Seharusnya, memperlakukan pasangan sama seperti memperlakukan ciptaan Tuhan: menghargai. Tapi nyatanya, kamu terus dimaki, terus dicaci, dan dibentak-bentak. Sudah saatnya kamu harus sadar, karena semua itu tidaklah wajar. Pasangan yang dewasa, harusnya bisa bersikap sopan dan ramah.

Artikel ini bakal menampar sekaligus bikin kamu sadar. Terutama buat kamu yang masih memelihara hubungan bersama cowok kekanak-kanakan. Sudah tau sikap dia nggak dewasa, tetap saja diteruskan. Bukannya bahagia, yang ada malah sendu menggebu-gebu serta dilema yang tak berkesudahan.

Dikutip dari Chirpstory, seorang dating coach bernama Kei Savouire memaparkan tentang betapa pentingnya memperlakukan dan diperlakukan pasangan dengan baik. Cowokmu harusnya bisa lebih dewasa, dan kamu harusnya bisa lebih tegas dalam hubungan. Kenapa begitu? Yuk, langsung simak aja!

1. Kalau sama ceweknya aja bersikap tidak sopan dan terus mencaci-maki, tandanya dia gagal jadi cowok sejati.

Gagal jadi cowok. via https://pexels.com

Definisi manusia berhasil memang tak melulu soal uang. Bahkan, dalam falsafah Jawa, sangat jauh kaitannya sama uang. Yang ada, manusia berhasil ialah manusia yang mampu memelihara etika. Di sisi lain, berhasil ditandai dengan kemampuan orang mengolah emosinya.

Advertisement

Kalau cowokmu terus-terusan nggak bisa menahan amarah, tandanya dia belum berhasil jadi manusia dewasa. Nggak peduli seberapa ganteng, nggak peduli seberapa kaya. Yang namanya nggak bisa mengolah emosi, tandanya dia gagal jadi cowok sejati.

2. Cewek pun salah kalau merasa wajar dengan makian dan bentakan. Sebaiknya, pandanganmu ini diluruskan.

Cewek juga salah. via https://stocksnap.io

Mungkin kamu berpikir semua ini wajar. Cacian, bentakan, dan omelan dia selalu kamu maklumi. Padahal, itu tidak wajar. Cowok yang dewasa, mampu menghargai pasangannya. Menjadikan cewek merasa spesial. Bukannya ngamuk dan ngomel, hanya gara-gara masalah sepele.

Namanya juga lagi emosi!

Advertisement

Cowok yang seperti itu sangatlah tidak peka. Merasa benar dengan apa yang dilakukannya. Harusnya, kamu berani ambil keputusan. Karena sekuat-kuat cewek ialah yang punya ketegasan. Kamu salah, jika tetap mempertahankan hubungan bersama cowok yang nggak dewasa. Jika diteruskan, mungkin saja kamu bakal menderita seterusnya.

3. Pada kenyataannya, hanya makhluk aneh yang bisa bertahan dengan cacian dan makian cowoknya.

Kamu makhluk aneh. via https://stocksnap.io

Banyak umpatan yang dilontarkan, dan kamu merasa itu wajar karena dia tengah emosi. Ada yang seketika nangis, ada yang tahan sebentar tapi akhirnya nangis juga. Ladies, apapun masalahnya, satu-satunya jalan keluar adalah membicarakan dengan baik-baik. Bukannya mencaci, memaki.

Aku yakin aku ini cewek kuat, kok!

Hanya makhluk aneh yang bisa bertahan dengan cacian dan makian cowok. Hanya makhluk aneh yang terus-terusan sakit hati, dan tidak mau berbenah diri dengan mengakhiri semua ini. Hanya makhluk aneh yang tega disakiti, tanpa ada pembelaan diri. Sekali lagi, kamu aneh.

4. Bahkan bukan cuman makian, cowokmu pun sengaja melontarkan kalimat yang menyayat hati.

Sengaja lukai hatimu. via https://stocksnap.io

Mungkin segala cacian yang dilontarkan cowokmu ialah ketidaksengajaan yang tak tertahan. Biasanya, yang tiba-tiba keluar ialah umpatan. Tapi ada juga, yang sengaja diutarakan untuk melukai hati pasangannya, yaitu kamu. Sering, cowokmu lontarkan kalimat itu.

Selama jalan sama lo, gue nggak ngerasa hepi sama sekali! Lo emang bisanya bikin susah doang!

Yang jadi pertanyaan, kenapa kalimat itu harus dilontarkan? Kenapa harus tetap diomongin, padahal sudah tau bakal melukai hati pasangan? Kenapa?

5. Masih ada banyak cowok yang marah tanpa mencaci-maki, dan kenapa kamu masih bertahan dengannya?

Kenapa masih bertahan? via https://stocksnap.io

Katanya, kamu itu cewek smart, tapi kenapa masih bertahan sama cowok yang nggak dewasa? Menjalin hubungan bersama cowok yang masih kanak-kanakan, bakalan menguras seluruh emosimu. Bahkan, porsi kebahagiaanmu bersama dia jauh lebih sedikit dibandingkan porsi sakit hatinya.

Tapi kalau aku udah terlanjur sayang sama dia gimana?

Di luar sana, masih banyak cowok yang mampu mengolah emosi. Mampu menghadapi konflik dan membicarakan setiap masalah dengan baik-baik. Bukan dengan memaki dan mencaci. Kenapa kamu tidak membuka hati yang baru, demi kebahagiaan mutlak di hari barumu?

6. Ketika ada masalah, yang harus kamu dan dia lakukan pun sederhana: ngobrol adem-ayem dari hati ke hati tanpa emosi.

Ngobrol baik-baik. via https://stocksnap.io

Masalah yang kamu hadapi bersama pasangan, harusnya diselesaikan dengan tuntas. Cowokmu ngomel, kamunya diam. Itu dualisme yang sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Kalau ingin masalahmu bersamanya selesai, satu-satunya solusi adalah ngobrol baik-baik.

Ngobrol langsung dari hati ke hati, tanpa menyakiti. Saling mendengarkan, jangan langsung memotong pembicaraan. Itu namanya tidak menghargai sekaligus tidak sopan. Kalau ngobrol adem-ayem dan saling mendengarkan saja tidak bisa, tandanya kamu dan dia belum dewasa untuk berpasangan.

7. Pada kenyataannya, pacaran itu nggak gampang. Carilah cowok yang sudah siap berpasangan, dan belajarlah darinya.

Pacaran itu nggak gampang. via https://stocksnap.io

Hanya di masa-masa SMA, yang bilang kalau pacaran itu adanya cuman bahagia bukan kepalang. Beranjak dewasa, harusnya kamu tau bahwa menjalin hubungan itu tidaklah gampang. Karena itu, kamu harusnya belajar bagaimana menjadi cewek yang tangguh dan lovable.

Sebaik-baik pasangan, ialah cowok yang dewasa jiwanya. Cowok yang lagi marah, lalu mencaci-maki pasangannya, itu bukanlah cowok dewasa. Kasihanilah hati nuranimu, ladies. Mulailah mencari pangeran yang sudah siap berpasangan.

Kalau kamu mau terus tersiksa bersamanya, itu hak kamu. Tapi, kalau kamu mendambakan hubungan yang dewasa, itu hak kamu juga. Semua keputusan ada padamu, ladies. Meneruskan hubungan bersama cowok kekanak-kanakan, atau mencari tambatan hati bak pangeran?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya