Semua orang pasti pernah mengalami kekalahan ataupun kegagalan. Seringkali kita menganggap bahwa gagal itu akhir perjalanan, bahkan ada yang menganggap bahwa ia ditakdirkan untuk gagal, padahal mereka tidak tahu bahwa sebenarnya mereka begitu sangat dekat menuju kesuksesan, hanya saja, perasaan membuat kita hanyut untuk berputus asa dan menyerah, menganggap semua telah usai. Jika kamu berpikir seperti itu, buanglah pemikiran itu jauh-jauh, pemikiran tersebut hanya menjadi penghalang bagimu untuk maju. Hal-hal ini akan membuatmu sadar, sukses adalah milik semua orang, tanpa memandang gender, latar belakang, ataupun hal-hal lain.

1. Orang-orang sukses pernah mengalami kegagalan yang jauh lebih ‘pahit’ darimu

Abraham Lincoln's quote via http://quotesnew.com

Kolonel Sanders sang pencipta KFC, Steve Jobs sang pemilik Apple, Bill Gates sang pemilik Microsoft, Mark Zuckerberg sang pemilik Facebook, Chris Gardner si Pialang Saham, Thomas Alfa Edison sang penemu Lampu, atau bahkan Abraham Lincoln Presiden Amerika Serikat, hanyalah segelintir orang yang begitu banyak merasakan kegagalan yang ‘pahit’. Namun, mereka tak pernah menyerah dengan apa yang mereka rintis.

“I Walk slowly, but i never walk backward”, begitulah perkataan Abraham Lincoln Presiden Amerika Serikat ke-16. Dengan begitu banyak kegagalan yang ia ‘telan mentah-mentah’, pada akhirnya ia menjadi President of United States berkat kegigihan dan segala usahanya. Dari ia, atau bahkan mereka kita belajar, bahwa sukses memang harus melewati kegagalan, bahwa kegagalan merupakan sebuah pembelajaran dan cambuk kita untuk terus maju, karena apabila kita tidak mengenal kegagalan, maka kita takkan mengenal apa itu ‘Kerja keras’.

2. Disiplin kunci menggapai kesuksesan

exercises via http://colorado.gov

Advertisement

Bagaimana jika Thomas Alfa Edison menyerah dalam membuat lampu? Mungkin sampai sekarang pun kita hidup dalam gelapnya malam tanpa penerangan. Berkat semangat pantang menyerahnya, sekarang hasil karyanya telah dipakai di seluruh dunia, yang setiap malamnya berpendar bahkan hingga terlihat di angkasa. Semangat pantang menyerahnya dalam menemukan lampu, bahkan puluhan ribu kali mengalami kegagalan, mengantarkannya menjadi orang paling mendunia. Dari ia kita belajar bahwa disiplin, usaha, kerja keras, itulah yang mengantarkanmu menuju kesuksesan. Disiplin yang dibarengi kerja keras, serta semangat pantang menyerah, membuat dirimu lupa, bahwa engkau telah tiba di kesuksesanmu. Ingatlah ’waktu adalah uang’,’jangan menunggu waktu, kejarlah waktu itu, karena ketika waktu telah melewatimu, ia takkan pernah kembali lagi untukmu’.

3. Sukses itu tidak mengenal latar belakang

boy studying on street via http://huffingtonpost.com

Pernahkah ada orang yang bilang ‘tak selamanya orang yang berada di atas akan selamanya berada diatas dan sebaliknya’? Ada benarnya juga sih, namun perkataan itu kurang tepat.’Tak perduli dimana posisi latar belakangmu sekarang, dengan usaha, kerja keras, dan disiplin, engkau bisa menggapai kesuksesan yang engkau impikan’. Ya, sukses tak pernah kenal dengan latar belakang. Ia hanya mengenal orang yang mau berusaha sekuat tenaga, orang-orang yang tidak gentar dengan kegagalan. Percayalah bahwa usaha yang telah dilakukan akan sebanding dengan kesuksesan yang engkau impikan. Jangan lupa untuk tetap bersyukur atas segala pemberian Tuhan ya.

4. Sukses itu juga merupakan proses pendewasaan diri

obstacle run via http://hiconsumption.com

Pernahkan terlintas di pikiranmu bahwa semua yang kamu jalani tidak berarti? Salah besar jika kamu berpikir seperti itu. Dalam perjalanan menuju kesuksesan, ada banyak rintangan yang harus kamu lewati. Kadang hal-hal seperti putus asa, lelah, bahkan 'ingin menyerah' datang menghampiri, tapi ingatlah bahwa semua itu adalah proses, proses yang membuatmu semakin dewasa, semakin kuat, dan tentunya membuatmu semakin dekat menuju impianmu.

Setiap cobaan, setiap rintangan yang Tuhan berikan padamu, bukan semata-mata hanya berupa cobaan iman, namun lebih dari itu, Tuhan ingin agar kamu menjadi pribadi yang sabar, kuat, tangguh dalam menghadapi kerasnya dunia ini. Tuhan ingin agar kamu menjadi pribadi yang mampu memimpin dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Jadi ingatlah, segalanya telah ditentukan oleh Tuhan. Tidak mungkin Tuhan memberi cobaan yang hamba-Nya tidak mungkin untuk melewatinya. Percayalah dengan segala kekuatanmu, keteguhan dan kesabaranmu, Tuhan memberi ganjaran yang setimpal dengan setiap usaha yang kamu lakukan.

5. Terakhir, ingatlah bahwa sukses pasti akan tiba di waktu yang tepat

naval academy graduation via https://upload.wikimedia.org

Melihat teman-teman sukses lebih dahulu, pasti rasanya campur aduk. Antara senang, namun juga sedih karena belum bisa seperti mereka, juga iri yang terkadang datang menghampiri. Boleh saja kita merasa iri dan sedih, tapi ingat, jangan sampai iri dan sedih tersebut membuatmu terjerumus ke hal-hal yang tidak baik atau bahkan menghalangimu menuju kesuksesan. Jadikan rasa ‘iri’ dan ‘sedih’ itu menjadi semangat dan cambukmu dalam menuju kesuksesan. Buktikanlah dengan prestasi, bukan dengan omongan yang tidak berisi.

Bill gates, sang pemilik Microsoft pernah pernah berkata, ”aku gagal dalam beberapa tes, namun teman-temanku berhasil dan lulus tes. Sekarang mereka bekerja sebagai Insinyur, dan saya Pemiliknya”. See? Sukses itu akan datang diwaktu yang tepat. Percayalah semuanya akan terbayar ‘lunas’ dengan apa yang telah kamu lakukan.

Nah, itulah tadi beberapa hal yang meyakinkanmu bahwa sukses itu milik semua orang. Ingatlah bahwa sukses itu adalah proses, yang membuatmu semakin dewasa. Ingatlah bahwa sukses milik mereka yang berani gagal, yang selalu berusaha pantang menyerah, yang gigih dalam memperjuangkan impiannya. Tetaplah bersemangat menggapai cita-cita dan impianmu, yakinkan hati bahwa takkan ada yang sia-sia. Ketika dirimu telah selesai berusaha dengan segala daya upayamu, dengan segala kucuran darah, keringat, dan air mata yang melumuri tubuhmu, biarkan Tuhan yang mengurus sisanya untukmu. Keep Fighting, don’t give up, because you don’t know how close you are with success.