Kata nenekku, kakekku adalah sosok pahlawan keluarga,tetangga dan juga wanita. Ya itu terjadi saat dahulu kala lah, dijaman dimana kakek dan nenekku sama sama masih muda dan berjuang bersama untuk terbebas dari penjajahan. Kalau gak salah,p as jaman penjajahan belanda.disaat aku masih tiada di dunia pastinya.hehehe....

Walaupun nyata-nyatanya perjuangan saat itu tidak hanya tentang berjuang untuk terbebas dari penjajajah. Ada perjuangan perjuangan lain yang memang menjadi bagian dari perjalanan kakekku yang tak takut mati saat berjuang. Tapi tentu ,kisah ini akan aku mulai dari cerita paling awal.

1. Terlahir dengan luasnya Lahan dan ilmu kebal

lahannya banyak sih !!! via http://www.google.co.id

Kakek memang terlahir dengan memiliki luas lahan yang membentang. Namun di masa penjajahan,banyak dari para petani lokal yang dipaksa untuk menyerahkan lahan kepada kolonial melalui dedengkot dedengkot pribuminya. Tentu, sebagai pemilik lahan. Kakek tak maulah menyerahkan lahan dengan cuma-cuma dan begitu saja diserahkan kepada penjajah. Naah, dengan badan tegap besar dengan ilmu kebal, kakek terpaksa harus mempertahankan lahan turun temurunnya dengan adu kejantanan.

Ya, seperti taruhan gitulah. Yang menang, menjadi pemilik lahan, dan yang kalah, ya pasrah dengan keadaaan.

Advertisement

Dalam taruan tersebut,ya kakekku bisa mempertahankan lahan kelahirannya dengan kekuatan dan ilmu kebal yang dimiliki agar tak dirampas oleh penjajah.

2. Penjara bagi sang badan kekar yang bebal

menakutkan ! via http://www.google.co.id

Menjadi pemenang bukan hal yang menyenangkan. Karena saat itu yang dilawan adalah penjajah. Mau menang atau tidak, tetap saja .dipaksa untuk menyerahkan lahan. Ya, karena dedengkot penjajah kalah.para penjajah terpaksa memakai cara kemeliteran untuk menundukkan kakek. Namun, namanya juga orang bebal dan kebal. Kakek gak mau tunduk menyerahkan lahan yang dimilikinya. Terpaksa harus di penjara dengan sejuta luka dihati yang harus meninggalkan nenek dan keluarga di rumah.

Bukan luka fisik loh ya!

3. Mandor penjajah, pahlawan keluarga, tetangga dan wanita

berteman hanya di depan muka saja via http://www.google.co.id

Advertisement

Penjara tak buatnya menyerah walaupun dengan hukuman sengatan listrik dan bogeman penjajah. Kakek yang bebal dan kebal malah trus menantang dengan tangan terikat di kursi. Bahkan ceritanya,sampe di bacok dan di tembak peluru timah bulat tetap saja tak mempan.karena sang kakek punya ajian dan besi kuning hasil pertapaan yang buat kakek kebal. Terpaksa, penjajah harus menggunakan cara picik dengan mengancam anggota keluarga dan tetangga disekitarnya yang tak berdaya akan di bantai begitu saja. Dengan rela hati, kakek menyerah untuk tunduk pada mereka dengan syarat. Kakek menjadi penjaga alias mandor lahan hasil rampasan para penjajah. Kejadian inilah yang membuat kakek berteman secara nyata namun tidak dengan rasa yang ada di dalam dada.

4. Berkuasa dengan banyak cinta

asyik gak ya? via http://www.google.co.id

Menjadi teman penjajah dan terbebas dari penjara, tentu menjadi hal yang menyenangkan. Karena bagi sang kakek, kebebasannya bisa menjaga keluarga dan tetangga-tetangga disekitarnya walaupun harus merelakan lahan kepemilikannya. Namun beruntungnya,kakek masih diberi kepercayaan oleh pejajah menjaga lahannya untuk sekedar mendapat uang buat keluarga.

Berita kebebasan dan kekebalan kakek tentu menjadi perbincangan, dan hal ini menjadi magnet tersendiri bagi banyak kalangan, khususnya para kaum hawa. Kaum hawa yang membutuhkan sosok jawara untuk menjaga dirinya, akhirnya banyak yang dengan sukarela jatuh kepelukan sang jawara walaupun sudah berkeluarga.

5. Setia untuk satu wanita pada akhirnya

berjanji setia demi agama dan keluarga via http://www.google.co.id

Namanya juga manusia,p ernah khilaf hal biasa. Kalau ada yang mengatakan tak pernah, aha itu bullshit belaka. Sama halnya juga kakek, yang merasa hebat karena dipuja banyak wanita. Akhirnya sadar juga bahwa cinta dan kesetian harus dipunya hanya untuk satu wanita, yakni nenek. Nah, perjuangan ini lebih sulit daripada sekedar melawan penjajah saat itu. Karena urusan hati, tak ada yang namanya ajian ataupun ilmu kebal godaan. Kecuali dengan keimanan yang benar benar melekat di hati. Nah, dari situlah sang kakek yang terlahir dengan budaya tanpa dibentengi agama. Akhirnya berusaha semaksimal mungkin untuk ngaji dan mengkaji kehidupan. Bahkan sampai bertahun tahun lamanya, sampai bahkan indonesia terbebas dari penjajah.Kakek baru bisa menebalkan keimanannya, dan membuat semua ke sok'annya dengan mengedepankan aturan agama dan setia pada satu wanita sampai menutup mata.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya