5 Hal yang Sering dilakukan ke Ibu Sewaktu Kecil, Masih Ingat Enggak?

Yuk nostalgia kenangan semasa kecil! Masih ingat nggak?

Kamu, masih ingat enggak hal apa aja yang kamu lakukan pas masih kecil? Suka nangis, pasti. Masih ngompol, mungkin? Atau sering diomelin gara-gara lupa bawa pulang botol minum dari sekolah? Sekarang kita sudah beranjak dewasa, time flies so fast, ya. Enggak kerasa, sekarang kita merindukan hal-hal itu.

Hal-hal yang dulu rasanya berat banget bagi kita, tapi sekarang kalau diingat kembali malah jatuhnya jadi hiburan. Ingat masa kecil, otomatis ingat Ibu. Ada yang merasa sama? Kira-kira, kamu masih ingat enggak waktu kecil dulu sering bertingkah apa ke ibu kamu? Kalau aku sih, sering banget melakukan hal-hal berikut.

Advertisement

1. Nitip jajanan tiap Ibu ke Pasar

Foto oleh Igor Ovsyannykov dari Pexels

Foto oleh Igor Ovsyannykov dari Pexels via http://https

Aku tinggal di tengah keluarga sederhana, yang bisa dibilang Ibu tuh ke pasar cuma sebulan sekali. Bukan karena pasarnya jauh, tapi karena uangnya terbatas. Jadi, tiap kali Ibu ke pasar pasti deh titip jajanan. Apapun yang ibu beli, pasti senangnya luar biasa. Enggak aneh-aneh sih, kue atau jajanan pasar gitu. Dan dibelikan kue atau jajanan pasar tuh berasa istimewa banget.

2. Ibu pulang dari pasar pasti ikut unboxing plastik belanjaan cari jajanan

Foto oleh Lisa Fotios dari Pexels

Foto oleh Lisa Fotios dari Pexels via http://https

Setiap kali Ibu pulang belanja dari pasar, pasti deh ngikutin Ibu sampai dapur. Bukan buat bantuin bawa plastik belanjaan, tapi buat ikutan unboxing. Jadi bisa sekalian absen belanjaan Ibu. Kadang-kadang suka konyol sendiri, pakai nanya, “Mak, kok beli cabe banyak banget buat apa?” Jelas-jelas buat bikin sambal, masih nanya. Atau kalau ketemu belanjaan aneh seperti daging, suka gembira sendiri. Maklum, zaman masih kecil makan daging ya sebulan sekali dan itupun setiap habis Ayah gajian. But, we were so happy back then.

Advertisement

3. Nangis tiap kali diomelin

Foto oleh Саша Лазарев dari Pexels

Foto oleh Саша Лазарев dari Pexels via http://https

Pernah dijulukin si tukang nangis gara-gara nangis enggak kenal kondisi. Ditegur Ibu saja langsung melankolis. Sedih, sampai berasa anak tiri padahal kita sendiri yang cari masalah. Kalau dipikir-pikir lagi saat ini, lucu sih. Nangis sesenggukan sambal meluk boneka di pojokan, ujung-ujungnya ketiduran. Bangun-bangun, kelaperan.

4. Manja-manjaan padahal ada maunya

Foto oleh Alex Green dari Pexels

Foto oleh Alex Green dari Pexels via http://https

Siapa nih yang suka manja-manja tapi punya maksud terselubung? Misal, minta tambah uang jajan gitu? Minta uang tambahan sih enggak pernah, mungkin minta belikan sesuatu. Jadi Ibu tuh udah tebak, tiap anaknya dekat-dekat, pijat-pijat, pasti ada aja yang diminta. Minta beliin karet merah buat main karet, misalnya.

5. Disuapin ketika bangun pagi kesiangan dan harus segera berangkat ke sekolah

Advertisement
Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels via http://https

Berhubung aku dan adik satu SD, jadi kami berdua kalau jalan ke sekolah tuh barengan. Kalau adik enggak sarapan, aku juga demikian. Nah, cara mensiasatinya Ibu selalu menyuapi kami makan sebelum berangkat dan hemat banget dong—sepiring berdua, sendoknya juga, apalagi gelas air minumnya. Kalau ada tetangga yang tegur, Ibu pasti jawab, “Lagi nyuapin anak burung. Susah banget makan, enggak mau kalau enggak disuapin.” Sambil menyendok penuh nasi ke mulut kami. Hhmm, tapi, pernahkah kamu suapin Ibu?

Bertepatan dengan Hari Ibu, sudahkah kamu berterima kasih pada Ibu kamu? Setidaknya, berterima kasih karena beliau telah melahirkanmu ke dunia dan atas kesabarannya yang penuh pemakluman dari setiap kecerobohan yang kamu pernah lakukan.

Setidaknya, ucapkan terima kasih. Itupun sudah sangat berarti bagi Ibu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis

CLOSE