Biar Kamu Nggak Terjebak Jagain Jodoh Orang, Lakukan 5 Tips Ini Saat Jalani Hubungan

menghindari jagain jodoh orang

Fenomena di lingkungan sekitar, platform media sosial dan media berita kadang dibanjiri berita-berita yang agak konyol namun di sisi lain bisa menjadi motivasi dan menciptakan mitigasi risiko supaya Kita tidak terpeleset pada kejadian tersebut.

Untuk yang satu ini, bagi Kita yang tidak mengalaminya atau sedang berposisi sebagai penonton mungkin akan biasa saja dan menganggapnya lebay (berlebihan). Namun ketika kita yang mengalaminya apakah akan tetap sama reaksinya? Belum tentu dan semoga jangan.

Perkenalkan, kejadian ini berjudul “Menjaga Jodoh Orang”. Judul yang sangat sederhana terdiri dari 3 kata namun efeknya mengerikan. Bayangkan, jika suatu pasangan sudah menjalin kasih dan menjalani hubungan bertahun-tahun tetapi dikalahkan dengan mudah oleh 3 kata tersebut. Lima tahun pun bisa dikalahkan dengan tiga kata saja. Namun untuk mengatasi 3 kata tersebut, ada 5 tips yang mungkin bisa menghindarinya dan cocok untuk diterapkan bersama pasanganmu.

Berikut Inilah 5 tips untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan “menjaga jodoh orang” di atas:

Advertisement

1. Selalu membicarakan masa depan hubunganmu

Saat dekat dengannya atau bertatap muka terutama sedang ngobrol, selipkan selalu pertanyaan-pertanyaan dan komitmen tentang masa depanmu. Jangan hanya banyak berbicara tentang pengandaian dan hal-hal imajinatif saja.

Membicarakan tentang hal-hal santai itu boleh, namun tidak akan salah jika Kamu menanyakan tentang mau dibawa kemana hubungan kalian ini. Jika Dia merespon dengan rasa tidak semangat, tidak antusias dan terkesan mengalihkan pembicaraan maka ini bisa menjadi tanda bahwa ia tidak serius dan bahkan tidak tertarik.

Advertisement

2. Coba mendekat dengan keluarganya

Pernahkah amu berkunjung kerumah orang tua pasanganmu? Jika belum maka rencanakanlah dan jika sudah maka akrabkanlah diri kalian pada ayahnya, ibunya, kakak dan adik-adiknya. Karena dengan mencoba akrab seperti itu akan menjadikan tanda hijau bahwa kamu bisa menerima mereka dan mereka akan menerima Kamu.

Hal ini juga merupakan observasi kamu dengan melihat reaksi keluarganya, lingkungannya dan sebagai acuan keyakinan bahwa apakah kamu layak dengannya atau bahkan tidak? Dan reaksi keluarganya juga sangat penting karena dari sini kamu bisa mengamati tanda-tanda kamu diterima atau tidak.

Sesekali bermain dan bertamulah dengan Mereka. Dengan begitu mereka akan selalu melihatmu di keluarganya sehingga tidak akan kaget dan terbiasa dengan kehadiranmu.

Advertisement

3. Menjaga prinsip kesetiaan

Poin ini adalah poin terpenting walaupun pada hakikatnya inilah juga yang paling tersulit. Selalu berpikir bahwa ia yang terakhir dan akan bersamamu. Tanamkan seberapa pentingnya kalian tidak perlu mencari orang lain lagi karena hanya ia yang terakhir untukmu. Cobalah untuk berusaha tidak tertarik dengan orang lain dengan cara memprioritaskan dirinya dalam hidupmu. 

Selalu ingat juga bahwa hubungan ini bukanlah permainan melainkan awal dari hidupmu yang baru sehingga kamu akan berpikir dan melakukan perjuangan dengan akal serta hati yang bersinergi. Tetaplah jaga hatinya dan jangan sia-siakan kepercayaannya serta komitmennya karena orang yang seperti itu sudah tepat sekali bagi Kamu.

4. Rencanakan semuanya dari yang terkecil sekali pun

Pernahkah kalian membicarakan tentang perencanaan tempat tinggal, tanggal pernikahan, konsep foto pernikahan, biaya hidup ataupun penghasilan kalian dengan pasangan? Tentunya kalian lebih baik jika berdialog secara terbuka kan? Ada baiknya jika kalian merencanakan semua itu dengan perlahan. 

Misalnya, kalian bisa menabung bersama secara kecil-kecilan untuk masa depan kalian atau membuat catatan perencanaan-perencanaan matang yang kemudian kalian bicarakan juga dengan keluarga ataupun orang tuamu. Kenapa? Karena dengan adanya itu semua, mereka mengetahui keseriusan dan kesungguhan untuk menuju ke jenjang berikutnya. Ditambah lagi, kamu juga bisa mendapatkan saran yang terbaik dari orang-orang terdekatmu dan menjadikan setengah lebih maju dari rencanamu.

5. Libatkan semua orang terdekat terutama keluargamu

Poin ini hampir lekat dengan poin nomor 4 di atas, namun ini lebih luas dan bukan hanya sekedar perencanaan materi saja. Poin ini bermaksud lebih menekankan sisi emosional kepada keluarga kamu. Kamu bisa cerita tentangnya di waktu santai kamu bersama keluargamu. Menceritakan hal-hal sehabis kamu berkegiatan dan sisi baik dari dirinya. 

Lalu, dengan menghadirkan dirinya sebagai solusi tanpa bermaksud pamer atau berlebihan,  misalnya ketika adikmu kesulitan mengerjakan tugas-tugas kuliah dan kamu pasanganmu bisa, maka ceritakanlah kepada adikmu dan Dia bisa membantunya.

Jika Ibumu menyukai kegiatan membuat kue dan kebetulan pasanganmu menyukai kegiatan memasak, kamu bisa menyatukan mereka. Kemudian jika seandainya orang tuamu memiliki minat tentang galeri lukisan dan otomotif, ternyata secara kebetulan pasanganmu memiliki minat dan hobi tentang otomotif, maka kamu bisa menyatukan mereka dalam satu hal tersebut. Dengan kata lain semuanya terlibat dan merasa saling terlengkapi dan tidak ingin kehilangan dalam satu relasi yang kuat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE