<>1. Tentang bahasa dan huruf-huruf ajaib.
Ada waktu yang harus dikhususkan demi sebaris kalimat ajaib

Ada waktu yang harus dikhususkan demi sebaris kalimat ajaib via http://m.republika.co.id

“GhIe aPz, nich?”

“Eka, beZokz peL sBk DisuRuH BaWa seLenDankZ bUaT MeNaRi”

“Qu iNgiN sEMbUnYi dArI QeZamnya DuNiA”

Percaya gak kalau barusan itu butuh waktu yang lama untuk nulis tiga kalimat di atas? Mungkin orang-orang yang suka menggunakan bahasa dan huruf-huruf ajaib di aplikasi chat memang punya ketangkasan dan penalaran yang cerdas. Namun tetap saja penggunaan bahasa yang gaul itu malah bisa menyusahkan orang lain yang membaca chat tersebut. 

Jadi sebaiknya, kita tak perlu membuat orang lain pusing dan sakit mata karena membaca tulisan yang sulit diinterpretasikan. Menjadi mainstream dalam hal ini sangat diperlukan karena orang lain mungkin tak punya banyak waktu untuk menerjemahkan chat gaul yang kita ketik. Kalau mau melatih ketangkasan mengetik dan berbahasa gaul, bukan aplikasi chat tempatnya.

<>2. Ritual Broadcast Message ke semua kontak.
Bijaklah menggunakan broadcast message untuk sesuatu yang penting

Bijaklah menggunakan broadcast message untuk sesuatu yang penting via http://kaltim.tribunnews.com

Mentang-mentang ada fitur broadcast message di aplikasi chat-nya, ada saja pengguna smartphone yang hobinya kirim broadcast message setiap hari. Isi pesannya pun sangat beragam. Mulai dari tes kontak, ngajak kenalan, mempromosikan teman yang jomblo atau sekadar jualan. Kita tentu cukup familiar kan dengan kalimat-kalimat broadcast message seperti ini?

“sorry, test contact.”

“Ari Sunarto, lagi cari banyak temen dan pacar. Yuk kenalan, pin : 573af44u383%$”

“Jual obat pelangsing, peninggi, penggemuk, pengurus badan, minat PM me.”

Tak perlulah kita jelaskan lagi bagaimana suasana hati yang meradang di kala menanti chat penting. Tetapi, ternyata yang muncul hanya broadcast message dari si tukang obat pelangsing.

<>3. Suka pasang DP yang serem atau ganggu banget.
Membuka recent update jadi seperti uji nyali atau uji keimanan

Membuka recent update jadi seperti uji nyali atau uji keimanan via http://pinterest.com

Ada lho orang yang hobinya pasang DP (display picture) yang serem! Misalnya, gambar kuntilanak atau spesies mahkluk halus lainnya. Meskipun tampak remeh, tapi ternyata hal ini juga bisa mengganggu kenyamanan pengguna aplikasi chat lainnya. DP yang diganti biasanya akan muncul di recent update atau timeline dan bisa dilihat oleh semua kontak yang ada di aplikasi chat.

Hasilnya, mungkin ada yang kaget, bergidik ngeri, atau sampai lempar smartphone karena takut melihat gambar bernuansa horor. Jenis DP lainnya yang juga mengganggu adalah DP berupa foto perempuan seksi berpakaian minim bahan. Bayangkan bagaimana teguhnya keimanan para pria bisa mendadak goyah hanya karena DP “mengundang” yang tampak di layar smartphone.

Mbok ya pasang DP yang wajar-wajar saja toh, nduk. Supaya tidak menimbulkan kontroversi dan kehebohan.

<>4. Chatting-nya malah pindah ke Recent Update atau Timeline.
Ada orang yang senang kalau pembicaraannya jadi bahan pembicaraan. Ada.

Ada orang yang senang kalau pembicaraannya jadi bahan pembicaraan. Ada. via http://linkedin.com

Buka recent update, tampillah pesan yang berbunyi:

“Nis, bbm lemot, nih. Gue udah sampe Sency, ya.”

Dua menit kemudian muncul lagi recent update lain:

“Iya, Ta. Gue lagi OTW, ya. Eh, tolong beliin bukunya dulu dong.”

“Gak bisa, Nis. Gue gak bawa duit, nungguin elo nyampe deh, ya.”

“Ya, udah tunggu ya. Ini macet banget di Slipi.”

“Catetan Ekotek elo ga lupa bawa kan, Nis?”

Emangnya menurut ngana, recent update itu tempat buat chatting?

Ya gak gitu jugalah! Kalau sesekali kita ngasih info penting di recent update karena sinyal sedang tak mendukung, tentu masih bisa dimaklumi. Tetapi bukan berarti chat-nya jadi halal untuk berpindah ke recent update. Melakukan hal tersebut berarti secara tak langsung, kita sudah mengganggu kenyamanan para pengguna aplikasi chat yang lain.

Sejatinya, recent update atau timeline ditujukan sebagai salah satu sarana penyampaian informasi atau sekadar hiburan sesaat di waktu senggang. Jangan bikin orang lain jadi sebal melihat percakapan kita yang terlalu panjang di recent update atau timeline, ya!

<>5. Nge-PING kok jadi hobi?
Menimbulkan getaran di saku atau tidak, nge-ping nyatanya tak selalu efektif.

Menimbulkan getaran di saku atau tidak, nge-ping nyatanya tak selalu efektif. via http://huffingtonpost.ca

Hal yang satu ini biasanya dilakukan oleh orang yang gak sabaran atau golongan ibu-ibu yang agak gagap teknologi. Mungkin mereka berpikir kalau dengan nge-ping, chat yang dikirim bakal lebih cepat sampai atau lebih cepat dibaca sama orang yang dituju. What on earth are you thinking about?

Jika orangnya memang sedang tak sibuk atau sedang menggunakan smartphone, tentu saja chat yang dikirimkan akan lebih cepat dibuka. Lain halnya kalau si orang yang dituju sedang jauh dari smartphone, sedang sibuk, atau sedang mematikan smartphone. Karena sampai hujan jadi warna-warni pun, mereka pasti tidak akan melihat puluhan ping yang masuk ke aplikasi chat mereka.

Dalam keadaan yang genting atau butuh respon cepat, alangkah baiknya kalau kita memanfaatkan fasilitas telepon. Sementara kalau sedang tak punya pulsa, pakai saja fitur free call untuk teleponan gratis sepuasnya hingga dower.

<>6. Update status yang isinya marah-marah atau sumpah serapah.
Siapa hayo yang masih suka marah-marah tak terkendali di aplikasi chat?

Siapa hayo yang masih suka marah-marah tak terkendali di aplikasi chat? via http://whatsome.deviantart.com

Ada banyak cara yang sering digunakan untuk melampiaskan kemarahan yang sedang memuncak. Berhubung ini zaman yang serba canggih, salah satu cara yang dianggap paling eksis dan ngetren adalah marah-marah di status aplikasi chat

Sesungguhnya barangsiapa yang mengumbar emosi di status aplikasi chat, mereka hanya akan jadi bahan gunjingan di kemudian hari. Mau gak kalau statusmu yang selalu dipenuhi dengan sumpah serapah itu, jadi bahan gosip baru bagi orang-orang yang ada di kontak chat?

Ingatlah, bahwa tidak semua orang peduli dengan kekesalan yang sedang kamu alami! Sebagian orang bisa merasa terganggu dan sebagian lagi malah asyik memanfaatkannya menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Aplikasi chat itu memang milik kamu. Kamu bebas menggunakannya sesuai dengan keinginanmu. Namun bukankah akan lebih baik kalau kamu menggunakannya secara bijak tanpa mengumbar aib atau kelemahan dirimu sendiri?

<>7. Siapa yang terakhir yang harus membalas chat?
Karena sopan itu keharusan, dimanapun kamu berada

Karena sopan itu keharusan, dimanapun kamu berada via http://lcbcchurch.com

Waktu sedang bergosip dengan sahabat di aplikasi chat, tidak jadi soal siapakah yang terakhir membalas chat. Yang jadi soal adalah ketika kamu sedang chat dengan gebetan, dosen, bos, guru, atau orang lain yang kamu segani.

Usahakan agar kamu jadi orang yang terakhir membalas chat walaupun hanya balasan singkat berupa emoticon senyum, kata “ok”, atau ucapan selamat malam. Sebab hal tersebut menunjukkan itikad baik dan kesopananmu sebagai pengguna aplikasi chat. Menjadi orang yang terakhir membalas chat saat ngobrol sama gebetan menandakan kalau kamu memang antusias dan senang bisa chat sama si dia. Ciyeee, lalu bunga-bunga pun bermekaran indah di hatimu.

Perilaku seperti ini sih memang tampak sepele. Analoginya bisa kita ibaratkan seperti, “Siapa yang terakhir menutup gagang telepon ketika melakukan pembicaraan via telepon?”. Kamu pasti lebih segan dong menutup gagang telepon duluan kalau berbicara dengan orang yang kamu hormati?

Begitu juga halnya dengan pembicaraan di aplikasi chat. Kalau kamu menjadi orang terakhir yang membalas chat, itu berarti kamu menghargai orang yang sedang chat denganmu. Apalagi kalau yang sedang chat denganmu itu adalah orang yang lebih tua atau kedudukannya lebih tinggi darimu. Tidak masalah kan kalau chat terakhirmu itu cuma di-read saja, toh memang pembicaraan di chat sudah berakhir.

<>8. Sulit memilih emoticon yang sesuai dengan konteks obrolan.
Bisa saja petaka timbul hanya karena stiker atau emoticon yang keliru

Bisa saja petaka timbul hanya karena stiker atau emoticon yang keliru via http://handwritingid.blogspot.com

Asyiknya kalau punya aplikasi chat yang canggih, bisa memakai banyak emoticon atau sticker yang gambarnya lucu dan berwarna-warni. Kalau sama teman sebaya atau sahabat sih, gak masalah ya kalau kamu mau pakai beragam emoticon atau sticker yang sudah kamu kumpulkan di aplikasi chat. Yang jadi masalah itu kalau kamu gak bisa memilih emoticon tersebut sesuai dengan konteks obrolan dan orang yang sedang chat denganmu.

Ceritanya lagi nge-chat ibu dosen pembimbing yang belum tiba di kampus :

“Bu, saya tunggu ibu di depan ruang dosen, ya.”

“Ok, wait a moment.”

“Denis, saya sudah di ruang dosen. Kamu di mana?”

“Sebentar ya, Bu. Saya lagi ke toilet” (kemudian kasih sticker orang lagi poop)

Gaul sih gaul, ya. Tapi bukan begitu juga deh caranya. Belajarlah untuk mengenali emoticon atau sticker apa yang cocok digunakan untuk semua orang dan sticker mana yang cuma bisa kamu gunakan untuk kalanganmu sendiri. Sehingga kamu akan tampak sebagai pengguna smartphone yang beretika dan cerdas.

 

 

Setelah membaca 8 kekeliruan yang sering dilakukan oleh para pengguna aplikasi chat, sekarang coba tanyakan pada dirimu sendiri.

Sudahkah kamu luput dari 8 kekeliruan itu dan menjelma jadi pengguna smartphone yang kece, brilian, dan elegan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya