Tidak ada yang menginginkan perpisahan, sebuah kalimat klasik yang seringkali diucapkan oleh dua orang yang sudah atau akan berpisah. Banyak pembelajaran yang bisa kita ambil dari manusia-manusia yang pada akhirnya memutuskan untuk menikah. Ada pembelajaran buruk, ada pembelajaran baik.

Ada selebriti yang berpisah dengan saling mencela, saling melempar aib. Ada pula selebriti yang berpisah, namun tetap berusaha tanpa cela di depan media, seperti kisah Gisel dan Gading. Berikut adalah pembelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah perpisahan yang damai, yang patut kita renungkan bersama.

1. Meskipun Sakit Biar Kurasa itu Sendirian, Orang Lain Tak Perlu Merasakan

Aku tahu ini sakit, tapi aku tak butuh teman untuk merasakannya. Ini masalahku, ini urusanku, dan ini tanggung jawabku. Aku bukan orang kuat, tapi aku berusaha menjadi orang yang kuat demi orang yang kucintai dan mencintaiku. Hargailah keputusanku ini, kamu hanya cukup mendoakanku selalu baik-baik saja.

2. Aku Pernah Mencintainya, Tak Ada Baiknya Jika Kesalahannya Kubuka Lebar

Papan jantung

Papan jantung via https://pixabay.com

Advertisement

Hubungan kami memang sudah berakhir. Rasa cinta kami mungkin sudah hilang satu sama lain atau bahkan masih menyisakannya walau setitik rasa. Tak ada baiknya jika masalah yang pernah kami hadapi ini aku umbar depan publik. Sejelek apapun dia di masa lalu, masa lalunya adalah bersamaku.

Karena bisa jadi kejelekannya adalah penyebab dari kekuranganku, begitu juga sebaliknya. Dulu kita bersatu, sekarang kita berpisah karena suatu masalah di masa lalu. Biarkan semuanya kita sama-sama simpan dengan rapat dan jadikan pelajaran lebih baik lagi.

3. Bisa Jadi Orang Berasumsi Buruk pada Salah Satu Diantara Kami, yang Jelas Kami Tidak Begitu

Broken heart

Broken heart via https://shutterstocks.com

Banyak argumen yang kami dengar dari mulut-mulut dan pikiran-pikiran kalian. Terlebih karena kami berpisah secara diam-diam dan damai. Kadang ingin kusangkal, tapi untuk apa? Semakin disangkal, semakin banyak opini yang bertebaran. Hargai privasi kami.

Advertisement

Kami diam bukan berarti kami membenarkan opinimu. Kami hanya ingin berpisah tanpa ada dendam dan rasa sakit yang disimpan berlama-lama. Kamu boleh berprasangka aku yang meninggalkannya karena harta. Kamu pun boleh berprasangka dia meninggalkanku karena ada orang baru. Karena cuma kita yang tahu bagaimana kita pernah bersatu hingga akhirnya memutuskan berpisah tanpa ragu.

4. Kami Masih Berkomunikasi Karena Kami Saling Menghargai, Bukan Karena Masih Ada Rasa

Book Jantung Cinta

Book Jantung Cinta via https://pixabay.com

Jika kalian lihat kami masih berkomunikasi dengan baik, tentunya kami berkomunikasi dengan cara yang wajar. Kami masih seperti sebelum dipersatukan atas nama cinta dan perasaan, kami masih berteman dengan jarak yang wajar. Manusia memang kadang dipandang salah dalam bertindak.

Dekat dengan mantan dianggap masih ada rasa. Memutuskan hubungan dianggap masih menyimpan dendam. Jadi biarkan kami tetap berteman dalam batas yang wajar. Karena kami memiliki jalan hidup yang harus kami raih esok dengan cara masing-masing.

5. Biarkan Kami Tetap Bahagia Meski Tak Bersama Lagi

Patah hati

Patah hati via https://encrypted.com

Kini, biarkan kami hidup masing-masing dengan damai. Jangan lagi kalian permasalahkan hubungan kami yang pernah ada namun kini berbekas pun tidak. Kami ingin meniti hidup di jalan yang masing-masing kami yakini.

Kami ingin meraih kebahagiaan yang menurut kami adalah baik adanya tanpa harus bersama lagi. Doakan kami untuk jadi pribadi lebih baik lagi dengan manusia-manusia baru yang kelak kami temui.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya