Hal-hal yang mungkin nggak lu banyangkan terus terjadi, bahkan lu anggap itu mimpi. Hal-hal  tersebut bukan hanya kebetulan terjadi pada diri lu, semua itu berkat usaha yang lu lakukan dari harapan-harapan yang pernah lu upayakan namun belum terwujud. Tapi lu terus berusaha tanpa kenal kata menyerah. Mungkin upaya lu belum bisa tercapai dalam waktu dekat  tapi yakinlah akan usaha yang tidak pernah membohongi hasil.

Dari setiap inci pergerakan yang lu lakukan dalam menggapai harapan di situlah butir-butir keringat lu, akan berubah menjadi sebuah keajaiban yang nggak pernah lu bayangkan sebelumnya.

Berikut beberapa peristiwa yang gue alami yang belum pernah gue bayangkan sebelumnya, tapi terjadi dan membuat terkesan di tahun 2018.

1. Punya buku tanpa penerbit, tapi ada penggemar.

25 Corak Dalam Rasa adalah judul buku kumpulan puisi karya gue, yang dicetak tanpa penerbit. Dalam proses pembuatannya kami lakukan bertiga. Dua (Cowo). Satu (Cewe). Gue dan tim mencetak, mendesain dengan upaya dan modal sendiri. Ada yang bantu edit, ada yang bantu desain cover, ilustrasi hingga layout. 

Advertisement

Lalu kami tawarkan ke kawan-kawan yang berminat dengan sistem pre-order. Alhamdullilah hingga saat ini terjual 11 buku. Buku kumpulan puisi tersebut gue bikin dalam kurun waktu satu bulan, judul 25 Corak Dalam Rasa gue ambil dari jumlah puisi yang gue tulis, sedangkan 'corak dalam rasa' bermotif dari campuran rasa gue yang nano-nano dan bercorak.

Latar belakang gue bikin puisi dalam kurun waktu satu bulan: Berawal dari gue diajak sama kawan. Nonton film di bioskop yang berjudul 'Dilan 1991' lalu gue ter-inspirasi untuk membuat puisi, kemudian muncul ide untuk membuat challange pada diri gue: Dalam kurun waktu satu bulan gue bisa bikin berapa puisi?

Pada dasarnya memang gue ada bakat sedikit untuk menulis puisi: hal itu terbukti saat gue masih duduk dibangku kelas 8. Gue dapat nilai terbaik saat tugas mengarang puisi. Bakat tersebut terus gue kembangkan sampai sekarang. Hingga gue memiliki beberapa penggemar. Awalnya. Saat gue mencoba menjajakan buku gue di lingkungan kampus dalam bentuk foto copian: jadi sebelum terbentuk buku dengan layout dan cover.

Advertisement

Gue tawarin ke kawan-kawan gue, siapa aja yang mau baca hasil karya gue. Gue akan memberikan secara gratis dalam bentuk foto copian, lalu mendapat respond yang sangat positif dari kawan-kawan gue; diantaranya ada yang nyuruh terbitin ke penerbit, ada yang bilang sangat bagus serta ada yang menawarkan untuk membentuk grup untuk mencetak buku sendiri dan grup tersebut masih berjalan hingga saat ini dan diberi nama: 'Art notes' yang niat awalnya cuman ingin mencetak buku kini Art notes juga mengembangkan postingan quotes dan cerbung via Instagram.

Selain postingan di instagram Art notes sendiri memiliki visi-misi baru yaitu ingin menjadi media seni yang bisa terus melayani khalayak atas karya yang Art notes ciptakan.

2. Jadi Pimpinan Sidang Dadakan Saat Rapat Akbar.

Pimpinan sidang

Pimpinan sidang via http://www.hipwee.com

Dalam ruang lingkup kampus pasti ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Salah satu UKM yang gue ikuti adalah LpmSukma Jakarta yang membahas tentang pers dan jurnalistik.

Dalam kegiatan rutinnya LPM Sukma Jakarta mengadakan Pelatihan Kaderisasi Pengurus Sukma (PKPS) yang bertujuan untuk pergantian pengurus dalam masa jabatan satu tahun enam bulan. Setelah anggota LpmSukma Jakarta yang mengikuti kegiatan PKPS akan dicalonkan menjadi pengurus baru.

Selanjutnya mereka akan disahkan dalam struktual kepengurusan setelah rapat akbar. Rangkaian rapat akbar sendiri adalah pemilihan ketua umum dan staff formatur dengan pemumutan suara dari peserta yang hadir lalu di pimpin oleh ketua sidang untuk memutuskan hasil diskursus dalam menentukan pilihan.

Yang nggak gue sangka pada saat itu; gue ditunjuk oleh peserta yang hadir untuk menjadi pimpinan sidang. Demi kepentingan umum gue mengatakan bersedia. Meskipun saat sidang berjalan gue masih contek buku panduan untuk mengetahui jumlah ketukan palu utuk keputusan tertentu; karena setiap keputusan berbeda jumlah ketukan palunya.

3. Hiking Bareng Cewe Paling Pintar di Kelas. Cantik pula.

Mendaki gunung adalah salah satu hobi gue. Dalam mendaki, gue menemukan pelajaran hidup yang berbeda dari setiap pendakian yang gue alami. Meskipun gunungnya sudah beberapa kali gue daki. Dalam mendaki gunung dapat patner yang sejiwa, pengertian dan tidak merepotkan sangatlah menyenangkan apalagi ditemani cewe cantik.

Namanya Lulu Isnaini Kamal biasa dipanggil Lulu. Dia adalah teman sekelas gue di Universitas Terbuka Jakarta. Sebelumnya gue nggak tahu kalau dia suka hiking juga. Awalnya gue nge-share ke grup whatsapp kelas kalau gue mau hiking ke Gunung Ciremay, Jawa barat.

Karena gue cuman ber-empat orang, gue tekor kalau mau nyewa travel. Jadi gue share aja ke grup-grup biar dapat tambahan orang. Biar murah penyewaan travel, harus ada 6 orang sesuai prosedur.

Pada saat ke Gunung Ciremay Lulu tidak bisa ikut karena waktu yang mepet untuk prepare. Selang waktu 2 minggu, Lulu ngabarin gue kalau dia sama temannya mau hiking ke Gunung Gede, Jawa barat. Tanpa mikir panjang gue sanggupin. Berangkatlah gue ke Gunung Gede, Jawa Barat, Via Salabintana.

Pada waktu itu berangkat dari Jakarta tanggal 20 Juli 2018. Tiba di Jakarta lagi tanggal 23 juli 2018. Gue ber-empat orang. Dua(Cewe). Dua(Cowo). Selain cantik Lulu ini paling pintar karena selalu mendapatkan nilai tertinggi di kelas. 

4. Harga Laptop Rp900.000,00.

Dalam proses pengembangan bakat di bidang tulis-menulis pasti gue butuh gawai untuk mempermudah gue mengikuti lomba-lomba demi mengasa kemampuan. Hampir satu tahun gue mengikuti lomba nulis, buat tulisan menggunakan Handphone lalu gue rapihin lagi menggunakan PC, dengan menyewa jasa warnet.

Hal tersebut tidak membuat gue menyerah dan putus asa dalam berkarya. Di akhir tahun 2018 tepatnya pada tanggal 13 Desember 2018, saudara gue dari Surabaya mampir ke rumah gue. Saudara gue ini ada lomba yang diikutinya di Jakarta.

Gue ngobrol sama dia tentang ini-itu, di tengah obrolan kami. Dia menawarkan laptop punya kawannya yang ingin dijual dengan harga Rp1.200.000,00. merk HP. Tipe: Elitebook 2560p. Minus batre bocor sama speaker tidak bisa. Tawar menawar lewat telepon. Akhirnya deal dengan harga Rp900.000,00.

5. Berusaha bukan menjadi yang terbaik. Tapi jadilah usaha yang berhasil.

Lambang pensil dengan motif huruf singkat nama gue. Itulah hasil karya desain kawan gue. Yang diperuntukan untuk gue. Dalam lambang tersebut kawan gue mengartikan bahwa seorang azzam bagaikan mata pensil yang siap dan kapan pun, di mana pun untuk menorehkan karyanya tanpa mengenal kata menyerah.

Dari berbagai judul dan gambar di atas, itu hanya deskripsi singkat yang gue paparkan. Hal-hal tersebut yang nggak gue bayangkan tapi terjadi nyata yang gue alami di tahun 2018. Dari gue menerbitkan buku sendiri.

Menjadi pimpinan sidang. Hiking bareng cewe cantik, hingga dapat harga laptop yang murah, semua itu adalah hal-hal yang terjadi dari usaha gue dalam mencapai sesuatu memang gue tidak pernah menyangka hal tersebut terjadi sama gue bahkan hal tersebut tidak termasuk dalam perencanaan gue. Kenapa? Hal tersebut bisa terjadi. Karena saat harapan datang tentang sesuatu hal. Gue selalu bertindak tanpa banyak berkata.

Harapan itu datang saat kita menginginkan sesuatu lalu datanglah hasrat untuk mencapainya atau memilikinya. Jika hanya berkata harapan itu tidak akan terwujud, lapuk dimakan waktu.

 

Bagi gue melakukan hal terbaik adalah saat proses itu berlangsung bukan saat lu ingin menjadi yang terbaik tapi lu menyingkirkan hal yang baik.

Jadilah usaha yang berhasil dalam artian saat lu berusaha dan berjuang menggapai cita-cita di situlah letak kepuasan lu. Sehingga saat lu gagal tapi lu terus mencoba dan terus mencoba. Lalu lu mendapatkan kepuasan dalam menaklukan sifat menyerah karena kegagalan. Sampai keberhasilan menjadi jawaban atas kegagalan yang lu alami.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya