Menebak Karakter Seseorang dari Urutan Kelahiran dalam Keluarga. Kamu Termasuk yang Mana?

Karakter berdasarkan urutan lahir

Ternyata setiap urutan kelahiran mempengaruhi situasi dan karakter dari seseorang. Nah, di bawah ini adalah penelitian dari Alfred Adler tentang urutan kelahiran. Coba cocokin kamu termasuk yang mana? 😀

 

Advertisement

1. Karakter anak pertama

mom and daughter

mom and daughter via https://www.tumblr.com

Anak pertama berada dalam situasi yang unik. Orang tua merasakan kegembiraan dan mencurahkan banyak perhatian. Ketika mendapatkan adik, anak pertama akan merasa kaget dengan perubahan statusnya. Keuntungan menjadi anak pertama berperan sebagai pembimbing dan pemimpin.

2. Anak kedua

holding hand

holding hand via http://tumblr.com

Anak kedua menjadi penyebab kehebohan atau pergolakan dalam kehidupan anak pertama. Orang tua tidak lagi sepeduli dan secemas anak pertama. Biasanya, tipe anak kedua ini orangnya agak santai.

Advertisement

3. Anak paling muda (bungsu)

Anak terakhir seringkali menjadi kesayangan keluarga. Dorongan untuk melampaui kakaknya berkembang cepat. Anak bungsu seringkali berprestasi tinggi dalam berbagai bidang. Jika ia terlalu dimanja, maka ia percaya dirinya tidak perlu belajar atau berusaha keras untuk meraih apapun, sehingga pada masa dewasa mengalami kesulitan menyesuaikan diri.

4. Anak tunggal

Anak tunggal selalu menjadi pusat perhatian utama. Anak tunggal sering kali matang karena ia memanifestasikan sikap dan tingkah laku orang dewasa.

5. Urutan kelahiran anak sangat kompleks

Photo by Hoang Loc from Pexels

Photo by Hoang Loc from Pexels via https://www.pexels.com

Faktor seperti jenis kelamin saudara, usia orang tua, pola asuh orang tua dan faktor eksternal lain yang memengaruhi sikap dan karakter anak terlepas dari urutan kelahiran anak itu sendiri.

Hayo, kalau kamu anak ke berapa? Kira-kira cocok nggak sama pribadi kamu saat ini?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

suka membaca dan belajar hal baru

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE