Terkadang saat kita berada di tempat dan suasana baru, kita akan menemukan orang-orang baru dan pastinya kita akan berkenalan dengan orang-orang tersebut. Mungkin saat kalian pertama kali berkenalan, masih sama-sama canggung. Tetapi seiring waktu berjalan pasti kita akan sering bertemu dengan orang tersebut dan pastinya bakal sering ngobrol bareng, deh! 

Masa-masa dimana kalian bakal berlanjut lewat chatting di sosial media, mulai dari bercandaan dan akhirnya keluar buat jalan-jalan bareng. Di momen itulah rentan terbawa perasaan, kamu bisa tiba-tiba memupuk harapan yang berlebih dari kedeketan ini, alias baper dengan si doai. Padahal belum tentu akhir cerita kedekatan kalian berakhir ke pacaran. Karena itu kamu perlu tahu kunci agar nggak mudah baper, sebelum perasaanmu sendiri berantakan tak terkira.

1. Sedari awal berkenalan, kamu harus bisa membatasi diri dan tahu akan dibawa ke mana perkenalan ini

Perkenalan kalian

Perkenalan kalian via https://unsplash.com

Di awal perkenalan kamu mungkin akan merasa canggung. Tetapi seiring berjalannya waktu, kamu akan memasuki dimana fase-fase baper akan dimulai. Kamu harus lebih berhati-hati dan kamu pun harus mengetahui mau dibawa kemana perkenalan kalian berdua. Apakaha hanya sebatas perkenalan sebagai teman atau justru akan berujung pada sesuatu yang melibatkan perasaan? 

2. Biar rasa nyaman tak menumbuhkan suka dan harapan, saat terlibat obrolan jangan terlalu sering menatapnya dengan lekat

Percakapan

Percakapan via https://unsplash.com

Advertisement

Kalau kamu sedang berbicara dengan si dia, jangan terlalu lama menatap matanya! Apalagi sampai kamu terlihat mendalami tatapannya. Kalau mendalami pembicaraan mah boleh-boleh aja. Boleh menatap tapi jangan terlalu lama! Karena dari situ kita akan merasakan untuk menyukainya terlebih saat menatap matanya terlalu lama. Wah, hati-hati ya!

3. sikapi pesan atau chat dari dia yang datang duluan dengan biasa saja

Respon chat dia dengan santai

Respon chat dia dengan santai via https://unsplash.com

Kalau kamu mendapat chat duluan dari dia, jangan langsung baper yah! Tapi kamu juga bisa melihat dari cara dia berkirim pesan, apakah dia memberi celah untuk membuka hati atau hanya sebagai teman? Bisa jadi hanya sebagai pelampiasan semata dan jangan sampai, deh!

4. Belajar berpikir logis, kalau semua kebaikannya bukan berarti sebuah perhatian khusus dan manis

Belajar berpikir logis

Belajar berpikir logis via https://unsplash.com

Jangan semua perlakuan dia terhadapmu itu kamu artikan sebagai bentuk perhatian yang menunjukkan rasa sayang. Salah besar kalau kamu mengartikan bahwa perlakuan dia menunjukkan sebuah perasaan!

Advertisement

Dia hanya sekedar perhatian saja. Jadi, berpikirlah bahwa dia hanya teman dan tidak lebih! 🙂

 

5. Jalan bareng boleh, tapi jangan sampai kamu terlalu ketergantungan dengan kehadiran sosoknya

Momen jalan bareng

Momen jalan bareng via https://unsplash.com

Pasti akan ada waktu kamu merasa jenuh, bosan, dan lain-lain. Tentu hal itu akan membutuhkan yang namanya jalan-jalan atau refreshing. Saat  ingin melakukan hal itulah, kamu sudah pasti akan mengajak teman yang terasa dekat.

Nah, kalau memang teman dekat itu adalah dia. Saat jalan pun kamu akan seketika merasa nyaman, senang, dan lain-lain. Sehingga munculah rasa baper yang timbul dan itu akan menjadi rasa sayang.

Hati-hati ya saat jalan bareng dia! 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya