Kolom komentar di media sosial sengaja diciptakan untuk saling bertegur sapa, untuk saling memberi ucapan, tapi kok makin ke sini justru komentar lebih banyak yang bernada sinis, SARA, rasis, bahkan yang bernanda harassment? Kenapa ya? Disadari atau enggak, terlalu banyak berkomentar atau dikomentari itu ngaruh banget lho sama kejiwaan.

Orang bijak pernah bilang, "Tanda kedewasaan seseorang adalah tidak semua hal harus kita komentari. Dan tidak semua komentar harus kita masukin ke dalam hati". Nah, tapi kalau posisinya justru kamu yang sering baper atau malah stres sama komentar orang walaupun nadanya becanda, sampai kamu bad mood bahkan menyiksa, terus bingung mau dikomentar balik, takut, males.

Dibiarin, malah menjadi-jadi, kepikiran. Harus gimana nih? Daripada galau, yuk simak ada 5 tips buat kamu supaya bisa tetep enjoy and happy walau sering dikomentari orang.

1. COBA CEK, DARI SIAPA KOMENTAR ITU DATANG

Siapakah dia yang berkomentar?

Siapakah dia yang berkomentar? via http://google.com

Banyak teori lho soal perbedaan antara teman dengan sahabat. Teman itu seseorang yang baru kita kenal, dan nggak tau banyak soal kita, berbeda dengan sahabat, ia yang biasanya sudah lama kenal sama kita dan tau baik buruknya kita.

Kalau suatu saat ada seseorang yang berkomentar soal diri kita, kita wajib lho tau dia orang yang sudah kenal lama dengan kita atau enggak. Hal itu bisa jadi alat ukur kita perlu mendengarkan dan mengganggap komentar dia atau jangan.

Advertisement

Biasanya yang baru kenal, akan berkomentar seenaknya saja, sekelebat atau sekadar pengetahuan sekilas dia. So, check deh, dia itu orang yang baru kenal atau sudah lama kenal sama kita?

2. COBA CEK ADAKAH SOLUSI DARI KOMENTAR MEREKA

Disertai solusi nggak?

Disertai solusi nggak? via http://www.google.com

Kamu pasti pernah berada di titik di mana kamu pusing banget sama komentar orang, kadang-kadang itu bisa bikin kamu sulit berkembang atau sekadar memutuskan suatu hal. Tapi, tenang aja!

Advertisement

Kamu punya kuasa atas dirimu untuk memilah dan memilih komentar mana yang bisa kamu pertimbangkan atau tidak. Komentar yang isinya semuanya menyalahkanmu itu jelas nggak usah kamu hiraukan, tapi komentar yang dilengkapi dengan solusi, patut kamu pertimbangkan.

"Eh, kamu kok gendutan sih?"

"Emang iya? Enggak deh perasaan".

"Tapi, aku juga ngerasa agak berat gini badan. Olahraga yuk! Biar sehat juga. Barengan".

"Oh boleh deh, olahraga kalau ada temennya pasti seru, sekalian refreshing".

3. ORANG BAIK SELAIN BERKOMENTAR AKAN DISEIMBANGKAN DENGAN MEMUJI

Biasanya disertai pujian

Biasanya disertai pujian via http://google.com

Komentar yang baik, selalu beserta solusi. Ia sadar kamu bukanlah mahluk yang hanya punya kesalahan.

"Hm, kalau menurut aku ujian kamu bisa jeblok gitu gara-gara aktif organisasi deh".

"Iya gitu ya? Padahal aku niatnya biar banyak pengalaman kalau aku aktif organisasi".

"Aktif organisasi itu keren kok, cuma mungkin kamu belum bisa manage waktu. Kamu hebat udah ikut study banding ke mana-mana, ikut rapat nasional himpunan pelajar. Aku belum. Hehe"

"Iya, seneng. Aku mau les sama kamu ya. Hehe. Belajar buat nilai yang kurang".

"Ayo! aku mau tahu cerita-cerita organisai kamu tapi ya. Kita barter gitu deh".

4. KOMENTAR SEHAT DISAMPAIKAN LANGSUNG DAN KETIKA KALIAN HANYA BERDUAAN

Disampaikan nggak di depan umum!

Disampaikan nggak di depan umum! via http://google.co.id

Kalau ada yang kasih kamu komentar di depan public apalagi yang bernada menjatuhkan, hati-hati ya! Abaikan saja, itu sudah jelas hanya akan menghinakanmu, dia belum tau etika berkomentar.

Selain itu, hal tersebut bisa membuat namamu menjadi "rendah" di mata orang lain. Komentar yang baik itu disampaikan langsung secara personal, orang laing nggak usah tahu soal kekurangan kamu. Tahu kan kenapa ada fitur DM atau inbox di medsos? Salah satu fungsinya untuk bicara tentang hal private, termasuk untuk mengrktitik atau mengomentari dengan cara yang lebih baik.

5. YANG PALING KENAL DIRIMU ADALAH KAMU SENDIRI

Yang paling tahu kamu ya kamu!

Yang paling tahu kamu ya kamu! via http://google.com

Bagus atau jelek komentar orang, kamulah yang paling mengerti dirimu, orang cuma lihat kamu di luar. Sahabat sedekat sekalipun nggak semua tahu kamu 100%. Jadi apapun bentuk komentarnya, dari siapa sumbernya, kamu punya hak untuk memilah dan memilih.

Mana nih komentar yang bisa diterapkan di hidup kamu, ya kamu pilih untuk perbaiki diri, tapi sekiranya komentar itu kosong dan hanya bisa menjatuhkan plus hanya ingin kamu merasa terus bersalah dan sulit berkembang, maka segera tinggalkan.

Hidup ini tidak melulu tentang penilaian orang lain, bukan juga tidak peduli atas itu, tapi kita ambil tengahnya, kita wajib memilah dan memilih, kita harus menghargai pendapat, komentar, kritik orang tapi kita juga harus menyayangi diri sendiri.

Perlakukan diri sebagaimana ia harus diperlakukan. Kita yang paling tau komentar mana yang harus kita ambil atau yang harus kita buang. YOLO, Sist! You Only Life Once. Buat hidup kita selalu bahagia.

#MerdekaTapi

#MerdekaTapi

#MerdekaTapi

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya