Fellas, apakah kalian tahu bahwa skripsi menurut sebagian mahasiswa tingkat akhir adalah seperti sebuah kutukan? Iya, kutukan yang berarti harus segera diselesaikan dengan segala cara dan segera. Namun, tidak jarang juga ada mahasiswa yang mengklaim bahwa skripsi seperti sebuah nasib, hingga mereka hanya bisa pasrah dan membiarkan semuanya mengalir seperti apa yang diinginkan oleh sang waktu.

Dan teruntuk kalian yang berambisi penuh menjadi orang besar, pastinya nggak mau dong masa muda kalian lebih banyak dihabiskan di dunia kampus gara-gara terhambat kertas putih skripsi yang nggak kelar-kelar? Apalagi di zaman milenial begini, ngaku #MerdekaTapi belum merdeka!

Nah, di bawah ini ada beberapa poin yang bisa kalian jadikan resolusi supaya waktu luang yang kalian miliki ketika mengerjakan skripsi nggak terbuang sia-sia dan percuma.

1. Buat ‘To do’ dan ‘Do Not’

Do or Not

Do or Not via http://google.com

Selalu targetkan apa yang harus kalian lakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan selama proses pengerjaan skripsi. Hal ini selain membuat aktivitasmu terjadwal, juga membuat skripsi akan selesai tepat waktu sesuai dengan perencanaan awal target.

Advertisement

Sehingga, kalian jadi tahu kapan harus quality time bersama teman dan kapan harus melakukan research untuk pengambilan data.

2. Ikuti banyak organisasi supaya terjalin banyak relasi

Berkumpul

Berkumpul via http://blogspot.com

Masih aktif dengan status mahasiswa? Ini saatnya kalian melambungkan nama. Selagi masih menunggu proses pengetikan paragraf demi paragraf pada bab satu skripsi, isi waktu luangmu dengan mengikuti berbagai organisasi intra atau ekstra.

Lebih bagus lagi jika sampai merambah ke organisasi sosial yang digalakkan oleh LSM dan Pemerintah. Dan mau nggak mau, relasi pertemanan kalian akan bertambah!

3. Ubah mindset ‘Be Your Self’

Try New

Try New via http://twitter.com

Advertisement

Jangan sekali-kali mendewakan ‘jadilah dirimu sendiri’. Karena secara tidak sadar, kalian sudah menjadi orang yang egois. For example, karakter manusia paling umum digolongkan menjadi tiga. Pertama, introvert.

Seorang introvert yang memiliki mindset seperti di atas, akan menyadari bahwa dirinya tertutup dan naasnya, mereka keukeuh ingin tetap dan akan selalu menjadi seperti itu. Padahal dalam kehidupan sosial, justru sosok introvert dituntut untuk berubah (ke arah terbuka). Begitu pula dengan karakter kedua, ambivert dan ketiga, ekstrovert. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jadilah yang terbaik dari yang terbaik. Lakukan apa yang memang menurut kalian nggak bisa dilakukan, dan tunggu, keajaiban akan datang.

4. Buang rasa gengsimu, jadilah Backpacker

Siapa bilang sosok mahasiswa tidak bisa pergi berkelana mengelilingi indahnya pesona Indonesia? Tentu bisa. Nggak percaya? Ini saatnya kamu mengubah pola pikirmu jika ingin nge-trip tanpa merogoh kocek terlalu dalam, yakni dari menyewa agent travel menjadi seorang backpacker!

Backpacker, sejatinya cocok bagi kalian yang memiliki jiwa-jiwa petualang dengan perjalanan menantang. Untuk itu kalian hanya memerlukan keberanian alias rasa percaya diri untuk dapat menjadi seorang backpacker.

Jadi, buruan packing barang-barangmu. Selagi belum terpikir ide untuk variabel penelitian, nggak ada salahnya kan pergi jalan-jalan? Beruntung jika dalam perjalanan, kalian bisa mendapatkan wangsit!

5. Berdamai dengan diri sendiri

Ini adalah cara mutakhir bagi kalian yang masih nggak tahu harus di kemanain nasib sang skripsi, padahal sudah melakukan keempat semua poin di atas. Pelan-pelan saja, nggak usah tergesa. Coba deh, sisa kan waktu sendiri untuk merenung.

Pikirkan baik-baik, sebenarnya jika merujuk pada rencana awal, apa sih output yang kalian inginkan selepas kuliah? Adakah keinginan untuk bekerja? dan lain sebagainya. Targetkan itu semua, mulai atur jadwal dengan menyesuaikan konsensus hati dan pikiran.

Selamat mencoba!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya