Kalau ditanya siapa sosok yang menginspirasi saya bisa berkarya sampai sekarang ini? Jawaban saya sebenarnya banyak. Saya sadar selain bakat, kerja keras dan juga doa, saya juga membutuhkan figur yang bisa menginspirasi saya di kala lelah melanda karena perjuangan yang tidak ada hentinya.

Secara tidak langsung mereka membuat saya sadar setiap orang mempunyai waktunya sendiri untuk meraih kesuksesannya. Untuk bisa sukses pun, itu juga tidak dengan jalan yang instan. Banyak penolakan serta kegagalan yang bisa datang kapan saja. Inilah mereka di antara sekian banyak sosok yang menginspirasi saya.

1. Banyak gagal bukan alasan untuk berhenti

Jonatan Christie

Jonatan Christie via https://www.google.com

Dalam suatu pertandingan dalam cabang olahraga atau apapun, pastinya ada yang menang ada juga yang kalah. Demikian juga dengan seorang Jonatan Christie atau yang sering disapa Jojo ini. Setelah kemenangannya di Asian Games 2018 kemarin, belum ada pertandingan yang bisa dia menangkan lagi. Dan di sini banyak juga netizen yang hanya komen sana-sini.

Meskipun banyak gagal atau kalah dalam suatu pertandingan, tidak membuatnya menyerah begitu saja dan selalu mengandalkan Tuhan. Karena dalam kekalahan pun ada kemenangan hati dan jiwa yang besar, untuk tetap percaya ada kemenangan lain di kemudian hari. Begitupun juga itu yang selalu saya tanamkan dalam diri saya.

2. Semua tidak ada yang instan, ada ketekunan dan kerja keras di dalamnya

Advertisement

Tidak ada sesuatu yang luar biasa dihasilkan atau didapatkan secara instan. Demikian dengan kak Shierly ini. Dengan mengandalkan media kertas gambar dan juga pensil, dia bisa membuat karya lukis potret sketsa wajah yang menyerupai wajah asli seseorang. Saya yang juga hobi dengan menggambar selalu mengikuti dari bagaimana cara, alat apa saja, juga tekhnik apa yang dipergunakan.

Kak Shierly juga pernah memosting hasil gambarnya waktu dulu sampai sekarang yang menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Dari yang dulu masih biasa saja, dan kini sudah terjual dengan harga yang menurut saya sangat setimpal dengan kerja keras juga ketekunannya sampai sekarang. Maka dari itu saya sangat termotivasi untuk berlatih terus. Dan bersyukur juga ada beberapa teman yang memesan lukisan sketsa wajah dari saya.

3. Bakat memang penting, tapi tanpa terus berlatih semuanya akan berhenti dan tak produktif lagi

Sungha Jung

Sungha Jung via https://www.google.com

Bermain musik terlebih alat musik gitar memang adalah hobi saya sejak kelas 4 sekolah dasar sampai sekarang. Tidak dengan secara instan juga saya bisa melakukannya. Demikian juga ketika saya pertama kali mengenal fingerstyle. Salah satu teknik dalam bermain gitar. Saya sangat tertarik dengan pola permainan dari kak Sungha Jung. Apalagi ketika saya melihatnya di youtube juga instagramnya, yang selalu gigih berlatih sejak dia masih kecil.

Advertisement

Suka gemas saja ketika melihat jari-jari tangannya yang begitu lincah memetik senar-senar gitar. Meskipun saya otodidak dan bisa dibilang tidak memiliki bakat keturunan, tapi itu tidak menghalangi saya untuk menekuni pola fingerstyle ini. Ada beberapa lagu yang sudah saya cover di instagram juga. Yang terpenting adalah setidaknya sehari selama 2 jam harus melatih jari agar tetap produktif.

4. Meskipun orang lain menganggap saya gila karena impian besar saya, tapi tak ada alasan untuk tidak mewujudkannya

Agnes Monica

Agnes Monica via https://www.google.com

Salah satu sosok yang membuat saya membuka lebar-lebar pola pikir saya soal meraih impian adalah dari kak Agnes Monica. Dari kutipan kalimat darinya yang berkata:

"Dream, believe, and make it happen"

membuat saya termotivasi tetap berjuang untuk impian saya meskipun itu sangat mustahil untuk saya. Karena yang bisa mewujudkannya ya dari saya sendiri. Dan saya harus percaya kalau saya mampu jika ingin semua itu terwujud menjadi kenyataan.

Meskipun orang lain menganggap gila karena impian besar saya. Terlebih dari impian kak Agnez Mo yang go internasional itu wow banget pokoknya. Dia sangat meyakini kalau dia bisa dan dia tetap fokus dengan impiannya, kerja keras dan usahanya meskipun mungkin banyak orang yang tidak suka.

5. Risiko ditolak bukan alasan untuk tidak terus berkarya

Boy Candra

Boy Candra via https://www.google.com

Sebelum menekuni dunia kepenulisan sebenarnya saya belum terlalu mengenal sosok Boy Candra. Tapi melalui kutipan dari isi buku yang pernah dia tulis, perlahan saya mulai mengagumi karya-karyanya. Terbilang saya masih sangat jauh dari kata baik dalam bidang menulis.

Tapi saya sangat bersyukur melalui Hipwee, hobi saya bisa mendapatkan wadahnya sendiri. Apalagi bisa dibaca dan bisa menjadi inspirasi untuk orang lain saya tidak pernah menyangka sebelumnya. Terimakasih Hipwee!

Dari artikel yang pernah saya baca dari wawancara yang pernah dia lakukan, Boy Candra pernah mengalami penolakan atas karya-karyanya bahkan bukan cuma sekali saja. Dalam kutipan wawancaranya dia berkata:

"Kalau takut ditolak ya jangan jadi penulis buku, itu risiko. Sudah biasa, santai. Jangan fokus pada satu naskah."

Secara otomatis ini membuat saya termotivasti. Apalagi saya bercita-cita juga ingin membuat sebuah novel. Meskipun saya masih berusaha untuk menggali potensi saya. Meskipun sempat ragu apakah saya bisa. Tapi setidaknya saya harus tetap mencoba. Seorang penulis wajar kalau naskah, cerita atau tulisannya mengalami banyak penolakan. Demikian pula dengan saya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya