Kisah #ThaiCaveResuce berawal ketika 12 siswa sekolah sepakbola dan seorang pelatih sekolah sepakbola di Thailand merayakan ulang tahun salah satu anggotanya dengan mengunjungi sebuah gua wisata. Ketika mereka masuk ke dalam goa, tiba-tiba turun hujan yang sangat deras yang menyebabkan mereka semua terjebak di dalam gua selama 18 hari lamanya.

Sebelum berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat yang berasal dari berbagai negara. Selama proses evakuasi ini, ada banyak hal-hal mengharukan yang bisa kita jadikan pelajaran bersama-sama

1. Kisah Sukarela Warga Thailand

Salah satu petani Thailand

Salah satu petani Thailand via http://www.abc.net.au

Penyebab utama yang membuat mereka terjebak di dalam gua adalah adanya genangan air yang menutupi pintu keluar gua. Oleh karena itu, beberapa perusahaan yang memiliki pompa air secara sukarela meminjamkan pompa-pompa tersebut untuk digunakan oleh tim penyelamat.
Begitu pula dengan para petani di daerah sekitar yang merelakan lahan pertaniannya dibanjiri air dari goa tersebut, mereka bilang "Panen bisa ditunda, namun nyawa manusia tidak bisa."

2. Orang Tua Korban Sangat Solider

Keluarga korban

Keluarga korban via https://today.line.me

Para orang tua korban sepakat untuk tidak mengetahui anak siapakah yang telah dievakuasi lebih dahulu, mereka memilih untuk menunggu hingga semua anak berhasil dievakuasi, para orang tua menganggap bahwa semua anak yang terjebak di gua tersebut adalah anak kandung mereka sendiri.

3. Warga Thailand Ingin Berkontribusi Bagi Misi Penyelamatan Sesuai Apa yang Ia Punya

Warga sekitar membantu menyediakan makanan

Warga sekitar membantu menyediakan makanan via https://2NewsNow.com

Advertisement

Banyak warga Thailand ingin berkontribusi langsung dalam misi penyelamatan ini. Mereka berkontribusi dengan hal-hal yang ia miliki, misalnya pemiliki laundry yang dengan sukarela mencuci pakaian para tim penyelamat, begitu pula dengan orang-orang yang menyediakan makanan bagi tim relawan secara cuma-cuma.

4. Seorang Pensiunan Angkatan Laut Thailand Gugur

Sersan Saman Kunan

Sersan Saman Kunan via https://www.liputan6.com

Salah seorang pensiunan angkatan laut Thailand yang bernama Saman Kunan gugur ketika membantu proses evakuasi para korban. Meski ia sudah pensiun, ia terpanggil untuk ikut membantu proses penyelamatan. Ia meninggal dunia ketika sedang membawakan tabung oksigen untuk penyelam lainnya.

Kunan meninggal karena kehabisan udara ketika melakukan misi tersebut. Dia mempertahankan pasokan udara di dalam gua untuk anak-anak dan menjadikan mereka sebagai prioritas utama. Kunan tidak sadarkan diri saat melakukan perjalanan kembali ke kamar ketiga yang berlokasi sekitar 1,5 kilometer dalam gua. Salah seorang temannya mencoba untuk menyelamatkan nyawanya, tapi tidak berhasil.

5. Tim Penyelamat dari Seluruh Dunia Ikut Membantu

Foto kebersamaan antara tim penyelamat

Foto kebersamaan antara tim penyelamat via https://www.jelasterbaik.com

Advertisement

Banyak penyelam-penyelam profesional dan pasukan elite dari berbagai penjuru dunia datang ke Thailand untuk ikut membantu proses evakuasi. Tidak sedikit dari mereka yang datang ke Thailand dengan sukarela. Bantuan juga datang dari CEO SpaceX dan Tesla yakni Elon Musk.

Ia merancang sebuah kapal selam mini untuk membantu evakuasi korban dari dalam gua, meski pada akhirnya kapal selam ini tidak digunakan karena masih terlalu besar untuk gua tersebut. Kapal selam mini tersebut dinamai sama seperti nama tim sepakbola para korban, yakni Wild Boar.

6. Sang Pelatih yang Selalu Menguatkan Anak Didiknya

Sang Pelatih, Ekkapol Chantawong

Sang Pelatih, Ekkapol Chantawong via https://news.detik.com

Publik Thailand begitu solider dan saling mendukung. Hal ini bisa terlihat dengan banyaknya orang yang bersimpati kepada sang pelatih, Ekkapol Chantawong. Terlebih lagi ketika mereka tahu bahwa Ekkapol ketika terjebak di dalam gua tak pernah berhenti memotivasi anak didiknya untuk terus kuat, mengajari mereka meditasi untuk menghemat tenaga, dan bahkan memberikan jatah makanannya kepada para murid-muridnya.

Ketika tim penyelamat menemukan mereka, sang pelatihlah yang memiliki kondisi paling lemah. Meski begitu, ia tidak ingin keluar sebelum semua anak didiknya berhasil diselamatkan.

7. Presiden FIFA Mengundang Mereka untuk Menonton Final Piala Dunia di Russia

Presiden FIFA, Gianni Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino via https://sportingnews.com

FIFA, melalui presidennya Gianni Infantino secara khusus mengundang seluruh korban untuk menonton final piala dunia di Russia secara gratis, setelah sebelumnya mengucapkan simpati dan dukungan yang mendalam kepada asosiasi sepakbola Thailand. Namun, dokter yang merawat para korban mengatakan bahwa mereka hanya akan bisa melihat final piala dunia melalui televisi karena masih memerlukan upaya pemulihan yang serius.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya