Glossophobia berasal dari bahasa Yunani yaitu “Glossa” yang berarti lidah dan “phobos” yang memiliki arti rasa takut atau ketakutan. Jika ditelaah lebih lanjut, artinya ketakutan terhadap lidah *eh salah.

Glossophoobia yaitu kelaianan psikis, di mana seseorang takut untuk berbicara di depan umum atau bisa diartikan demam panggung, ya kira-kira seperti itu. Kelainan ini tentunya sangat mengganggu si penderita, karena jika si penderita tersebut sedang berbicara didepan umum, spontan penderita tersebut akan mengalami ketakutan yang luar biasa. Si penderita akan mengalami kecemasan hebat dan konsentrasinya akan terganggu saat berbicara di depan umum.

Entah apa yang menyebabkan kelainan ini, yang penulis tahu, penyakit ini timbul dari faktor genetik dan juga rasa tingkat kepercayaan dirinya yang rendah. Bahkan, penulis sendiri juga sering mengalami glossophobia jika sedang berbicara dengan orang banyak. Berawal di waktu saya mengikuti lomba tembang Jawa (macapat) tingkat SD se-kecamatan, sewaktu latihan lancar-lancar saja dibagian lirik dan lagunya serta tidak ada kendala. Tepat di hari-H perlombaan, saya tampil di urutan ke tiga dan langsung merasakan badan dingin dan gemetaran. Suara saya pun, hanya terdengar lirih dan lagu yang saya nyanyikan terdengar fals. Sangat berbeda saat saya sedang latihan. Nah, sekiranya hanya itu pengalaman penulis saat mengalami gangguan glossophobia dan terkadang sering timbul saat saya presentasi di kelas. Sebenarnya, gejala dari glossophobia ini setiap orang bebeda-beda tergantung dari kadar rasa ketakutan yang dihadapi. Ada yang cuma gemetaran, mual, berkeringat, suara bergetar sehingga bisa diatasi dan ada juga yang sampai pingsan karena sangat ketakutan melihat audiens yang banyak. Tapi tenang, penulis akan berbagi bagaimana cara mengatasi kelainan ini.

1. Persiapkan Jauh-jauh Hari

persiapkan jauh-jauh hari

persiapkan jauh-jauh hari via http://www.suratkabar.id

Sebelum memulai tampil di depan orang banyak, tentunya kita harus berlatih jauh-jauh hari agar sewaktu tampil kita tidak mati kutu tentang hal-hal apa saya yang akan disampaikan. Bayangkan, jika kita berlatih hanya 1 jam atau 2 jam saja sebelum tampil, hal ini kurang efektif karena otak kita baru saja menyerap informasi dari luar dan belum melekat pada ingatan. Dengan begitu, kita akan mudah lupa dalam penyampaian materi di depan umum. Sebaliknya jika kita persiapkan jauh-jauh hari dan sering berlatih, secara otomatis kita akan hafal materi apa saja yang akan kita sampaikan, sehingga dapat meningkatakan kepercayaan diri kita. Meskipun terkadang cara ini belum ampuh dan sewaktu tampil, gejala glossophobia ini masih tetap muncul, setidaknya kita sudah ingat materi apa yang akan kita sampaikan.

2. Minum Air Putih Sebelum Tampil

minum air putih sebelum tampil

minum air putih sebelum tampil via http://gileludro.com

Yups, minum air putih sudah menjadi rutinitas kita sehari-hari. Selain berfungsi untuk melarutkan zat-zat racun di dalam tubuh, air putih juga dapat memberikan kesegaran di dalam tubuh kita, sehingga pikiran kita menjadi lebih fresh dan tidak stres. Meminum air putih sebelum kita tampil di depan umum juga dapat meningkatkan konsentrasi kita.

3. Mengunyah Permen Karet

mengunyah permen karet

mengunyah permen karet via http://segiempat.com

Advertisement

Guys, ternyata selain rasanya yang manis, menguyah permen karet dapat menghilangkan rasa stres dan cemas, lho. Saat kita mengunyah permen karet, kadar kortisol atau yang dikenal sebagai hormon stres dapat berkurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kortisol akan berkurang ketika air liur keluar saat mengunyah permen karet, sehingga akan menurunkan kadar stress dan kecemasan. Selain itu mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan daya ingat pada otak, alhasil kita tidak akan mudah lupa dalam menyampaikan materi di depan umum.

4. Berdoa

Ini hal yang paling penting dilakukan, percuma saja kan kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi kita tidak berdoa memohon kemudahan kepada Allah SWT. Bisa-bisa pikiran kita malah kacau dan tidak tenang sewaktu kita tampil di depan umum. Jangan lupa berdoa guys, agar diberi kelancaran dan kemudahan dalam menghadapinya!

5. Rileks

Calm saja guys, usahakan tetap rileks dan jangan tegang.Hilangkan beban yang ada dalam pikiran. Agar pikiran kita tetap rileks kita dapat menghirup napas panjang-panjang dengan tenang, kemudian dihembuskan secara pelan-pelan dan ulangi sampai 10 kali. Selain itu, kita bisa mendengarkan musik classic yang dapat menyegarkan otak kita sebelum kita tampil. Kita juga dapat merileksasikan pikiran dengan cara tertawa. Hal ini sangat mudah dilakukan karena dengan tertawa, beban kita akan hilang dan dapat meningkatkan mood.

6. Percaya Diri

percaya diri

percaya diri via https://aws-dist.brta.in

Advertisement

Dari beberapa poin di atas, sebenarnya tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri kita. Kekuatan saat kita tampil di depan umum adalah kepercayaan diri kita, karena tingkat kepercayaan diri yang tinggi dapat mengatasi gejala glossophobia. Lalu bagaimana agar kita tampil percaya diri? Pertama, kita harus meyakini sepenuh hati dan menanamkan mindset kita bahwa kita pasti bisa. Berusaha membuang ketakutan yang ada pada diri kita, seperti takut gagal dan takut melakukan kesalahan.

7. Meyakini Bahwa Glossophobia Bukan Kekurangan Melainakan Energi Positif

energi positif

energi positif via http://2.bp.blogspot.com

Allah menciptakan manusia dengan beberapa kekurangan dan kelebihan, meskipun glossophobia adalah kelainan psikis yang dialami manusia, tapi kalau kita menganggap itu suatu kelebihan justru itu akan menjadi energi positif buat kita. Gejala glossophobia membuat sesorang merasa grogi dan cemas untuk berbicara di depan umum, so jika kita melawan rasa cemas, ketakutan itu justru akan menjadikan energi positif untuk kita. Bayangkan saja bahwa kecemasan dan ketakutan kita adalah bahan bakar kita agar dapat mengubah ketakutan menjadi keberanian.

8. Hipnoterapi

hipnoterapi

hipnoterapi via http://2.bp.blogspot.com

Jika glossophobia belum juga hilang bisa dilanjutkan denga hipnoterapi. Hipnoterapi dilakukan oleh psikolog dengan cara memberikan sugesti kepada penderita untuk menghilangkan phobia tersebut. Melalui hipnoterapi, akan dilakukan pemprograman ulang pada pikiran bawah sadar agar ketika penderita berhadapan dengan situasi penyebab phobia akan merasakan tenang, dapat mengontrol tingkat ketakutan si penderita sehingga dapat menghentikan rasa cemas dalam menghadapinya. Dalam pengobatan hipnoterapi biasanya si penderita didengarkan oleh lantunan music classic yang menenangkan otak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya