Membahas soal cinta memang nggak ada habisnya. Saat jatuh cinta, kamu merasa menjadi orang yang paling bahagia. Masuk akal, sih, karena otak akan aktif mengeluarkan feromon, dopamine, norepinephrine, serotonin, oxytocin, dan vasopressin saat kita jatuh cinta. Kelima hormon inilah yang membuat kita selalu bahagia.

Hanya saja, nggak selamanya hubungan kita berjalan mulus. Ada kalanya pasangan kita menginginkan waktu untuk sendiri dulu. Lalu, apakah kita harus diam menunggu?

1. Panik!

Dilarang panik!

Dilarang panik! via https://www.google.co.id

Kebanyakan wanita langsung heboh menuduh pasangannya ini itu ketika dia meminta waktu untuk sendiri. Beberapa dari kita malah langsung menuduh terang-terangan, "Kamu selingkuh sama siapa?!"

Duh, jangan sampai, ya.

Advertisement

Nggak seperti wanita yang ekspresif, pria kebanyakan memendam sendiri permasalahan mereka. Apalagi kalau kamu memiliki pacar yang super tertutup. Ini bukan caranya minta putus, kok.

Mereka hanya nggak ingin mengumbar permasalahan mereka di depan khalayak umum. Tetaplah tenang dan kontrol emosimu. Priamu ingin menenangkan diri sebentar agar moodnya kembali membaik. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengiyakan dengan senyum tulus tanpa dibuat-buat.

2. Jangan ganggu priamu. Biarkan dia punya waktu untuk dirinya sendiri

Pria juga butuh me time

Pria juga butuh me time via https://www.google.co.id

Nggak hanya wanita, pria juga butuh waktu untuk sendiri entah itu untuk berpikir, merenung, atau sekedar menikmati apa yang biasa dia lakukan ketika belum bersama denganmu. Egois? Tentu saja nggak. Pria memiliki jalan pikiran sendiri yang kadang sulit kita mengerti.

Advertisement

Jika memungkinkan, bicarakan dengan pasangan tentang berapa lama dia butuh sendiri. Jika priamu nggak memberikan batasan waktu yang jelas, kamulah yang harus menentukannya. Katakan padanya kalau kamu akan memberi waktu selama satu minggu (atau lebih) tanpa kontak. Jangan lupa juga katakan kalau kamu selalu siap sedia saat dia membutuhkan bantuan. Selanjutnya, patuhi perjanjian kalian.

3. Buang jauh-jauh pikiran negatifmu. Saatnya Me-time!

Kamu juga bisa me time!

Kamu juga bisa me time! via https://www.google.co.id

Saat ini, kamu mulai masuk ke fase baru dalam hubungan. Kamu yang terbiasa selalu berkabar dengan pasangan, kini harus terbiasa dengan hilangnya notifikasi di seluruh sosial mediamu. Kalau sudah begini, biasanya kamu akan merasa kehilangan dan mulai berpikir negatif tentang pasangan. Jangan! Karena dengan demikian, keinginan untuk sekedar menyapa melalui pesan singkat pasti meningkat. Tolong ditahan kalau kamu nggak ingin masalahmu dengannya semakin berat.

Dari pada terus-menerus curiga, lebih baik lakukan me time. Kamu bisa pergi ke klinik kecantikan dan merawat wajahmu. Bisa juga pergi ke toko buku atau perpustakaan dan menghabiskan waktu di sana. Kamu hobi merawat rambut? Datangi salon favoritmu dan warnai atau ganti model rambutmu.

Saatnya fokus pada dirimu.

4. Bom Pesan Singkat: NO NO NO!

Menghabiskan waktu bersama sahabatmu lebih bermanfaat dibandingkan mengirim bom pesan singkat

Menghabiskan waktu bersama sahabatmu lebih bermanfaat dibandingkan mengirim bom pesan singkat via https://www.google.co.id

Pada beberapa kasus, wanita nggak bisa menahan keinginannya untuk mengirim pesan singkat kepada pasangan. Ketika balasan yang ditunggu nggak kunjung datang, pesan singkat yang dikirim pun menjadi lebih banyak dan panjang. Satu hal yang tidak kita sadari adalah hal tersebut membuat jengah pihak sebelah.

Ladies, ini bukan cara yang dewasa untuk menghormati masa diammu dan priamu!

Dari pada sibuk mengirimkan pesan kepada priamu (yang bisa dipastikan hanya akan dibaca tanpa dijawab), lebih baik libatkan sahabatmu. Tanpa kamu sadari, aktivitas bersama sahabat selama ini berkurang karena fokusmu terbagi. Ini adalah saat yang tepat untuk kalian saling megakrabkan diri lagi. Hubungi sahabatmu dan rencanakan hal-hal menarik yang bisa kalian lakukan bersama. Merencanakan acara masak bersama, misalnya.

5. Mencari Gebetan Lain

Kendalikan hatimu!

Kendalikan hatimu! via https://www.google.co.id

Meskipun sangat sulit untuk nggak berhubungan ataupun mendengar kabar dari priamu dalam jangka waktu yang lama, bukan berarti kamu harus menurunkan martabatmu dengan mencari pria lain, bukan? Percayalah, dia nggak mendua. Dia hanya butuh waktu untuk sendiri saja. Toh jika dia baik untukmu, Tuhan akan menjaganya selalu. Percayalah, tingkat tertinggi dalam mencinta adalah selalu berdoa untuknya dalam diam.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa kamu nggak boleh kehilangan logika di fase ini. Ketika batas waktu yang kalian janjikan sudah lewat, tanyakan lagi padanya mengenai komitmen kalian.

Bahas kembali mengenai "waktu sendiri" yang bisa kamu toleransi. Jika memungkinkan, tanyakan padanya alasan dia ingin menyendiri. Ingat, jangan pakai emosi. Jadilah wanita elegan yang bisa mengendalikan diri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya