ada penantian? Mungkin itu salah. Tidak ada yang namanya kebetulan dalam hidup, yang ada hanya alasan bagaimana sang pencipta menunjukan jalan yang benar untuk dilanjutkan.

Sudahlah, tidak ada kata penyesalan dalam perjalanan hidup, tidak mudah memang mengembalikan hati menjadi utuh, tapi tidak ada salahnya bukan untuk mencoba? Mencoba menyembuhkan hati yang patah dalam proses pendewasaan diri. jika saja kau tidak singgah dalam hidupku, mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan kedewasaan.

4. Biarkan saja semua itu berlalu, aku pun akan terus berjalan bersama dengan waktu tapi tidak dengan memilikimu

Tidak ada kata yang lebih indah melebihi ikhlas, bukankah semua sudah diatur oleh sang pencipta? Jika saja aku hidup hanya untuk menunggumu, bukankah itu sebuah kesia-siaan? Saat tidak kutemukan jalan untuk menujumu, bukankah takdir tidak membiarkan aku menangisi penantianku?

Aku yang mencintaimu penuh dengan kesemogaan, telah kutemukan jalan untuk melepaskan. Dalam diam dan heningnya malam selalu saja namamu yang kuriuhkan, tidak akan ada kata penyesalan dalam penantian tapi rindu yang dipaksakan itu tidak harus selalu berujung kebahagiaan. Aku hanya ingin berjalan dengan waktu, membiarkan perasaanku menghapus rindu, karena sebuah keikhlasan datang saat hati memang tidak lagi menyimpan duka untuk seorang makhluk-Nya.

5. Bagaimanapun akhirnya, selalu ada hikmah untuk setiap yang terjadi, bukankah itu menguntungkan?

https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwj2joLan4fcAhWJwbwKHRS7ApYQjRx6BAgBEAU&url=httpwww.jerseygardens.info201801buku-putih-putih-lily-berwarna-deskripsi-singkat&psig=AOvVaw2zjXGrhSeRUdk1P4c7rVYA&ust=1530855345199526

https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwj2joLan4fcAhWJwbwKHRS7ApYQjRx6BAgBEAU&url=httpwww.jerseygardens.info201801buku-putih-putih-lily-berwarna-deskripsi-singkat&psig=AOvVaw2zjXGrhSeRUdk1P4c7rVYA&ust=1530855345199526 via https://google.co.id

Ttidak ada yang bahagia untuk cinta sepihak saja, terlalu banyak kata seandainya, mungkin saja, atau pun kalau saja, sudah mewakili bahwa aku belum menerima kenyataan yang terjadi untuk hidupku. Kadang apa yang aku yakini bisa mengkhianatiku tapi tidak aku yakin pada sang pencipta. Bagaimana pun akhirnya nanti, tidak akan ada satupun yang bisa menebaknya kecuali sang pencipta.

Bahkan mungkin jika suatu saat nanti aku mulai berjalan dan kutemui kau di masa yang akan datang, mungkin itu hanya akan menjadi pengingat, aku pernah seegois itu untuk menjadikanmu penyempurna dalam bagian hidupku. Itu sungguh tidak adil, karena aku sudah mendahului Sang Pencipta, untuk sebuah takdir yang aku ciptakan sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya