Setiap manusia yang lahir ke dunia ini ada yang sempurna, ada juga yang memiliki keterbatasan. Bagi kita yang sempurna tentu masih ada saja kekurangan yang kita miliki. Namun, bagaimana jadinya bila orang yang memiliki keterbatasan fisik mampu dia mampu menginspirasi banyak orang. Awalnya memang berat, namun jika dijalani dengan sepenuh hati maka kerja keras itu akan membuahkan hasil.

Seperti yang dialami oleh Surya Sahetapy, sosok anak muda yang memiliki keterbatasan sejak lahir. Dia lahir dalam kondisi tuli. Namun, dia tak patah semangat. Dia terus berkarya hingga namanya dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai sosok yang menginspirasi. Bagaimanakah sosok anak muda yang satu ini dan apa yang membuatnya mampu menginspirasi banyak orang?

1. Surya Sahetapy yang merupakan anak dari pasangan Ray Sahetapy dan Dewi Yull ini sudah mengalami tuli sejak usianya 2 tahun

Bersama sang kakak waktu kecil

Bersama sang kakak waktu kecil via http://www.instagram.com

Terlahir dengan nama lengkap Panji Surya Sahetapy atau yang lebih dikenal dengan nama Surya Sahetapy merupakan anak dari pasangan Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Sama seperti kakak pertamanya, Giscka. Awalnya Surya terlahir dengan kondisi normal. Namun, pada saat usianya menginjak 2 tahun, Surya divonis kehilangan kemampuan mendengarnya. Lahir pada tanggal 21 Desember 1993 dan saat ini usianya baru menginjak 25 tahun.

Namun, hambatan yang dimilikinya tak menjadi penghalang baginya untuk mencapai kesuksesannya. Disaat ada sebagian orang lain yang berputus asa di tengah keterbatasannya. Lain halnya dengan Surya Sahetapy yang dengan berani menggapai cita-citanya walaupun di tengah keterbatasannya.

2. Tuli tak menghalangi niat Surya Sahetapy untuk menjadi aktivis bagi kesejahteraan kaum tuli di Indonesia

Semangat terus, Surya

Semangat terus, Surya via http://www.instagram.com

Advertisement

Meski terlahir dengan kondisi tidak bisa mendengar (tuli), tak menghalangi niat Surya untuk terus berkarya. Lewat kelebihan yang dia miliki ditengah keterbatasannya, dia ingin menjadi aktivis bagi kesejahteraan kaum tuli di Indonesia.

Dia ingin menjadi aktivis bagi kaum disabilitas khususnya penyandang tuli agar bisa diterima di masyarakat. Jika selama ini kita sering melihat ataupun mendengar orang-orang sering membedakan kaum-kaum disabilitas, maka yang dilakukan oleh Surya Sahetapy justru berbanding terbalik dengan mereka. Surya Sahetapy ingin memperjuangkan hak-hak kaum tuli di Indonesia agar bisa diterima oleh masyarakat.

3. Di tengah keterbatasannya, Surya Sahetapy mampu mendapatkan beasiswa S2 dan S3 di Amerika. Salut!

Mendapatkan Beasiswa S2 dan S3 di Amerika

Mendapatkan Beasiswa S2 dan S3 di Amerika via http://www.instagram.com

Selain itu, yang membuat salut adalah ketika Surya Sahetapy mampu mendapatkan beasiswa S2 dan S3 di Amerika. Surya mengambil jurusan Kebijakan Publik di Rochester Institute of Technology dengan beasiswa full. Kerenkan. Surya Sahetapy memang dari dulu ingin melanjutkan pendidikannya.

Advertisement

Baginya, pendidikan nomor satu dibandingkan yang lainnya. Surya Sahetapy tak pernah malu untuk melanjutkan pendidikan walaupun keadaan sekitarnya normal. Justru dia sangat bersemangat. Surya Sahetapy ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kaum disabilitas pun berhak atas pendidikan yang setinggi-tingginya.

4. Bersama rekan-rekannya membuka Kelas Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) untuk kaum tuli Indonesia

Perjuangan untuk Memperjuangkan Hak-hak Kaum Tuli

Perjuangan untuk Memperjuangkan Hak-hak Kaum Tuli via http://www.instagram.com

Di tengah kesibukannya di bidang pendidikan, Surya Sahetapy tak melupakan cita-citanya dulu untuk menjadi seorang aktivis tuli. Bersama rekan-rekannya yang lain, Surya Sahetapy membuka kelas bahasa isyarat Indonesia (BISINDO) untuk kaum tuli Indonesia.

Tak hanya itu, Surya Sahetapy pun terlibat dalam organisasi yang memperjuangan kesejahteraan kaum tuli di Indonesia yaitu GERKATIN (Gerakan Kesejahteraan untuk Tuna Rungu di Indonesia). Surya Sahetapy pandai dalam membaca gerak bibir lawan bicaranya.

Ia juga menguasai bahasa Indoneisa lisan maupun isyarat, bahasa isyarat internasional, serta Bahasa Inggris tulis dengan baik. Selalu berkomunikasi dengan bahasa isyarat, Surya ternyata juga bisa bicara. Karena kemampuan yang dimilikinya ini, Surya Sahetapy bertekad untuk lebih banyak membantu kaum tuli di Indonesia.

5. Pernah menjadi perwakilan sekaligus presenter bersama Reza Rahardian dalam Opening Ceremony Asian Para Games 2018

Wuih, keren nih bersama kak Reza Rahardian

Wuih, keren nih bersama kak Reza Rahardian via http://www.instagram.com

Perhelatan Opening Asian Para Games 2018 yang diadakan pada tanggal 6 Oktober 2018 kemarin di Stadion Geloran Bung Karno menyita banyak perhatian publik. Bagaimana tidak jika pada saat opening Asian Para Games masyarakat Indonesia dibuat kagum dengan tampilnya Surya Sahetapy bersama artis papan atas, Reza Rahardian yang menjadi presenter di opening Asian Para Games 2018.

Tampilannya yang memukau tak hanya di Stadion pada malam itu tapi juga penonton yang menyaksikan lewat layar kaca televisi. Selain itu, Surya Sahetapy didapuk sebagai perwakilan kaum disabilitas Indonesia sepanjang perhelatan Asian Para Games 2018 kemarin.

6. Menjadi staf khusus kepresidenan merupakan cita-citanya sejak dulu agar bisa membantu presiden untuk membuat Indonesia ramah kaum disabilitas

Bersama Bapak Presiden Indonesia, Pak Joko Widodo

Bersama Bapak Presiden Indonesia, Pak Joko Widodo via http://www.instagram.com

Indonesia memang masih belum terlalu ramah terhadap penyandang disabilitas. Dalam kesempatan kali ini Surya Sahetapy juga mengajarkan bahasa isyarat kepada Presiden Joko Widodo. Surya Sahetapy membuktikan bahwa kita tak boleh memandang sebelah mata para penyandang disabilitas.

Mereka perlu diberi hak dan peluang yang sama dengan orang-orang normal dan bukan gak mungkin malah mampu mencapai hasil lebih. Cita-cita untuk menjadi Staff Khusus Kepresidenan sudah ada sejak dulu. Dan Pak Jokowi selaku Presiden Indonesia sudah mencantumkan satu nama untuk mengisi posisi tersebut.

Surya Sahetapy akhirnya terpilih untuk mengisi posisi yang diimpikannya. Namun, karena terhalang pendidikan yang belum selesai. Maka, Surya memilih untuk menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu baru akan mengisi posisi tersebut.

Semoga perjuangan Surya Sahetapy dan rekan-rekan dalam mengadvokasi hak-hak kaum tuli dan disabilitas segera berbuah manis dan mengangkat kesadaran kita akan kesejahteraan mereka.

Semangat terus ya Surya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya