“Kalo di kantor gue sih enak, tiap tahun kenaikan gaji, jenjang karir cepet”, “lumayan baru dapet bonus tahunan, kayanya mobil lama gue musti diganti“, “gue ga ikut ngumpul ya, ada acara outing kantor ke Bangkok”, “iya nih, gue lagi lanjut s2 buat ningkatin karir”, “kalo gue sih, passionate banget sama karir gue sekarang”, “eh jangan lupa dateng ya ke acara nikahan gue”, ”lo kapan nyusul (KAWIN)????” dan bla…bla…bla…bla…blaaaa.

Yessss! Pernyataan dan pertanyaan di atas mungkin sering banget terucap dan terdengar, terutama buat kalian yang baru saja lulus kuliah dan menapaki dunia kerja, usia rentan 20-25 tahun, ketika pernyataan dan pertanyaan itu udah mengganggu lo, yap!

Welcome to… “Quarter Life Crisis Club”, Wohooo…! yeaaah its quite annoying sometimes, yet you have to go through it, as cool as you can!

Pernyataan dan pertanyaan di atas sering kali bikin lo jadi mengcompare hidup lo dengan hidup temen-temen seusia lo yang lo pikir mereka udah 10 langkah lebih maju daripada lo, kemudian timbul pertanyaan dalam benak lo, “kok karir gue gini-gini aja”, “kok gue ngerasa gak berkembang ya”, “kok gaji gue kecil banget ya dibanding mereka”, “kok mereka bisa begini..kok mereka bisa begitu..” and maybe one of the most annoying question come up “kok pada cepet banget kawin, gue kapan?” (Nahlo) – skip.

Seperti yang gue bilang, you have to go through it, sekeren yang lo bisa, mungkin beberapa cara di bawah ini bisa lo coba, check it out!

1. Explore your self

explore your self

explore your self via https://www.pinterest.com

Untuk bisa meng-explore diri lo, coba pikirkan sesuatu yang lo suka, simple thing aja nggak usah yang berat-berat (baiknya hal yang positif ya hehe), lalu coba libatkan diri lo pada hal yang lo suka tersebut, misal, gue suka banget dengerin musik.

Well…kayanya seru kalo gue belajar salah satu alat musik, atau gue suka banget kulineran dan hal-hal yang berhubungan dengan makanan, kayanya seru deh kalo gue bisa masak, atau gue suka banget dandan atau make up kinda things, kayanya asik ikut make up class (siapa tau jadi make up artist yakaaan).

Advertisement

Ketika lo mencoba hal-hal tersebut dan ternyata bisa lo lakukan, percayalah lo akan lebih menikmati hidup lo dan menghargai diri lo…trust me!

2. Do some business

do some business

do some business via http://spongebob.wikia.com

Siapa bilang lo terlalu muda untuk menciptakan suatu bisnis? BIG NO! Lo bisa berbisnis diumur berapapun yang lo mau, semakin muda semakin baik, “tapi kan harus butuh modal gede, terus belum sewa tempat, gaji karyawan, terus nanti kalo gagal gimana, terus ngurus ininya gimana, itunya gimana?” Oh come on!

Memulai bisnis nggak perlu mulai dengan bisnis yang besar, bisa juga dari hal-hal kecil. Masih berhubungan dengan poin pertama, mungkin dari lo belajar masak misalnya.

Advertisement

Lo bisa menciptakan makanan-makanan yang enak dan unik yang kemudian bisa lo jual atau lo jual hasil baju yang lo desain sendiri atau lo punya banyak koleksi komik di kamar yang udah nggak lo baca, daripada berdebu nggak karuan. Bisa lo sewain ke temen-temen lo. Oh iya, jangan lupa manfaatin media sosial yang ada buat pemasaran ya, hehe.

3. Travelling

travelling

travelling via http://www.gahe.com

"Travelling yuk!"

“Duh, gue gak punya banyak duit, belom uang transport, uang makan, beli ini itu, gak ah!”

“Terus liburan kemana?

“Paling nge-mall

Yap, gak ada yang salah dari pilihan nge-mall, but someday, ketika lo sudah memutuskan untuk menikah dan mempunyai keturunan, percayalah, lo akan menyesali menghabiskan waktu single hanya dengan nge-mall (berdasarkan pengalaman beberapa teman yang sudah married).

Nggak perlu ke tempat yang jauh dan mahal, dan gak perlu sering-sering, sesekali saja dalam setahun, dan pastikan sudah ada budget yang disiapkan sebelumnya.

4. Berteman dengan orang-orang yang memberikan dampak positif

Tante Oprah Winfrey pernah bilang “Surround Yourself with only people who are going to lift you higher”. Bener banget guys, kumpul bareng temen-temen yang buat lo berkembang. Memberikan dampak positif, bisa kasih support. Apalagi diwaktu krisis seperempat abad seperti sekarang, sensitif dengan omongan dan kritikan negatif.

Tentunya yang kita butuhkan adalah dukungan dari orang-orang terdekat yang membawa dampak positif untuk kita, semakin bertambah usia kita, hal yang terpenting bukan seberapa banyak teman yang kita punya. Tetapi seberapa berkualitas hubungan pertemanan kita, wanna be my friends? Hehe.

5. It’s okay being single

Salah satu hal yang cukup krusial pada usia seperempat abad adalah masalah percintaan. Satu persatu teman-teman kita memutuskan untuk menikah, berumahtangga, kemudian memiliki keturunan. Lalu kemudian muncul pertanyaan “kapan nyusul?”, “sudah punya pacar tapi kok belum nikah, disegerain dong!” dan berbagai pertanyaan sejenisnya.

Keluargapun ikut campur dalam hal ini, mulai mencarikan jodoh, dan melakukan berbagai hal untuk anaknya segera menikah. Sementara disisi lain teman-teman yang cukup realistis yang sudah menikah bilang, “nikmatin masa single lo deh!”, “coba pikirin matang-matang, yakin pacar yang sekarang yang mau lo nikahin?”, “udah siap sama gejolak rumah tangga?”, “gak gampang loh, udah siap secara mental dan finansial?”

Pada intinya menikah bukan sesuatu yang harus ditakutkan, namun perlu kesiapan mental, finansial dan juga tentunya orang yang tepat bagi kita untuk menjalani suka duka kehidupan seumur hidup kita, selagi masih single tentunya masih ada waktu untuk kita mempersiapkan hal-hal tersebut, so it’s okay being single. :)

6. Be grateful

thankful

thankful via https://tenor.com

FYI, ini salah satu poin yang gue sendiri juga kadang masih susah buat lakuin, bersyukur. Pada saat kita sedang membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Kita seringkali lupa, ada banyak hal dalam hidup kita yang bisa kita syukuri.

Bersyukur skripsi lo dulu di-acc dosen sampe lo bisa lulus (one of the most happiest moment hahaha), bersyukur setelah lulus dapet kerjaan walaupun gaji gak seberapa (curcol dikit ah), bersyukur dikelilingi orang-orang yang positif, dan masih banyak hal lagi yang bisa kita syukuri.

Walaupun agak sulit, tapi coba untuk mensyukuri sesuatu dimulai dari hal-hal kecil. Cheers!

Dan masih banyak lagi cara-cara yang bisa dilakukan untuk melewati krisis seperempat abad atau bahasa kecenya Quarter Life Crisis. Disesuaikan dengan cara apa yang cocok yang sesuai dengan diri kita, mungkin kalian ada cara lain yang lebih cool, yuk sharing!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya