Saya bukanlah seorang traveler yang mempersiapkan semua hal dengan detail. Prinsip saya, be spontaneous, get lost and have a fun journey! Beberapa orang menyebutnya nekat atau hanya malas membuat persiapan. Pada pukul 23.00 waktu setempat awal Februari 2018, saya tiba seorang diri di bandara London Stansted. Saya membeli tiket National Express seharga £12 di pusat informasi di bandara, dimana petugasnya memberikan saya coach ticket ke Finchley.

Singkat cerita, seharusnya saya menggunakan bus bukan tube (kereta bawah tanah) untuk tiba ke hostel yang berlokasi di dekat stasiun Kensal Green (Anda dapat menemukan hostel seharga £10 per malam dengan berbagi kamar bersama 3 orang lainnya yang berjenis kelamin sama). Kesalahan ini dikarenakan Bahasa Inggris saya yang kurang memadai, tidak mengetahui bahwa coach yang dimaksud adalah bus. Selain itu, nama bus tersebut National Express. Saat saya mendengar kata Express, yang terlintas di benak saya adalah sesuatu berkecepatan tinggi seperti kereta.

Saat di dalam tube, saya menyadari bahwa saya menggunakan moda transportasi yang salah. Berdasarkan petunjuk seorang pria yang duduk di belakang saya, saya harus transit di stasiun Tottenham Hale. Dia meminta maaf karena dia tidak dapat mengantarkan saya ke tujuan saya. Seorang wanita yang bersama pria tersebut menggodanya sambil tersenyum “Can you still call yourself a gentleman now?”. Saya terpana sesaat, karena arahan yang dijelaskan mereka kepada saya saja itu sudah merupakan hal yang sangat baik. Sesaat kemudian sebelum saya meninggalkan tube, pria tersebut ingin berjabat tangan dan menyelipkan sesuatu di tangan saya. Saya pikir itu kartu nama, ternyata selembar uang £20.

Saya katakan bahwa saya tidak dapat menerima uang itu. Namun sekali lagi dia mengatakan bahwa merasa bersalah tidak dapat mengantarkan saya dan memberikan arahan yang lebih detail. Jika saya tersesat dan akhirnya harus menggunakan taksi, menurutnya paling tidak uang tersebut dapat meringankan biaya saya. Mungkin tidak semua orang yang kita temui di London akan sebaik pria ini, namun selama perjalanan saya disana, saya menyadari bahwa tata krama yang baik adalah budaya mereka.

Berikut ini perihal yang berkesan bagi saya selama perjalanan empat hari di London.

1. Transportasi di London

Tube Map

Tube Map via https://goo.gl

Tube adalah moda transportasi yang paling banyak digunakan di London dan sangat mudah dimengerti meskipun jalur peta terlihat rumit. Anda harus memiliki Oyster Card atau London Travelcard untuk menggunakan transportasi publik di London. Kedua kartu ini dapat dibeli pada mesin yang tersedia di stasiun ataupun bandara. Travelcard tersedia untuk sehari, 7 hari, sebulan, dan setahun. Anda harus membayar £34.10 untuk penggunaan pada zona 1-2 saja selama 7 hari. Sedangkan Oyster Card dapat dibeli dengan harga £5, sehingga saya memilih menggunakan Oyster Card dengan pertimbangan kunjungan selama 4 hari.

Namun, saya harus memasukkan sejumlah saldo ke dalam Oyster Card untuk dapat menggunakannya. Satu jalur perjalanan di London dapat berkisar sekitar £2,4 dengan maksimum biaya perjalanan per hari adalah £6,8 di zona 1-2 berapa kali pun saya menggunakan transportasi publik, termasuk bus. Diakhir perjalanan, saya dapat mengembalikan Oyster Card tersebut dan mendapatkan uang £5 saya kembali.

2. Tur gratis

Photo diambil sendiri saat traveling

Photo diambil sendiri saat traveling via https://www.hipwee.com

Advertisement

London adalah tempat yang banyak dikunjungi turis, sehingga sangat mudah untuk seorang turis mendapatkan informasi. Banyak yang menawarkan jasa tour guide dari mulai yang berbayar dan juga gratis. Saya yang belum tahu mau kemana, lalu mengambil peta gratis di bandara. Beruntungnya di peta itu tertera jadwal tour gratis untuk setiap harinya. Masing-masing tour berkisar antara 1,5 jam sampai 2,5 jam. Tentu saja tour tersebut tidak termasuk tiket jika ingin memasuki tempat wisata. Namun, tour ini sangat membantu untuk mengenal sejarah atau legenda di setiap sudut kota London.

Pada akhir tour turis dapat memberikan tips untuk tour guide sesuai dengan seberapapun penilaian pribadi. Dari tour ini saya menjelajahi London dari wilayah yang dulunya dikenal sebagai red light district of London, istana tempat keluarga kerajaan tinggal sampai kafe dimana philosopher Karl Marx biasa makan siang dahulunya. Tidak hanya the Beatles, banyak musisi-musisi besar yang berasal dari Inggris. Sebagai bagian dari tour, saya mengunjungi music club The Bag O'Nails dimana Paul McCartney, Jimi Hendrix dan musisi lainnya memainkan gig mereka sebelum mendunia.

3. Terowongan dari stasiun Tower Hill menuju Tower of London, di dinding terpampang lukisan dan penjelasan mengenai sejarah menara tersebut

Photo diambil sendiri saat traveling

Photo diambil sendiri saat traveling via https://www.hipwee.com

Semua tour tersebut sangat menarik, dan yang paling berkesan bagi saya adalah Jack the Ripper Tour. Bagi penggemar cerita detektif terutama Sherlock Holmes, London menawarkan plot yang sangat menarik untuk petualangan imajinasi saya. Jack the Ripper adalah pembunuh berantai pada era Victorian dan hingga kini belum diketahui siapa pelakunya. Tour dimulai jam 8 malam di dekat stasiun Tower Hill. Gelapnya malam dan menggigilnya musim dingin semakin memberikan nuansa misteri saat tour.

Advertisement

Saya mengelilingi daerah dimana korban Jack the Ripper ditemukan dan sang tour guide secara detail mendeskripsikan keadaan di masa itu. Salah satu hal menarik di Inggris adalah gedung-gedung tua yang terawat dengan baik, sehingga saya dapat dengan mudah mengimajinasikan diri saya berlari mengejar dan mencari tahu siapa Jack the Ripper sesungguhnya. Ingin rasanya saya berlari ke 221B Baker street, kediaman Sherlock Holmes, dan mengajaknya berdiskusi seandainya dia tokoh nyata dan masih hidup saat ini.

4. Di luar stasiun Waterloo, anda dapat menjelajahi River Themes menggunakan kapal

Photo diambil sendiri saat traveling

Photo diambil sendiri saat traveling via https://www.hipwee.com

Saya juga membeli tiket hop on hop off bus dengan harga £27 per 24 jam. Ada beberapa penyedia jasa bus tour yang menjual tiket tersebut dimana-mana, terutama di dekat tangga stasiun kereta bawah tanah. Saat itu sedang ada promosi sehingga saya mendapatkan 24 jam ekstra. Tiket ini sudah termasuk tiket boat tour dari Waterloo ke Tower Hill melalui River Themes, diskon makanan di Planet Hollywood, serta the Beatles dan Royal Walking tour yang dapat saya pilih salah satunya.

Di bus tersebut terdapat fasilitas audio dimana saya dapat mendengarkan sejarah kota London selama berkeliling dan saya bisa naik ataupun turun di halte bus manapun. Entah sudah berapa kali saya menaiki bus tersebut dan mengikuti jalur yang sama hanya karena saya terpesona dengan cerita di setiap sudut kota London yang penuh sejarah. Empat hari perjalanan disana meyakinkan saya bahwa saya harus kembali lagi suatu saat nanti untuk mengungkap misteri lainnya di setiap sisi kota ini.

5. Sekelompok Veteran

Photo diambil sendiri saat traveling

Photo diambil sendiri saat traveling via https://www.hipwee.com

Saat berjalan di kesibukan kota, anda akan tertarik untuk berhenti menikmati pertunjukan di jalanan. Sekelompok veteran menyayikan hymne mereka.

Ayooooo kunjungi UK.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya