Epilepsi adalah suatu keadaan di mana terdapat badai impuls listrik sporadik yang menyebabkan terjadinya kejang. Impuls listrik menyebabkan terjadinya berbagai jenis kejang, mulai dari melamun sampai kejang tonik klonik.

Terdapat berbagai jenis epilepsi, dan tiap jenisnya mempunyai penyebab, gejala, dan pengobatan yang berbeda-beda. Epilepsi idiopatik merupakan jenis epilepsi yang tidak diketahui penyebabnya. Epilepsi kriptogenik merupakan jenis epilepsi yang disebabkan oleh sesuatu hal, namun hal ini belum diketahui secara pasti. Epilepsi simptomatik merupakan jenis epilepsi yang penyebabnya telah diketahui.

Berdasarkan bagian otak yang terkena, kejang pada epilepsi dapat dibagi menjadi menyeluruh (generalized) dan sebagian (parsial). Kejang menyeluruh berarti bahwa seluruh bagian otak ikut terkena, sedangkan kejang sebagian hanya mengenai bagian otak tertentu.

1. Klasifikasi Epilepsi

Secara garis besar, epilepsi terbagi menjadi dua, yaitu epilepsi idiopatik dan epilepsi simptomatik atau kriptogenik. Berdasarkan bagian otak yang terkena, kejang epilepsi dibagi lagi menjadi menyeluruh dan sebagian.

Advertisement

1. Yang termasuk epilepsi idiopatik menyeluruh adalah:

-. Epilepsi absence pada anak

-. Epilepsi mioklonik juvenil

Advertisement

-. Grand mal epilepsi

2. Yang termasuk epilepsi idiopatik sebagian adalah epilepsi fokal benigna pada anak.

3. Yang termasuk epilepsi simptomatik atau kriptogenik menyeluruh adalah:

-. Sindrom West

-. Sindrom Lennox-Gaustaut

4. Yang termasuk epilepsi simptomatik atau kriptogenik sebagian adalah:

-. Epilepsi lobus temporal

-. Epilepsi lobus frontal

2. Epilepsi Idiopatik Menyeluruh

Simulasi Epilepsi via http://www.medscape.com

Epilepsi idiopatik biasanya diturunkan dalam keluarga. Penyebabnya diduga berhubungan dengan faktor genetik. Epilepsi idiopatik biasanya mulai terjadi pada masa anak-anak atau remaja, tetapi seringkali baru terdiagnosa saat anak memasuki usia dewasa.

Pada epilepsi jenis ini, tidak ditemukan adanya kelainan pada sistem saraf, baik pada otak maupun serabut saraf lainnya pada pemeriksaan saraf maupun MRI. Penderita epilepsi jenis ini mempunyai tingkat kecerdasan yang normal. Pada pemeriksaan EEG dapat ditemukan gelombang epilepsi pada seluruh bagian otak.

Kejang yang dapat terjadi pada penderita epilepsi idiopatik menyeluruh adalah:

-. Kejang mioklonik (suatu gerakan menyentak yang terjadi tiba-tiba dan sangat singkat pada anggota gerak)

-. Kejang absence (tampak seperti melamun atau berhenti bicara tiba-tiba selama beberapa detik)

-. Kejang tonik klonik menyeluruh (epilepsi grand mal)

-. Epilepsi jenis ini memerlukan pengobatan dengan pemberian obat-obatan anti kejang untuk mencegah terjadinya kejang.

3. Epilepsi Idiopatik Parsial

Epilepsi jenis ini biasanya dimulai pada masa anak-anak (usia 5-8 tahun) dan biasanya juga terdapat keluarga yang menderita epilepsi. Sering disebut juga sebagai epilepsi fokal benigna pada anak. Merupakan jenis epilepsi yang paling ringan dan biasanya menghilang saat remaja dan tidak lagi ditemukan saat dewasa.

Kejang biasanya terjadi saat tidur dan seringkali hanya mengenai otot-otot wajah, kadang dapat berupa kejang menyeluruh (grand mal). Epilepsi jenis ini biasanya terdiagnosa melalui pemeriksaan EEG.

4. Epilepsi Simptomatik Menyeluruh

Epilepsi saat bermain via http://dokter.id

Epilepsi simptomatik menyeluruh disebabkan oleh kerusakan menyeluruh jaringan otak. Penyebab tersering adalah cedera otak pada saat lahir. Selain kejang, penderita biasanya juga mengalami gangguan neurologis lainnya seperti retardasi mental atau cerebral palsy.

Penyebab lainnya adalah adanya suatu penyakit otak bawaan seperti adrenoleukodistrofi (ADL) atau infeksi otak (meningitis atau ensefalitis). Bila penyebab epilepsi simptomatik tidak dapat diketahui, maka disebut epilepsi kriptogenik.

Berbagai jenis kejang, mulai dari tonik klonik, atonik, tonik, absence, dan mioklonik dapat terjadi pada penderita epilepsi jenis ini. Kejang biasanya sulit dikontrol.

5. Epilepsi Simptomatik Parsial

Epilepsi di jalanan via https://i.ytimg.com

Epilepsi simptomatik parsial atau fokal merupakan jenis epilepsi yang sering terjadi pada orang dewasa, dan juga pada anak-anak. Epilepsi jenis ini terjadi akibat adanya kerusakan pada suatu bagian otak tertentu akibat stroke, trauma, tumor, kelainan otak kongenital, terbentuknya jaringan parut pada otak, sklerosis otak, kista, maupun infeksi. Beberapa kelainan ini dapat terlihat pada pemeriksaan MRI, tetapi banyak juga yang tidak karena ukurannya yang sangat kecil.

Sebagian besar epilepsi jenis ini dapat disembuhkan dengan tindakan pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat bagian otak yang mengalami kelainan tanpa mengganggu bagian otak lainnya. Penderita epilepsi yang akan melalui prosedur pembedahan diharuskan melakukan pemeriksaan lengkap sebelum pembedahan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya