Si Fulan :"Kuliah jurusan apa mas ?" 

Saya     :"Saya jurusan "Pendidikan Luar Biasa". Calon guru bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Si Fulan :"Oh , mereka yang cacat mental sama idiot gitu ya? Gak takut nular mas?"

Saya      : ........*BGJDHKJ*

Mereka yang berkebutuhan khusus selalu dipandang sebelah mata.  Anak berkebutuhan khusus bukan penyakit. jadi jika anda semua masih berfikir jika mereka menularkan kekurangan mereka , maka anda salah. Mereka yang lahir dengan cara yang sama seperti kita. Diciptakan dari Pencipta yang sama.

Tak pantas rasanya mengkategorikan anak berkebutuhan khusus sebagai "anak cacat". Mereka juga berhak mendapat nama dan julukan yang baik. Anak berkebutuhan khusus bukan anak yang dilahirkan biasa. Mereka terlahir untuk orang tua yang luar biasa.

1. Berhentilah menyebutnya dengan kata “CACAT”.

stop sebut cacat via http://beredukasi.blogspot.com

Ini era reformasi dengan semua perkembangannya. Tidak ada satu bidang kehidupan didunia ini yang mengalami ketertinggalan. tidak ada lagi yang menyalakan api dengan mengadu dua bongkahan batu. Manusialah yang merubah banyak hal dimuka bumi ini namun tentu saja dengan campur tangan Tuhan.

Dari tahun ke tahun Istilah "cacat" harusnya sudah lenyap dimasyarakat, karena itu bukanlah kata yangg pantas untuk menyebut seseorang. Pemerintah pun telah mengatur dengan beberapa peraturan. Di jaman sekarang mereka adalah Anak berkebutuhan Khusus (Children with Special needs) bukan Anak Idiot atau anak cacat lagi.

2. Siapa sajakah mereka yang disebut kaum disabilitas itu?

Advertisement

Dalam dunia pendidikan mereka adalah penyandang ketunaan. Mereka benar-benar luar biasa. Mereka spesial sekali. mereka memiliki nama yang bagus.

Bukan lagi buta tapi tunanetra bukan lagi tuli tapi tunarungu, bukan lagi cacat fisik tapi tunadaksa, bukan lagi keterbelakangan mental tapi tunagrahita. Mereka juga memiliki teman yang hebat seperti Autis, Down Syndrome, ADHD(Attention Defisit Hyperactive Disorder) dan banyak lagi.

Bahkan saat ini mereka lebih dikenal dengan penyandang disabilitas, kaum disabilitas dan yang lebih baik adalah Anak Berkebutuhan Khusus (Baca:ABK). Begitulah harusnya mereka dipanggil secara istilah. Bukan lagi (cacat). Nama cacat adalah nama panggilan yang bercampur degan kalimat hinaan yang secara tidak sengaja dilontarkan banyak orang pada mereka.

3. Mereka sama seperti kita semua.

mereka juga butuh pendidikan via http://fullframe.edweek.org

Anak berkebutuhan Khsusus dilahirkan dengan cara yang sama seperti kita. Mereka makan dan minum sama seperti kita. mereka tinggal juga dirumah dan memiliki orang tua yang sangat menyayangi mereka. Merekapun berhak untuk mendapatkan pendidikan yang sama seperti kita. Pendidikan yang saat ini bukan lagi hanya sekadar merata tapi juga harus bedasarkan kepada Pendidikan untuk Semua.

Pendidikan yang semakin lama harus menciptakan anak-anak dengan kemampuan yang luar biasa. Tak terkecuali bagi mereka yang berkebutuhan khusus, mereka juga ingin mengembangkan diri. Mereka ingin membantu namun tak ada yang membimbing mereka. Mereka menangis dalam hati.

Mereka butuh guru yang sabar , Guru yang Tulus dan Ikhlas. Guru yang mampu membimbing mereka , yang mau menerima kekurangan mereka.

4. Special Children for Special Parent.

special children via http://www.eocommunity.com

"Special Children for Special Parent"

Ungkapan diatas adalah ungkapan yang seharusnya membuka mata para orang tua yang masih malu atau minder karena memiliki anak dengan kebutuhan khusus. Hal itu memang benar adanya, karena tidak sedikit orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus malah malu atau minder bahkan seolah menyembunyikan anak mereka dari khalayak ramai.

Padahal anak berkebutuhan khusus harus disekolahkan untuk mencapai tingkat perkembangannya atau dengan batas minimal anak berkebutuhan khusus sudah mampu untuk melakukan Bina Diri.

Orangtua tak perlu malu karena Tuhan Menitipkan anak yang spesial untuk anda karena anda juga adalah orangtua yang spesial dimata Tuhan. Akan ada jawaban dibalik semua pertanyaan yang tuhan berikan dengan segala karunianya.

Orangtua wajib melakukan yang terbaik untuk anaknya tanpa pengecualian. Apapun alasannya, anak berkebutuhan harus mendapatkan hak yang sama dengan semua.

5. Guru Khusus adalah Calon Pendamping Mereka untuk Belajar.

best teacher via http://www.kaltimpost.co.id

Pendidikan Luar Biasa adalah salah satu jurusan yang terdapat di beberapa Universitas di Indonesia yang mendidik para calon guru untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus untuk memenuhi kebutuhan belajarnya. Bahkan diluar negeri, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sangat diperhatikan.

Di jurusan inilah mahasiswa yang luar biasa pula dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan berbagai macam cara , baik dengan menambah frekuensi membaca dan mencari penelitian terbaru mengenai anak berkebutuhan khusus.

Karena di jurusan ini dituntut untuk memberikan pembelajaran bagi anak berkebuthan khusus dengan tujuan akhir adalah mereka mampu melaksanakan tahapan perkembangan sesuai usia mereka dan tidak tertinggal jauh dari teman-teman sebayanya.

Tak akan pernah ada ruginya ketika kita memilih untuk terjun dalam dunia pendidikan khusus. Bukan karena yang normal saja, tapi yang Abnormal terkadang lebih memberikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung mereka mengajarkan kita untuk bertahan dalam terpaan cobaan yang datang sedemikian rupa meski menyandang kekurangan.