Baru saja merilis album ketiganya beberapa waktu lalu, Tulus nampaknya semakin membuktikan kualitasnya dalam bermusik. Berisikan 10 trek, album Monokrom langsung menempati posisi pertama dibeberapa toko musik digital kurang dari sepekan. Pamit dan Ruang Sendiri yang menjadi single andalan dari album yang dirilis 3 Agustus ini juga telah menjadi soundtrack keseharian yang tak pernah lepas terdengar ditelinga kita. Dibalik kesuksesan Album Monokrom Tulus, ada cerita menarik. Apa saja? Yukk disimak 😉

1. Lagu pamit bikin baper berjamaah

Dalam salah satu artikel yang dibuat oleh salah satu penulis hipwee community, Yourdan Herlambang https://www.hipwee.com/list/5-alasan-kenapa-lagu-pamit-dari-tulus-bikin-baper/ ia menuliskan bahwa lagu Pamit yang dirilis 26 Februari lalu ini membuat para pendengar musik tanah air seketika baper berjamaah. Bagaimana tidak, dengan memadukan lirik yang benar-benar menyayat hati dan diiringi musik orkestra ditambah suara Tulus yang bernyanyi dengan lirih dan penuh penghayatan ini benar-benar akan membuat kita yang mendengarnya menjadi baper. Untuk konsep video klipnya sendiri, menampilkan Tulus yang tersesat dan tak tahu arah jalan pulang ditengah suasana Praha dipenuhi dengan salju dan menggambarkan sebuah keputusan berat yang diambil oleh seseorang saat ingin mengakhiri sebuah hubungan. Gimana, udah mulai baper?

2. Rekaman album ketiga dilakukan di Praha

Rekaman di Praha via http://wowkeren.com

Advertisement

Berkarya kurang lebih 5 tahun, Tulus sepertinya tak ingin jalan ditempat. Setelah meluncurkan single Kutsu di Jepang, Tulus yang dinaungi oleh labelnya sendiri yakni Tulus Company memutuskan untuk merekam album ketiganya di luar negeri, tepatnya di Praha, Republik Ceko dengan bantuan musik string section dari The City of Prague Philharmonic Orchestra. Tambahan musik ini semakin membuat lagu-lagu di album Monokrom makin keren. Tulus mengaku bahwa ia melakukan rekaman diluar negeri untuk menambah pengalamannya dalam bermusik, selain itu ia mengaku juga sekaligus melakukan pendekatan kepada para pendengarnya di sana. Hmmm… apakah ini tanda bahwa Tulus akan kembali merilis single di Praha? Well, let’s see it.

3. Lagu Lekas

3 Nafas Likas via http://vinogbastian.com

Untuk salah satu trek dalam album Monokrom sendiri ini sebenarnya Tulus telah merilisnya tahun 2014 silam. Lagu Lekas ia ciptakan untuk mengisi soundtrack film 3 Nafas Likas yang disutradarai Rako Prijanto. Lagunya bercerita tentang kebergegasan dan semangat Likas (tokoh utama dalam film) dalam menjalanai hidupnya. Secara umum lagu Lekas bercerita tentang ajakan untuk selalu bergerak cepat dan melupakan semua kesedihan karena waktu yang sangat terbatas. Selain Lekas, Tulus juga menyanyikan ulang lagu Untukku dari Chrisye untuk film ini.

4. Video klip ruang rindu

Melati Suryodarmo dalam video klip Ruang Sendiri via http://instagram.com

Tak ada yang mengelak jika Tulus memang penyanyi yang penuh dengan kejutan. Masih bekerja sama dengan salah satu produk kecantikan dan Embara Film, Tulus menampilkan video klip Ruang Sendiri dengan penuh visualisasi yang benar-benar ekpresif dengan memperkenalkan seniman hebat, Melati Suryodarmo. Melati Suryodarmo sendiri merupakan seniman profesional yang berasal dari Solo . Untuk urusan konsep ruang dan peroformance art sudah tidak diragukan lagi. Dengan banyak mengikuti pameran dan festival internasional serta mengantongi beberapa pernghargaan International seperti Grant from The Minitry of Culture and Science Niedersachen Germany tahun 2003 dan Research Grant for the Project “Sisyphus” from the Ministry of Culture of South Korea membuktikan bahwa ia adalah salah satu seniman hebat Indonesia yang namanya sudah dikenal tak hanya dalam negeri, namun juga di dunia Internasional. Video klipnya benar-benar diluar dugaan dan pastinya sangat keren kan? Setuju dong!

5. Pesan Cinta, Cita dan Terimakasih di album Monokrom

Tulus Launching Album Monokrom via http://instagram.com

Advertisement

Untuk urusan menulis lagu jatuh cinta (bahagia, sakit hati dan move on )sepertinya Tulus sudah khatam dalam menuliskan lirik-lirik yang membuat pendengarnya baper. Sebut saja lagu Pamit yang langsung membuat baper berjamaah. Lagu Ruang Sendiri yang mengingatkan bahwa sebahagia-bahagianya kita bersama pasangan atau sahabat tetap kita masih butuh ruang untuk sendiri. Ini bukan lagu ajakan untuk putus dengan pasangan lohh pembaca hipwee. Tapi lebih kepada menciptakan kerinduan dan membuat suasana yang baru bersama pasangan ataupun sahabat agar hubungannya gak jalan ditempat. Untuk lagu jatuh cinta, Tulus hadir dengan lagu Tergila-gila dan Cahaya. Tak hanya tentang lagu Cinta, seperti biasa Tulus juga menghadirkan lagu tentang semangat mengejar cita-cita. Jika di album Gajah,Tulus memberi semangat lewat Lagu Untuk Matahari, di album ini Tulus kembali mengajak kita untuk selalu optimis menjalani hidup lewat Manusia Kuat dan Lekas. Lagu Manusia Kuat dan Lekas mengajak kita untuk selalu bergegas dan menghargai setiap nafas perjuangan karena tidak akan pernah ada orang yang bisa mematahkan mimpi kita selama kita terus berjuang dan percaya kepadaNya. Selain lagu Cinta dan Cita, dialbum ini juga terdapat lagu Monokrom yang Tulus dedikasikan kepada orang tuanya.

6. Album Monokrom sebagai bentuk Terimakasih

Album Monokrom via http://instagram.comtulusm

Berbeda dengan dua album sebelumnya, dalam peluncuran albumnya Tulus megungkapkan bahwa jika album pertamanya sebagai bentuk perkenalannya dengan pencnta musik tanah air dan album keduanya sebagai bentuk ajakan untuk berdamai dengan masa lalu. Untuk album ketiganya ini, Monokrom merupakan bentuk terimakasih kepada setiap orang atau pihak yang terus mendukung eksistensinya di industri musik. Hal ini ia tuangkan dalam sepenggal ucapan terimakasih dalam cover albumnya:

Zat maha istimewa, terimakasih untuk hidup, akal, intuisi dan rasa.

Akan selalu ada sempat, untuk terus mengingat hari lalu yang telah lewat. Masih tergambar jelas suasana kali pertama suara ini direkam di studio produser musik saya. Kala itu, belumlah terbayang, akan kemana kaki ini melangkah.Kami hanya ingin berkarya.

Apresiasi dari teman-teman yang mendengarkan, mendukung, dan mendoakan adalah kunci warna dari perjalanan musik saya, yang bersketsa awal hitam putih. Terimakasih.

Untuk seluruh cikal inspirasi, hingga pada banyaknya talenta yang ikut merakit rumah demi rumah pesan di dalam lirik-lirik lagu di album ini, saya ucapkan terimakasih.

Untuk kasih sayang bersih, yang selalu jadi poros pulang. moga kuat ibu, bapak dan para sedarah tersayang, terimakasih untuk dukungan yang tidak kenal ujung.

Selamanya rasa terimakasih saya akan terus mengalir untuk begitu banyak hati baik yang ambil peran di dalam perjalanan musik ini. Lewat album ketiga ini, satu lagi ucapan terimakasih saya sampaikan.

Album ini berjudul monokrom. Ayo terus ikut warnai hari-hari depan, agar indah untuk dikenang saat sudah terlewat. Dengan sepenuh hati, selamat mendengarkan semoga berkesan.

Nahh, jadi gimana pembaca Hipwee, lagu Tulus mana yang menggambarkan suasana hatimu saat ini?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya