Indonesia memang sudah merdeka, tapi tampaknya kemerdekaan itu tidak berlaku untuk sebagian orang yang masih merasakan penjajahan sampai saat ini. Salah satunya dalam hal menuruti keinginan orangtua yang mau tidak mau dan dengan "terpaksa" harus diikuti, seperti beberapa hal berikut ini:

1. Kamu harus kuliah di jurusan pilihan orangtuamu

kuliah di jurusan pilihan orang tua

kuliah di jurusan pilihan orang tua via http://teknosains.com

Lulus dari sekolah kamu memang berkeinginan melanjutkan ke bangku kuliah. Sudah mencari tahu berbagai macam jurusan yang sekiranya cocok dengan dirimu dan kamu minati. Namun alih-alih bisa kuliah di jurusan yang sudah di idam-idamkan, orang tua malah meminta kamu mengambil jurusan pilihan mereka yang menurut mereka memiliki prospek yang bagus ketika kamu lulus kuliah.

Duh, dilema kamu rasakan! Tidak ada salahnya memang ketika orangtua memintamu untuk mengikuti kemauan mereka, yang menjadi masalah ketika pilihan orang tua itu sama sekali bukan bidang yang kamu minati dan kamu dengan terpaksa harus mengambil pilihan itu.

Advertisement

Memang sih setiap apa yang orang tuapilih untuk anaknya adalah yang terbaik menurut mereka, namun bukankah lebih baik ketika orang tua memberikan pilihan tanpa sedikitpun memaksakan? Bukankah memberikan ruang untuk anak berfikir akan pilihan tersebut merupakan cara terbaik? So, coba pertimbangkan lagi setiap pilihan tersebut. Karena segala sesuatu yang dilakukan dengan keterpaksaan juga tidak baik.

2. Selepas kuliah orangtua ingin kamu langsung bekerja

orang tua ingin kamu langsung bekerja

orang tua ingin kamu langsung bekerja via https://unsplash.com

Gelar sarjana baru saja kamu raih. Belum juga merasakan kebebasan, orangtua memintamu untuk segera mencari pekerjaan. Duh, seperti tidak diberikan jeda untuk sedikit bernapas dan merasakan kebebasan! Mencari pekerjaan selepas wisuda itu pasti akan dilakukan. Tapi, tidak ada salahnya juga kan untuk sekedar memberikan napas bagi pikiran ini setelah sekian lama dipenuhi dengan tugas akhir? Cobalah minta orang tuamu untuk bisa memahami kondisimu. Karena sekeras apapun hati orang tua juga akan luluh jika kamu benar-benar bisa menyampaikannya alasanmu dengan tepat.

3. Orangtua ingin kamu berprofesi sebagai pekerja kantoran

berprofesi sebagai pekerja kantoran

berprofesi sebagai pekerja kantoran via https://unsplash.com

Orangtua terkadang berpikir bahwa bekerja itu selalu identik dengan kantor, seragam rapi dan berdasi. Mungkin ada kebanggaan tersendiri dalam diri mereka ketika melihat kamu mengenakan seragam. Tapi, bagaimana jika menjadi seorang pekerja kantoran bukanlah profesi impianmu? Lagi-lagi kamu berada di posisi yang membingungkan.

Advertisement

Merasa sudah cukup dewasa dan ingin menolak keinginan orangtua tapi tidak mampu. Sementara kamu ingin melihat orang tua bahagia meskipun terkadang harus mengesampingkan egomu. Berat memang ketika berada di posisi seperti ini. Tapi kamu juga harus ingat, membahagiakan orangtua memang keinginan setiap anak, namun konteks membahagiakan setiap orang itu berbeda-beda.

Jika membahagiakan orangtua menurutmu harus mengikuti segala keinginan mereka yang terkadang bertolak belakang dengan keinginanmu, kamu harus kuat dalam menjalani itu dan jangan pernah mengeluh karena kamu sendiri yang sudah menentukan pilihan itu.

4. Perihal jodohpun orangtua masih ikut ambil bagian

perihal jodohpun masih di atur

perihal jodohpun masih di atur via https://unsplash.com

Jodoh itu memang sudah di tentukan oleh sang pencipta. Bahkan kamupun tidak pernah tahu siapa jodohmu, seperti apa dan ada dimana. Kamu hanya perlu berusaha dan berdoa agar kelak kamu di pertemukan dengan jodoh terbaikmu. Tapi, alih-alih bertemu jodoh dan menikah. Lagi-lagi orang tua ingin anaknya mendapat yang terbaik, sehingga perihal jodohmu pun mereka ikut ambil bagian.

Memasang kriteria yang bermacam-macam mulai dari keimanan, paras, kemapanan dan lain sebagainya mereka sampaikan kepadamu. Baik memang maksud mereka, tidak ingin anak kesayangannya salah pilih perihal jodoh dan kecewa di kemudian hari.

Kamu hanya perlu meyakinkan orang tuamu jika kelak kamu sudah di pertemukan dengan jodoh terbaikmu. Kamu juga harus membuktikan bahwa orang yang kamu pilih benar-benar bisa menjaga dan melindungimu. Terkadang sifat orangtua seperti itu karena mereka cemas dan merasa belum siap untuk melepas anak kesayangannya ke pelukan orang lain.

5. Orangtua ingin kamu menikah di usia yang menurut mereka sudah seharusnya untuk menikah

menikah karena usia

menikah karena usia via https://unsplash.com

Terkadang orangtua memang suka menentukan hal-hal yang menurut mereka sudah waktunya, namun sebaliknya bagi kamu. Kategori pantas menurut orangtua terkadang belum pantas menurutmu. Misalnya perihal menikah. Kebanyakan orangtua ingin agar kamu sebagai anak cewek menikah di usia 25 tahun. Jika di lihat dari usia sudah pantas memang, namun bagaimana jika di usia segitu kamu masih ingin mengeksplor lebih dirimu dan belum berkeinginan untuk menikah? Atau jodoh yang belum juga datang menghampiri?

Terkadang kamu memang harus memberikan pengertian lebih kepada orang tuamu agar mereka bisa paham dan menerima keputusanmu. Bukankah menikah itu tidak hanya perkara usia? Kematangan dan kesiapan diri juga sangat di perlukan untuk menjalani yang namanya ikatan pernikahan.

Jadi bagi kamu yang ngakunya #MerdekaTapi masih di jajah oleh keinginan orang tua, kamu harus bisa mengambil sikap dan menentukan pilihan. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, tapi kamu juga harus mempertimbangkan sisi positif dan negative-nya untuk dirimu. Merdeka itu bukan hanya untuk negara kita Indonesia, diri sendiri pun pantas untuk merdeka.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya