#KompetisiYoungMom-Tips Untuk Ibu Baru Agar Tidak Panik Saat sang Anak Belum Bisa Berjalan

Setiap anak mempunyai waktunya masing-masing untuk tumbuh dan berkembang

Menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya adalah pengalaman ajaib yang saya alami. Semua rasa saling bertemu dan beradu. Senang, sedih, terharu, kecewa, pokoknya campur-campur deh. Sebagai seorang ibu baru, mengasuh bayi adalah pekerjaan yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Perkembangan sang buah hati tiap bulannya pasti selalu saya nanti-nantikan. Sampai saya amati betul kapan anak saya bisa tengkurap, membalikkan badan, merangkak, ataupun yang lainnya. Semua terangkum dalam memori dan dokumentasi foto yang tersimpan rapi.

Saat anak memasuki usia 10-12 bulan, harapan semua orang tua pasti sama. Yaitu melihat anaknya mulai aktif belajar berjalan. Dari posisi merambat dari tembok ke tembok sampai akhirnya bisa melangkahkan kakinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Saat anak saya berusia 12 bulan, anak saya belum juga bisa merangkak. Was-was dan cemas saya rasakan pada waktu itu.  Sedangkan anak teman dan tetangga saya yang usianya tidak jauh beda dengan anak saya sudah lulus merangkak dan belajar berdiri. Bahkan ada yang sudah bisa berjalan. Beberapa minggu kemudian, tiba-tiba anak saya dari posisi duduk langsung berusaha untuk berdiri dan merambat memegang tembok. Tak lama kemudian dia dengan perlahan melangkahkan kakinya untuk berjalan. Saya merasa takjub melihat hal tersebut. Saat genap usia 13 bulan, anak saya sudah bisa berjalan dengan lancar tanpa melalui proses merangkak. Dari pengalaman saya tersebut, saya akan jabarkan apa saja tips yang dilakukan ibu baru agar tidak panik saat sang anak belum bisa berjalan.

Advertisement

1. Jangan dengarkan omongan orang lain

Foto oleh William Fortunato dari Pexels

Foto oleh William Fortunato dari Pexels via https://www.pexels.com

Perkembangan setiap anak itu masing-masing. Anak satu dengan anak yang lain pasti tidak sama. Ada bayi yang baru berusia 9 atau 10 bulan sudah bisa berjalan. Ada yang sampai 2 tahun belum bisa bicara tapi sudah kencang larinya. Dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan dalam perkembangan setiap anak.

Tindakan yang harus dilakukan oleh seorang ibu adalah jangan dengarkan omongan orang lain yang seakan membandingkan perkembangan anak sendiri atau anak orang lain yang sudah pandai berjalan dengan anak yang belum bisa berjalan. Memang kita tidak bisa melarang orang lain untuk bicara. Yang bisa kita lakukan adalah tidak menghiraukan apa yang orang lain katakan. Terkadang, masa bodoh itu penting lho.

Advertisement

2. Sering mengajak anak jalan-jalan

Foto oleh Katie E dari Pexels

Foto oleh Katie E dari Pexels via https://www.pexels.com

Ketika anak sedang malas untuk belajar berjalan, coba deh ajak anak jalan-jalan keluar rumah. Tidak harus yang jauh kok. Pergi ke taman, alun-alun kota, atau tanah lapang juga boleh. Anak pasti akan mendapat pengalaman yang baru saat melihat suasana yang berbeda dari rumah. Sambil menikmati suasana, jangan lupa untuk tetap melatih anak berjalan. Tujuannya agar anak tidak merasa bosan. Siapa tahu karena diajak jalan-jalan keluar, tiba-tiba anak bisa berjalan deh.

3. Senantiasa melatih anak tanpa paksaan

Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels

Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels via https://www.pexels.com

Saat kita sedang melatih anak untuk belajar berjalan kuncinya hanya satu, yaitu sabar. Jangan memaksa anak untuk terus menerus belajar berjalan. Anak bisa terlalu capek sehingga timbul rasa malas untuk bangun dan berdiri. Iringi dengan bernyanyi bersama ataupaun memberi mainan yang merangsang anak untuk aktif bergerak. Saat anak sudah merasa bosan, ganti aktivitas yang lain. Jangan jadi ibu yang egois hanya karena melihat anak orang lain sudah berjalan, lalu anak sendiri dipaksa harus bisa berjalan tanpa melihat kondisi sang buah hati.

4. Berkonsultasi dengan para ahli

Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels

Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels via https://www.pexels.com

Tidak ada yang salah ketika kita berkonsultasi dengan bidan ataupun dokter spesialis anak tentang perkembangan sang buah hati kita. Bidan ataupun dokter akan senantiasa berbagi pengalaman bagaimana mengasuh dan mendidik dengan pola yang baik sesuai usia dan kondisi anak. Sebagai seorang ibu baru, kita juga harus jujur saat sedang berkonsultasi dengan bidan ataupun dokter. Kalau ada keluhan atau masalah segera disampaikan. Takutnya itu bisa menjadi faktor kenapa anak kita belum juga bisa jalan seperti anak yang lain. Lebih baik ditangani oleh para ahli kan, sebelum semuanya terlambat.

Advertisement

5. Selalu berpikir positif

Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels

Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels via https://www.pexels.com

Tanamkan dalam hati bahwa kita adalah ibu yang hebat. Ibu yang bisa mengasuh dan mendidik sang buah hati dengan baik. Selalu berpikir positif dan selalu melakukan tindakan yang positif. Saat sang anak tak kunjung berjalan, janganlah berputus asa. Yakini dalam diri sendiri bahwa suatu saat nanti anakku pasti bisa berjalan. Anakku sehat, anakku kuat, dan anakku hebat.

Itulah tips untuk para ibu baru agar tidak merasa panik saat sang anak belum bisa berjalan. Setiap anak adalah istimewa. Setiap anak pasti menjadi anugerah untuk seluruh keluarga dan setiap anak mempunyai waktunya masing-masing untuk tumbuh dan berkembang. Bagaimanapun kondisi anak, terimalah dan sayangilah dengan sepenuh hati. Mungkin itu cara Tuhan mengajarkan kepada ibu untuk selalu pandai bersyukur atas anugerah yang sudah diberikan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

CLOSE