Pada event XYZ Day yang lalu, tepatnya tanggal 25 april 2018, saya bertemu banyak sekali teman-teman generasi Y atau yang biasa disebut sebagai millennials yang mulai merambah subsektor ekonomi kreatif terutama menjadi seorang youtubers. Terlebih dengan dihadirkannya para pembicara yang memang berkompeten dalam bidang tersebut, membuat antusiasme para pemula menjadi semakin memanas.

Tidak bisa ditampik, kemajuan teknologi dan kebebasan informasi saat ini yang sangat cepat, turut menjadi faktor terbukanya kesempatan yang sangat luas bagi banyak orang untuk menjadi konten kreator. Ditambah lagi semakin banyak para konten kreator yang dengan gamblang memamerkan keberhasilan mereka lewat angka yang fantastis, hal ini tentu menjadi bahan pertimbangan bagi hampir semua millennials yang pada akhirnya mencoba untuk merambah dunia hiburan dengan cara menjadi seorang konten kreator.

Menciptakan konten dengan cara yang santai, seolah-olah jauh dari rasa jenuh, lalu mendapatkan penghasilan besar lengkap dengan popularitas. Display dari kehidupan seorang konten kreator memang terlihat menyenangkan, kenapa bisa begitu? Karena mereka melakukannya dengan passion. Pun passion mereka begitu kuat, tahukah kamu kehidupan mereka yang sebenarnya? Seberapa berat beban seorang konten kreator?

Berikut 5 point yang dikutip dari pengalaman beberapa konten kreator yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi.

1. Siap Begadang

Siap Melek Sampe Pagi.

Siap Melek Sampe Pagi. via https://sehatsaja.com

Biasanya kalau sudah masuk tahap editing, apapun itu jenis kontennya, baik berupa tulisan, gambar ataupun video, seorang konten kreator harus menyelesaikannya dalam satu waktu.

Advertisement

Nggak tidur demi menyempurnakan editan video, udah jadi makanan sehari-hari. Sebab jika tertunda, sulit untuk kembali mengumpulkan mood dengan energi yang sama besar seperti ketika menyelesaikan separuh bagian awal.

2. Bertanggung Jawab Menciptakan Konten Positif

responsible creator content

responsible creator content via https://www.arah.com

Hari ini kita hidup dalam dunia digitalisasi, semua informasi yang dilempar kepada publik tidak memerlukan waktu lama untuk menuai beragam tanggapan. Konten negatif sekejap bisa berubah menjadi sesuatu yang viral.

Selain berdampak pada pola berfikir yang buruk para penerima konten, memproduksi konten negatif juga bisa membuat kamu dipidanakan.

3. Menjadi Pribadi yang Serba Bisa

mengerjakan semuanya sendiri

mengerjakan semuanya sendiri via https://pixabay.com

Advertisement

Menjadi seorang youtuber misalnya. Diawal karier, sebelum kamu bisa mengajak teman untuk membantu proses produksi video kamu, kamu dituntut untuk mampu mengatur semua hal yang berkaitan dengan proses pembuatan video secara mandiri.

Menciptakan ide cerita, menulis script, mengatur lighting, camera, memilih property, menentukan lokasi shooting, sampai mengedit video sendiri. Siap?

4. Stuck Memikirkan Ide Baru

Point ini adalah point yang pasti terjadi pada setiap konten kreator. Mencari ide membuat konten yg reshareable, relate sama banyak orang, dan mudah dimengerti itu menjadi sebuah tekanan yang tidak bisa dilewati begitu saja oleh sembarang orang.

Ditambah lagi, jika ingin mudah diterima oleh warganet, ide konten baru haruslah ide yang fresh, beda dari yang lain, belum pernah dibuat oleh kreator konten yang lain. Sedikit saja terlihat meniru bisa-bisa kamu dicap sebagai plagiat.

5. Menyita Waktu

menyita waktu

menyita waktu via https://www.pexels.com

Konten yang lewat timeline kalian berupa satu gambar, sebuah cerita pendek, atau juga video dengan durasi 1 menit yang semuanya terlihat sederhana, pada kenyataannya proses pembuatannya sangat menyita waktu.

Mulai dari pemilihan ide, lalu menuliskan ide tersebut agar lebih terstruktur, berlanjut ke tahap produksi konten, preview dan editing berkali-kali. Terkadang seorang konten kreator harus rela kehilangan nyaris seluruh waktu beraktivitasnya seharian.

Percayalah Being a content creator is not easy.

Bukannya mau bikin kamu yang bermimpi untuk menjadi seorang influencer, creator content atau apapun-itu-namanya jadi pesimis guys, tapi catatannya adalah;


semua profesi yang dilakukan dengan effort yang tinggi, pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik.


Menjadi seorang konten kreator itu membutuhkan energi yang besar, juga memerlukan keinginan yang kuat untuk terus mempelajari hal baru. Jadi, jika kamu memilih profesi ini, pastikan sudah mempertimbangkan semuanya dari berbagai sudut pandang yaa..

Jangan cuma karena profesi ini sedang naik daun dikalangan anak muda. Lantas kamu mau ikut-ikutan merambah dunia kreatif, apalagi niatnya sekedar cari popularitas, lebih baik pikirkan kembali matang-matang.

Apapun itu, Selamat menjalankan profesi pilihanmu!!

Semoga berhasil. Cheers!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya