Halo Nik! It’s been so long. Apa kabar kawan kecil? Masih bisa mengingat jelas udara Payakumbuh? Apakah aroma Kota Hujan lebih menenangkan bagimu? Atau jangan-jangan kau juga sudah melupakan aku, secuil memori masa kecilmu? Semoga tidak, sebab mengumpulkan keberanian demi menyapamu begini butuh waktu lama bagiku....

 

1. Harus kuakui, melupakan bagiku tidak selalu mudah, namun terhadapmu rasanya jauh lebih sulit.

Senyum yang engkau sebabkan

Senyum yang engkau sebabkan via http://loveandrevenge.tumblr.com

Mungkin bagi sebagian orang, memiliki kawan sepermainan masa kecil bukan hal istimewa hingga harus dikenang terus menerus. Apalagi bagi mereka yang bisa tumbuh bersama hingga mencapai usia yang tidak lagi memikirkan sekedar besok ulangan kimia atau bulan depan akan ujian nasional. Dan mungkin bagi sebagian lain, pengalaman begitulah yang sulit untuk dilupakan hingga  terasa begitu membekas.

Denganmu Nik, kita tidak tumbuh bersama tapi bisa menghabiskan masa kecil yang bahagia meski hanya dalam rentang waktu sekian bulan, selalu bisa membuatku tersenyum demi mengenangnya hingga kini.

2. Bahkan hingga belasan tahun kemudian, aku masih berharap akan ada pertemuan kedua untuk kita kelak, Nik.

Andai jarak hanya sebatas jangkauan...

Andai jarak hanya sebatas jangkauan... via http://the-eyes-of-time.tumblr.com

Aku sudah lupa untuk sekedar menghitung ada berapa belasan tahun yang kita lalui dengan terpisah begini. Aku juga tidak ingat apa dulu sempat ada salam perpisahan bernada kekanakan yang kita ucapkan berikut dengan janji akan bertemu lagi suatu saat nanti.

Entahlah Nik, semakin hari aku semakin pesimis akan ada ‘suatu hari nanti’ untuk kita.

3. Setiap kali mengingatmu, sejauh ini, selalu membuat dadaku serasa sempit Nik.

Miss you so bad...

Miss you so bad... via http://uniqueviral.com

Aku bukan tidak pernah mencari tahu atau sekedar menanyakan kabarmu pada kerabatmu yang hampir tiap hari bisa kutemui.

Hanya saja keseringan mendengar kabar seseorang yang sangat dirindukan tanpa bisa menebak tentang sebuah pertemuan itu rasanya benar-benar membuat dadaku serasa sempit Nik.

Seringkali aku merasa kadar oksigen disekitarku berkurang dan menipis tiap kali mereka bercerita atau sekedar menyebut namamu. Iya, meski sudah sedewasa ini, cengeng masih akrab denganku Nik.

Seingatku dulu, beberapa tahun lampau, aku berhasil mendapatkan alamatmu yang bisa kukirimi surat yang sekiranya bisa mengobati kangen atau sekedar mengingatkanmu bahwa disini masih ada yang menunggumu. Tapi aku teledor, aku ceroboh, aku menghilangkan kertasnya, Nik. Kau boleh marah padaku tentang ini L

Nik, jika belakangan ini kau tak pernah lagi mendapat laporan atau cerita tentang aku yang dulu sangat nyinyir menanyai kabarmu pada kerabatmu disini, itu semua disebabkan oleh hatiku Nik.

Rasanya ia mulai kebas lama-lama menahan rindu begini. Iya, aku sangat-sangat rindu dengan kawan kecilku ini.

4. Aku masih menunggumu untuk menyempatkan diri menyapaku kembali Nik.

Just find me then!

Just find me then! via http://islamic-posters.aceph.me

Aku tak pernah benar-benar melupakanmu Nik. Tidak akan pernah.

Jika suatu hari kau membaca tulisan ini, anggap saja ini sebagai penebus rasa bersalahku yang dari dulu tak pernah sekalipun berusaha menyelesaikan setiap surat-surat yang memang kuniatkan untukmu. Penebus rasa bersalahku yang tak pernah benar-benar berani sekedar menyapa kawan baik dan menayakan kabar.

Disini, aku masih terus berharap kau pulang meski kau beranggapan tanah kelahiran ibumu ini bukanlah rumahmu. Aku selalu berharap kotaku ini, yang dulu juga pernah jadi kotamu, ada dalam daftar tujuan perjalananmu suatu hari nanti.

Semoga benar ada suatu hari nanti untuk kita Nik.

5. Pertemuan denganmu kembali adalah sesuatu yang tetap kusemogakan Nik...

Semoga kau tidak benar-benar melupakan gadis kecil nan cengeng yang membuatmu harus selalu pasang badan untuk melindungiku kapan saja, dulu itu. Dan jika kau lupa nama-nama jalan di kota ini, tenang saja, aku sudah jauh hari menyiapkan diri untuk jadi pemandumu.

Semoga kau selalu bahagia disana Nik. Semoga Kota Hujan selalu setia merekam setiap jejakmu. Semoga kau masih mau jadi pendengar yang baik sebab aku lebih cerewet sekarang.

Dan semoga kau tidak pergi semakin jauh dari ingatanku Nik. Begitu juga aku di ingatanmu.

 

Yours Sincerely,

Kawan kecil a.k.a pengingat setiamu

(aku lupa bagaimana dulu kau memanggilku)

 

 

P.S : Oh iya, kalau aku bilang kawan-kawan sepermainan dulu pernah sesekali menanyaimu, apa kau percaya?

P.S.S : Eh, meski sudah sedewasa ini, aku tetap boleh memanggilmu Donik kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya