Lagu Lonely by Justin Bieber dan Serba-Serbi Tentang Kesepian yang Mengerikan

Semua orang pasti pernah merasakan kesepian

Justin Bieber baru saja merilis lagu baru berjudul “Lonely” featuring Benny Blanco pada 16 Oktober 2020. Lagu ini langsung jadi bahasan di kalangan Beliebers (sebutan untuk fans Justin) serta netizen di media sosial. Kenapa? Karena “Lonely” menceritakan kesepian yang dirasakan oleh Justin selama menjalani karirnya di usia yang sangat muda. Lagu ini juga berisi curhatan suami Hailey Bieber itu saat dunia menghakiminya tanpa tahu apa yang sedang dialaminya.

What if you had it all, but nobody to call
Maybe then you’d know me
Cause I’d have everything, but no one’s listening
That’s just f*cking lonely. I’m so lonely.

Banyak pengguna media sosial yang bersimpati dengan Justin setelah membaca lirik “Lonely” dan tahu kisahnya lewat lagu ini. Mungkin selama ini kita mengira Justin dicintai dan bertemu banyak orang sebagai mega bintang di industri hiburan Hollywood. Tapi di balik semua keramaian dan gemerlap kehidupannya, musisi kelahiran 1 Maret 1994 itu ternyata merasa sangat kesepian.

Sebagai fans Justin sejak satu dekade lalu, “Lonely” bikin perasaanku campur aduk. Lagu ini bikin aku sadar bahwa sosok yang selama ini aku anggap sebagai teman saat sepi, ternyata juga merasa kesepian. Sebagai penghibur, Justin Bieber ternyata sering merasa tidak terhibur. Lagu ini juga bikin aku semakin kepo tentang rasa sepi dan membaca berbagai artikel di internet. Hasilnya pun menakjubkan, kesepian ternyata punya sisi-sisi mengerikan.

Salah satu artikel yang diterbitkan oleh situs The Conversation bahkan melabeli kesepian sebagai “kanker sosial yang mematikan”. The Conversation sendiri merupakan situs asal Melbourne, Australia yang memuat berbagai berita dan analisis independen yang dilakukan oleh peneliti serta komunitas mereka. Lantas, apa serba-serbi kesepian yang mengerikan menurut berbagai artikel di internet? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Advertisement

1. Apa Sih Kesepian? Dan Kenapa Kita Bisa Kesepian?

Photo by Pixabay on Pexels

Photo by Pixabay on Pexels via https://www.pexels.com

Menurut artikel yang diterbitkan situs Verywell Mind, peneliti mendefinisikan kesepian sebagai perasaan sepi yang dirasakan lebih dari sekali dalam seminggu. Kesepian menyebabkan orang merasa hampa, sendirian, dan tidak diinginkan. Orang yang kesepian sering kali mendambakan kontak sosial, tapi pikiran mereka justru membuat mereka lebih sulit untuk berhubungan dengan orang lain.

Peneliti juga menyebutkan bahwa kesepian tidak selalu berarti sendirian. Sebaliknya, kesepian lah yang mempengaruhi pikiran kita agar merasa sendirian dan terisolasi. Lalu, apa penyebab seseorang bisa merasa sangat kesepian? Situs yang sama menuliskan bahwa kesepian bisa muncul karena variabel situasional, seperti pindah ke lokasi baru, isolasi fisik, atau perceraian.

Advertisement

Selain itu, kematian seseorang yang sangat berharga dalam kehidupan kita juga bisa menyebabkan kita merasa kesepian. Kesepian juga bisa dikaitkan dengan faktor internal seperti rendahnya harga diri (self-esteem) yang membuat kita tidak percaya diri. Orang yang kurang percaya diri sering meyakini bahwa mereka tidak diperhatikan atau dihormati orang lain. Ini bisa membuat mereka mengisolasi diri dan akhirnya mengalami kesepian kronis. Kemudian kesepian bisa juga merupakan gejala gangguan psikologi seperti depresi.

2. Jangan Sembarangan, Kesepian Bisa Membunuh Kita

Photo by Kat Jayne on Pexels

Photo by Kat Jayne on Pexels via https://www.pexels.com

Sebuah jurnal berjudul “Social Relationships and Mortality Risk: A Meta-analytic Review” yang diterbitkan di situs Plos Medicine menunjukkan bahwa kesepian meningkatkan resiko kematian lebih tinggi daripada pola makan yang buruk, obesitas, konsumsi alkohol, dan kurang olahraga. Efek dari kesepian disebut sama bahayanya dengan merokok berat.

Penelitian meta-analisis ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis hasil dari hampir 150 penelitian sebelumnya. Di mana penelitian-penelitian ini menggarisbawahi dampak kesepian pada kesehatan atau lebih khusus lagi, kurangnya integrasi sosial dan dukungan sosial. Meta-analisis sendiri merupakan teknik statistika di mana peneliti menggabungkan dua atau lebih penelitian sejenis untuk memperoleh paduan data secara kuantitatif.

Advertisement

3. Parahnya, Banyak Orang Tak Sadar Kesepian Bisa Membunuh

Photo by Alvin Decena on Pexels

Photo by Alvin Decena on Pexels via https://www.pexels.com

Situs The Conversation menuliskan kebanyakan dari penelitian mereka menemukan bahwa orang Amerika Serikat dan Inggris menganggap bahwa integrasi sosial dan dukungan sosial bukan faktor penting penentu kesehatan. Ini terlihat dari banyaknya orang yang meletakkan dua faktor ini di urutan terakhir saat survei faktor penentu kesehatan. Selain itu, kalau dipikir-pikir, apakah kalian pernah melihat iklan di TV yang mengkampanyekan pentingnya kehidupan sosial sebelum memutuskan untuk pensiun?

Kapan terakhir kali kalian melihat kampanye kesehatan atau mungkin dokter keluarga kalian memperingatkan tentang bahaya kesepian? Mungkin sangat jarang ya. Hal ini adalah cerminan tentang fakta bahwa kita jarang menyinggung soal kesepian saat membahas kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal masih menurut situs yang sama, kualitas hubungan sosial terbukti empat kali lebih penting sebagai prediktor kesehatan fisik dan mental para pensiunan, ketimbang kondisi finansial mereka.

4. Siapa Saja yang Berpeluang Besar Merasa Kesepian?

Photo by Palu Malerba on Pexels

Photo by Palu Malerba on Pexels via https://www.pexels.com

Survei nasional bertajuk Australia Talks yang dilakukan oleh Australian Broadcasting Corporation (ABC) menemukan bahwa kesepian sangat menyebar di Australia. Dari survei tersebut juga ditemukan beberapa komunitas yang dianggap berpeluang besar untuk merasa kesepian. Mereka adalah kaum muda (usia 18-24 tahun), penduduk kota, dan orang-orang berpenghasilan rendah.

5. Lantas, Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Kesepian?

Photo by Deden Dicky Ramdhani on Pexels

Photo by Deden Dicky Ramdhani on Pexels via https://www.pexels.com

Menurut situs The Conversation, cara ampuh untuk menangkal rasa sepi adalah membangun hubungan sosial dan berbicara. Dalam artikelnya, The Conversation menganggap bahwa hubungan sosial berbasis kelompok belakangan sudah terkikis oleh tirani kehidupan modern sehingga membuat banyak orang kesepian. Kelompok yang dimaksud di sini adalah semua jenis komunitas, termasuk keluarga, lingkungan, kelompok ibadah, partai politik, dan lain-lain.

Sementara situs Verywell Mind menuliskan cara mencegah kesepian dengan lebih detail. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Pertimbangkan untuk bergabung dalam komunitas atau aktivitas lain yang menyenangkan agar bisa bertemu banyak orang dan berinteraksi sosial.
  • Cobalah berpikir positif dan berharap yang baik-baik. Orang yang kesepian sering kali fokus dengan kemungkinan ditolak dan dugaan negatif lain. Jadi mulai sekarang, cobalah untuk lebih berpikir positif dalam melakukan hubungan sosial.
  • Fokus pada pengembangan hubungan yang berkualitas. Carilah orang yang memiliki sikap, minat, dan nilai yang sama dengan kalian.
  • Sadarilah bahwa kesepian adalah tanda kalau ada sesuatu yang harus diubah dari kalian.
  • Yang terakhir, pahami efek kesepian yang bisa terjadi pada fisik dan mental kalian.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

treat people with kindness

CLOSE