Tak ada hati yang tak tergores meski hanya setetes. Tak ada kesalahan kecil atau besar karena setiap kesalahan pasti mengandung kesedihan yang ukurannya tetap sama. Memaafkan tak harus memandang siapa yang paling banyak memiliki takaran kesalahan tetapi menerima segalanya dengan melapangkan dada selebar-lebarnya. Saat merasa terpuruk terhadap sesuatu berdamailah dengan emosi untuk tidak membalas dengan ukuran yang sama. Tetapi kepribadian yang agung tak kenal dengan persoalan yang demikian, bukan?

1. Memaafkan adalah proses mendewasakan

datadatakebenaran.blogspot.com

datadatakebenaran.blogspot.com via https://datadatakebenaran.blogspot.com

Dewasa merupakan penambahan sesuatu. Sering orang membahasakannya kepada angka berupa umur. Tetapi banyak juga yang lebih sependapat dengan luasan pikiran yang dimiliki. Semakin luas pikiran yang digali semakin banyak hal yang dapat dinetralkan dengan seksama. Salah satu hal yang menjadi penghuni mahal di dalamnya adalah maaf yang memaafkan.

2. Memaafkan sesungguhnya sedang mendamaikan diri sendiri yang dipenuhi banyak emosi tanpa kendali

mangkutak.wordpress.com

mangkutak.wordpress.com via https://mangkutak.wordpress.com

Advertisement

Emosi seperti tamu yang dapat menyambangi siapa saja. Hanya saja penerimaan oleh tuan rumah tentu tidaklah sama. Berdamai yang letaknya dalam hati adalah tempat terbaik untuk berbincang dengan emosi. Mendamaikan tidak serta merta secara instan karena setiap goresan akan memberikan bekas yang dalam, tetapi usaha yang tak hanya sesaat dapat menemukan jawaban yang luar biasa hebat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya