Sudah beberapa tahun saya bekerja di Malaysia. Belakangan ini saya dihujani pertanyaan dari teman-teman di sini. Apakah Indonesia sedang ricuh? Apakah aman untuk berkunjung ke Jakarta saat ini?

Sedih sekali rasanya. Mengingat bahwa Indonesia yang terkenal dengan keramahan penduduknya kini terkenal karena keadaan sosial dan politik yang mencekam. Sebagai generasi produktif, kita harus mencoba membangun situasi di Indonesia menjadi lebih baik. Berikut adalah lima hal yang bisa kita lakukan bersama:

1. Stop Berbagi Berita Hoax

Berita Hoax via https://fueladdicts.com

Tentunya kata "hoax" sudah tak asing lagi bagi kita. Hoax dapat diartikan sebagai kebohongan publik yang disebarkan melalui berbagai media informasi, baik cetak maupun online. Semakin banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarkan hoax. Entah karena ingin membuat keributan atau ingin mencari uang.

Berkat kemajuan teknologi, hoax dengan mudah menyebar ke seluruh penjuru negeri. Apalagi sikap masyarakat Indonesia yang super aktif dalam media sosial seringkali menyebabkan adu argumen mengenai suatu berita di media sosial.

Advertisement

Alangkah baiknya jika kita stop melihat berita yang isinya menghasut, membawa-bawa nama agama, SARA, dan lain sebagainya. Jangan terbawa emosi. Cek dulu kebenaran berita tersebut sebelum kita membagikan artikel tersebut kepada teman-teman.

Tahukah kamu kalau setiap 100 ribu klik, oknum pembuat hoax tersebut bisa meraih 1,3 juta rupiah? Lalu apa yang Anda dapatkan? Kepuasaan mengutarakan pendapat? Sadarkah Anda bahwa Anda sendiri mungkin salah satu provokator terjadinya ricuh di Indonesia?

2. Toleransi Tanpa Pandang Bulu

Penduduk Malaysia terbagi menjadi tiga ras yaitu Melayu, Cina, dan India. Orang-orang di sini memperkenalkan diri mereka berdasarkan ras atau suku mereka. Ketika mereka ditanya mengenai tempat asal baru mereka menjawab dari Malaysia.

Advertisement

Pelajaran itu membuat saya bangga. Indonesia terdiri dari ratusan suku dan ras, namun ketika ditanya, penduduknya kompak menjawab “Saya orang Indonesia”. Hal ini juga mengundang pujian dari teman-teman saya di Malaysia. Bagi mereka, orang Indonesia terkenal sangat bersatu-padu.

Mari belajar dari pengalaman tersebut. Orang lain saja bangga dengan kesatuan kita. Mengapa hal tersebut tidak saya lihat di negeri sendiri? Salinglah menyayangi dan toleransi tanpa melihat latar belakang SARA.

3. Stop Ambil Keuntungan dari Media

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Sekarang berita mudah sekali tersebar baik secara cetak maupun online. Saran saya (terutama kepada tokoh-tokoh politik atau orang yang berpengaruh di Indonesia), kalau ada hal yang tidak ‘klop’ di hati jangan sedikit-sedikit unjuk rasa, dimuat dalam media sosial atau mengadakan konferensi pers sebelum masalahnya jelas. Konfirmasi dululah kepada orang yang bersangkutan, lalu baru membuat pernyataan kepada media.

Sebegitu pentingnyakah mendapat dukungan rakyat atas pendapat yang subjektif? Bagaimana dengan sebagian orang yang tidak setuju dengan Anda, meskipun berasal dari SARA yang sama? Siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian atau nyawa yang melayang dari aksi ricuh? Mari gunakan media sebagai sarana untuk membangun negara, bukan memecah-belah bangsa.

4. Fokus Membangun Masa Depan

Banyak orang Indonesia ingin Ibu Pertiwi maju dan berkembang seperti negara-negara adikuasa lainnya. Kenyataannya apa yang terjadi? Bukannya fokus belajar, bekerja dan mengurus masa depan tapi sibuk mengurusi orang lain. Yang tak beragama diceramahi dan dikutuk, yang menyinggung hati berbondong-bondong dihujat, yang tidak sependapat diserang lewat media.

Daripada membuang-buang tenaga, uang dan waktu, doakan saja orang tersebut dan fokuslah membangun masa depan. Apakah dengan ikut berdemo dan menghujat orang lain bisa membuat Anda naik kelas, rejeki lancar dan keluarga bahagia? Bukahkah hanya Tuhan yang berhak menghakimi seseorang?

Mengutip lirik lagu Man in the Mirror dari mendiang Michael Jackson, “If you wanna make the world a better place, take a look at yourself then make a change”. Kalau kita ingin membuat dunia menjadi lebih baik, lakukan refleksi dan ubahlah sikap kita sendiri.

5. Jangan Lupakan Perjuangan Para Pahlawan Bangsa Kita

Indonesia adalah negara yang mampu merdeka berkat jasa para pahlawan. Ketika mereka bertarung mempertaruhkan nyawa, mereka tidak memilih-milih untuk siapa mereka mengorbankan diri. Mereka hanya ingin agar anak cucu mereka kelak hidup bahagia. Jangan sia-siakan perjuangan para pahlawan, mari kita semua bersatu dan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan menjadikan Indonesia negara yang rukun dan maju.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan bersama. Gimana, teman-teman? Setuju? Make Indonesia peace again, jadikan Indonesia damai kembali!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya