Akan ada banyak hujatan yang datang kepada diri kita ketika kita melakukan hal-hal yang di luar keumuman. Akan ada banyak orang yang menjudge diri kita ketika kita tak sama dengan mereka. Bahkan kita juga akan mendapatkan tittle " bandel, nakal, buruk, suka bikin onar atau apalah istilah lainnya" tanpa susah payah harus kuliah.

Jika memang kita merasakan hal yang semacam ini. Biarkanlah,lakukan saja apa yang menurut kita benar. Selama apa yang kita lakukan tak melanggar aturan atau norma yang ada,sekalipun kita di cap dengan orang "GILA". Karrena pasti kita tahu, sejak dulu kala, selalu saja ada beberapa orang yang di anggap gila. Seperti Charles Darwin, Thomas Alva Edison, Henry Cavendis dan yang lainnya. Pernah di anggap gila dengan apa yang ada di pikiran dan tingkah mereka.

Nah, kalaupun kita tak sehebat mereka, para ilmuwan yang di anggap "Gila". Namun kita tetap di anggap memiliki pemikiran dan tingkah laku yang "GILA", syukuri saja. Karena itu ada manfaatnya. Ini dia beberapa manfaat dari kegilaan kita.

1. Menumbuhkan Keberanian bagi Orang Lain

Berani mencoba ? via http://www.google.co.id

Ketika kita melangkah lebih dari sekedar ‘just do it’ menjadi ‘just do that extra shot’, tingkah kita yang bandel dan nekat bisa menjadi inspirasi atau pendorong yang kuat bagi orang lain saat mereka terjebak pada hal yang biasa saja hingga akhirnya mereka berani untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.

Seperti kata-kata dalam buku motivasi yang sering nyebutin bahwa orang paling sukses dalam hidupnya adalah yang selalu berani bertindak atau disebut ‘doer’.

2. Mengajarkan untuk bersikap tenang

kayak gini nih ! via http://www.google.co.id

Advertisement

Kita yang suka bertindak di luar tindakan umum yang paling disenangi hingga akhirnya kita di judge nakal, nggak tau aturan dan "gila", sebenarnya secara tak langsung kita mengajarkan mereka untuk bertindak berani, dan mampu mengatasi segala macam hiruk pikuk kehidupan yang kita jalani. Karena cenderung, kita yang di cap gila mampu bersikap bersikap tenang menghadapi tekanan dan kesulitan hidup yang kita jalani.


Selama mereka mau melihat sisi positifnya sih !

klo kagak,tetap saja kita buruk di mata mereka.


3. Menghilangkan stress

Tak perduli siapa diri kita,jabatan dan pekerjaan kita? Kita pasti selalu dihadapkan dengan permasalah hidup yang memang sudah melekat pada diri kita. Kita yang sering melakukan hal hal gila, tentu dengan mudah bisa melepaskan stress, tekanan ataupun hal yang memberatkan hidup kita apapun bentuknya. Nah, dari sinilah harusnya mereka bisa belajar bahwa mereka yang menganggap kita gila harus melakukan hal-hal "gila" sesekali .


Seringpun gak apa-apa.heeee


Karena melakukan hal-hal gila bisa melepaskan stress yang justru menyehatkan jiwa. Asal kegilaannya nggak menambah masalah yang telah ada. Iya kan! heeee

4. Membangun keseimbangan hidup yang lebih dari biasanya

meditasi di alam via http://www.google.co.id

Banyak yang berpikir ketika mereka memiliki banyak kesamaan dengan orang lain, hidup mereka sudah berada pada kehidupan yang sebenarnya. Hidup mereka telah mencapai keseimbangan seperti yin dan yang.

But, coba tanyakan pada mereka. Apakah mereka sudah benar-benar mendapatkan keseimbangan hidup ? jawabannya pasti beragama dengan beragam asumsi yang terlontar. Namun, jika mereka mau sedikit belajar dari kita yang di anggap gila. Mereka akan belajar bahwa keseimbangan hidup juga perlua di cari dengan hal-hal yang di luar kebiasaan atau hal-hal yang lebih menantang untuk membawa Anda pada keseimbangan 'Yin' dan ‘Yang’ yang lebih tinggi. heee..

5. Membuat hidup kita lebih baik

kayak naruto via http://www.google.co.id

Memang akan terdengar aneh ,bahkan mungkin akan terdengar tak masuk akal. Namun, kekacauan yang sering kita lakukan hingga akhirnya kita di anggap biang onar "Gila", membuat hidup kita bisa belajar lebih banyak dari mereka yang melakukan hal yang umum saja. Dan hal inilah yang akan membuat hidup kita lebih baik dari mereka.


karena pengalaman adalah guru yang paling berharga mengajarkan kita mengahadapi realita bukan hanya omongan belaka.