Penenang untukmu yang Sering Merasa Rendah Diri dan Kurang Berharga di Mata Dunia

Mencegah tidak percaya diri

Nobody's perfect, right?

Kalimat paling sederhana yang sudah pasti setiap orang pernah mendengar dan mengucapkannya. Masing-masing dari kita menyadari, memaklumi, dan memahami kalimat tersebut bukan? Nggak ada manusia yang sempurna. Si cantik selalu punya kekurangan lain dari dirinya, si pintar juga punya kekurangan dari sisi lainnya, begitu juga yang punya paras biasa-biasa saja punya kelebihan di sisi lain dirinya. Berdasarkan fakta yang sangat sederhana itu, bisakah kita mencintai diri kita dengan apa adanya, proud to be you no matter what people say. Jika masih merasa tidak percaya diri, untuk kamu yang selalu insecure, come on, renungkan hal ini:

Advertisement

1. Kamu spesial dan berharga

Tidak ada ciptaan Tuhan yang gagal

Tidak ada ciptaan Tuhan yang gagal via https://unsplash.com

Apa pun yang membuatmu khawatir, yang membuatmu tidak percaya diri, hal-hal yang membuat mu merasa tidak pantas, ingatlah lah akan satu hal, kamu adalah ciptaan Tuhan paling sempurna, kamu ciptaan paling spesial. Jangan merasa kamu tidak layak di hadapan orang karena kamu berharga di hadapan sang Pencipta. Tuhan tidak pernah gagal bukan? Begitu pun dengan segala sesuatu yang Dia ciptakan. Tidak ada ciptaan yang gagal, hanya saja kamu harus tau potensimu. Setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan. Cari dan fokus pada kelebihan yang kamu punya, explore kelebihanmu. You are special more than you can imagine.

2. Fokus pada dirimu, membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuang waktu

Fokus pada diri sendiri

Fokus pada diri sendiri via https://inspirelle.com

Mulai dari detik ini, stop merasa tidak layak, stop merasa tidak pantas, stop membandingkan diri dengan orang lain. Ayo fokus pada dirimu, selalu membandingkan diri dengan orang hanya akan membuang-buang waktu. Tugasmu cukup, do the best for anything you can.

Apa pun yang kamu kerjakan, lakukan dengan sebaik-baiknya yang bisa kamu lakukan, dengan sepenuh hati, semaksimalnya kamu, for the best result of you. Jangan bandingkan hasilnya dengan orang lain, jika itu sudah yang terbaik yang bisa kamu lakukan. Kamu hebat dengan caramu. Berikan pujian pada dirimu saat kamu merasa sudah melakukan yang terbaik.

3. Kenyataan tidak selalu sebaik kelihatannya, apa yang kamu lihat tidak selalu yang sebenarnya terjadi

Tak perlu membandingkan diri

Tak perlu membandingkan diri via https://unsplash.com

Percayalah, setiap orang punya masalah, setiap orang punya keresahan sendiri. Jika saat ini kamu merasa terpuruk, memiliki banyak beban, you are not alone. Jangan pernah berpikir kamu adalah satu-satunya orang yang memiliki beban paling berat, kita semua yang masih hidup dan bernafas punya kesulitannya masing-masing.

Hanya saja ada orang yang bisa menyembunyikan masalahnya dan ada yang tidak. Jika kamu melihat teman-temanmu selalu tertawa, selalu ceria bukan berarti dia tidak punya masalah. Barangkali masalahnya jauh lebih berat,hanya saja dia tidak mau menunjukkan kesedihannya. Artinya kita semua sama, kita semua punya masalah, kita semua yang bernafas punya kesulitan, punya kekhawatiran, jangan berkecil hati melihat kebahagiaan orang lain disaat-saat terpurukmu. Lewati setiap tantangan hidup dengan kepercayaan bahwa everything will be fine in time.

Advertisement

4. Jangan selalu melihat ke atas, sesekali tengok ke bawah agar kamu tahu cara bersyukur

Bersyukur

Bersyukur via https://unsplash.com

Jika selama ini kamu hanya melihat kebahagiaan orang lain, fokus pada kesuksesan orang lain, ingin mendapatkan apa yang orang lain dapatkan, sesekali tengoklah sekelilingmu. Di luar sana ada banyak orang yang ingin berada di posisimu, di luarsana ada orang yang tidak sempurna fisiknya, ada orang yang untuk makan saja harus meminta terlebih dulu.

Bayangkan betapa beruntungnya kamu, jika saat ini kamu bisa memilih makanan apa yang ingin kamu makan esok hari, jika kamu bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak di kasur yang empuk, kamu adalah salah satu orang paling beruntung dibanding jutaan orang di luar sana. Masih belum bersyukurkah kamu?

5. Kebahagiaan itu relatif, ciptakan kebahagiaanmu sendiri

Berbahagialah

Berbahagialah via http://5feetaway.com

Happiness comes from living as you need to, as you want to. Hal paling salah adalah ketika kamu mencoba membandingkan kebagiaan mu dengan kebahagiaan orang lain. Tidak ada patokan untuk sebuah kebahagiaan, pahami apa yang kamu inginkan, bukan yang orang lain inginkan dari kamu. Selama hal yang kamu lakukan adalah benar, hal yang kamu lakukan membuat mu bahagia, no need other people opinion as long as you don't harm anyone.

Seringkali kamu insecure saat melihat orang lain bahagia dengan cara yang berbeda dari yang kamu lakukan. Tidak semua orang berparas cantik lebih bahagia dari orang yang berparas biasa aja. Tidak selamanya orang kaya lebih bahagia dari orang yang miskin. Kebahagiaan tidak diukur dengan harta, rupa, fisik, atau pengetahuan.  Be happy the way you are, with who you are.

6. Jadilah orang yang positif, berpikirlah positif, maka hal-hal baik akan mengikutimu

Berpikir dan bersikap positif

Berpikir dan bersikap positif via https://www.indoindians.com

Ubah cara pandangmu pada hal-hal positif. Jika selama ini kamu sering melihat sesuatu dari sudut pandang yang negatif, ubah semuanya menjadi hal yang positif. Jika kamu selalu merasa “aku tidak pantas”, “aku tidak cantik, aku tidak ganteng”, “aku tidak bahagia”, “aku gagal”, “masalah ku sangat banyak” mulai saat ini yuk ubah pola pikir mu, ganti semuanya menjadi “aku berharga, aku pantas mendapatkannya”, “aku cantik, aku ganteng”, “aku bahagia dengan caraku”, “aku pasti berhasil”, “masalah adalah ujian ugar aku semakin berkembang”.

Setiap kali kamu merasa insecure, tanamkan itu di pikiranmu. Jangan biarkan hal-hal negatif mengganggumu. Jadikan berpikir positif sebagai karaktermu, sebagai kebiasaanmu, maka hal-hal baik akan selalu kamu terima 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE