Tidak semua orang memiliki kehidupan keluarga bahagia dan sejahtera. Tidak sedikit orang di luar sana yang selalu merasa dihantui rasa takut dan tekanan saat berada dalam lingkungan keluarganya sendiri. Abusive parenting merupakan salah satu pola pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya secara kasar, baik secara verbal atau fisik yang mana akan berakibat adanya trauma dan rasa takut berlebih terhadap keluarga.

Data dari World Heatlh Organization (WHO) menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang dewasa pernah mengalami kekerasan sejak masih kecilnya. Sedangkan data dari ChildFund menunjukkan bahwa 6 dari 10 anak-anak di dunia telah menjadi subjek punishment/kekerasan oleh orang tuanya, dan hal tersebut dilakukan secara terus menerus.

Bagaimana dengan situasi di Indonesia? Infografik dari Tirto.Id yang melansir data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, memberikan gambaran yang cukup jelas. Tren mengalami penurunan sejak 2013. Pelaku kekerasan anak laki-laki didominasi Ayah, sedangkan anak perempuan oleh Ibunya.

Berikut merupakan jenis Abusive Parents yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya semasa kecilnya menurut World Health Organization (WHO):

1. Physical Abuse (Kekerasan secara Fisik)

Kekerasan fisik

Kekerasan fisik via https://www.google.com

Physical Abuse atau kekerasan secara fisik merupakan kekerasan yang terjadi melibatkan kontak langsung dan dimaksudkan untuk menimbulkan perasaan intimidasi, cidera, mengurung anak secara paksa, penderitaan fisik lain, atau kerusakan tubuh hingga ancaman pembunuhan. Bentuk kekerasan jenis ini dapat terjadi ketika orang tua atau pengasuh, dan pelindung anak memukul anak ketika anak sebenarnya memerlukan perhatian. Padahal pukulan tersebut akan diingat oleh sang anak jika kekerasan fisik itu berlangsung dalam periode tertentu, bahkan hingga sang anak beranjak dewasa.

2. Emotional Abuse (Kekerasan secara Emosional)

Kekerasan emosional

Kekerasan emosional via https://www.google.com

Emotional Abuse merupakan kekerasan emosional pada anak yang didefinisikan sebagai penyerangan yang terus-menerus pada seorang anak yang dilakukan oleh orang tua atau orang dewasa yang mempunyai efek negatif pada nilai diri seorang anak.

Berikut beberapa kriteria kekerasan secara emosional:

  • Nitpicking : meremehkan achievement anak
  • Embarrasment : orang tua suka menceritakan hal pribadi yang membuat malu di depan banyak orang
  • Insecurity : anak dianggap tidak benar karena gagal mencapai suatu target
  • Excessive Guilt : orang tua menganggap bahwa sudah seharusnya mereka adalah sosok paling penting di hidup si anak
  • Alienation : menganggap temen atau keluarga orang lain bukan satu “kasta” sama keluarganya. Sehingga mereka tidak perlu dianggap
  • Anger : marah-marah dan suka membentak si anak

3. Sexual Abuse (Kekerasan secara Seksual)

Kekerasan Seksual

Kekerasan Seksual via https://www.google.com

Sexual Abuse atau Kekerasan Seksual atau suatu perbuatan atau penyimpangan yang dilakukan oleh beberapa orang yang salah dalam memahami apa itu seks dan melampiaskan pada anak – anak di bawah umur, dan pada lawan jenis dengan tidak wajar, serta bahkan sampai tewas.

Berikut beberapa kriteria kekerasan secara seksual:

  • Grooming : bersikap manis ke anak secara perpelan yang bertujuan untuk merayu ke arah melakukan aktivitas seksual
  • Molestation : aksi cabul menyentuh area sensitif korban,
  • Rape (Pemerkosaan) : suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis, anggota tubuh lainnya seperti tangan, atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.

4. Neglecting (Kelalaian,Pengabaian)

Pengabaian terhadap Anak

Pengabaian terhadap Anak via https://www.google.com

Secara sederhana, neglecting dipahami sebagai bentuk abusive dari orang tua yang gagal memenuhi hak basic anaknya, maksudnya adalah sebuah kelalaian atau pengabaian yang dilakukan oleh orang tua kepada sang anak. Seperti tidak bisa nyediain makan, tidak bisa menyekolahkan, anaknya sengaja tidak diberikan fasilitas kesehatan dengan baik, tidak adanya waktu-waktu untuk sang anak, dan masih banyak hal lain.

5. Penyalahgunaan Medis

Depresi pada Anak

Depresi pada Anak via https://www.google.com

Penyalahgunaan medis juga merupakan kekerasan pada anak. Hampir mirip dengan kekerasan fisik, penyalahgunaan anak adalah tindakan yang secara sengaja membuat anak menjadi sakit.

Hal ini dikarenakan penyalahgunaan medis bisa memberikan cidera yang serius pada anak karena memberikan tindakan medis yang tidak dibutuhkan atau memanipulasi agar terkesan sakit.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya