Ngerasa Salah Jurusan? Bisa Jadi 5 Alasan Ini Penyebabnya.

Penyebab salah jurusan

Keluhan salah jurusan udah sering banget kita dengar di lingkungan perkuliahan. Salah jurusan bikin semangat menipis disaat tugas dan aktivitas kuliah menunggu untuk dikerjakan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Indonesia Career Center Network pada 2017, sebanyak 87 persen mahasiswa mengaku salah jurusan. Hal ini bisa membuat mereka tidak optimal menjalani dan menyelesaikan perkuliahan.

Sikap apatis juga akan timbul jika Mahasiswa merasa jurusan yang ia ambil sudah tidak sesuai dengan minatnya. Mahasiswa tidak maksimal menyerap ilmu selama di bangku kuliah dan mengakhiri studinya dengan waktu yang lebih lama. Bahkan cuma mengejar status lulus aja.

Saat lulus dan terjun ke dunia kerja, ini yang akan jadi masalah. Kamu akan kesulitan menentukan bidang kerja karena kamu tidak dibekali ilmu yang cukup semasa kuliah. Ada 5 alasan umum mengapa seseorang merasa salah jurusan, simak ulasannya berikut ini.

Advertisement

1. Belum riset jurusan yang diambil

Photo by Dragon Images via shutterstock

Photo by Dragon Images via shutterstock via https://www.shutterstock.com

Yang sering terjadi pada pelajar SMA yang akan lulus yakni masih kurangnya riset terkait jurusan kuliah yang mau diambil. Bahkan terkesan mendadak dan tanpa perencanaan. Informasi seputar jurusan kuliah yang sempit membuat mereka berekspektasi terlalu tinggi.

Alhasil di tengah masa studi mereka merasa setiap mata kuliah yang dipelajari tidak sesuai dengan ekspektasinya. Karena itu penting melakukan riset bahkan dimulai sejak pertengahan masa SMA. Cari tahu informasi sedetail mungkin terkait jurusan yang akan kamu ambil, begitupun dengan universitas yang kamu incar.

Advertisement

2. Pilihan orangtua

Photo by Backgroundy via shutterstock

Photo by Backgroundy via shutterstock via https://www.shutterstock.com

Nggak jarang juga seorang anak memilih jurusan kuliah berdasarkan keinginan orangtua. Tapi, seringkali kemauan anak nggak sesuai dengan apa yang orangtua mau. Alhasil ia menjalani masa kuliahnya dengan terpaksa untuk menyenangkan keluarganya.

Seperti contohnya mahasiswa kedokteran yang sebenarnya punya minat di jurusan komunikasi, tetapi karena latar belakang keluarganya yang mayoritas dokter, ia dituntut untuk mengikuti jejak keluarganya.

Advertisement

Kasus seperti ini sering kita temui di lingkungan perkuliahan. Jika orangtua mendesak mengambil jurusan tertentu yang nggak sesuai dengan minat dan bakatmu, coba komunikasikan dengan baik.

Ajak mereka berdiskusi tentang keinginan dan mimpi besarmu di masa depan. Buktikan dengan pilihan jurusanmu sendiri, kamu bisa berprestasi dan menjalani karirmu dengan baik.

3. Kurang mengenal minat dan bakat diri

Photo by imtmphoto via sutterstock

Photo by imtmphoto via sutterstock via https://www.shutterstock.com

Akar dari masalah salah jurusan bisa dikarenakan seseorang tidak mengenal dirinya dan potensi yang mereka miliki. Mencari tahu bakat dan minat diri menjadi penting untuk kemudian seseorang bisa merencanakan pendidikan dan karirnya dengan baik.

Dimulai dari mencari tahu apa minat dan bakatmu, apa tujuanmu ke depan, dan disesuaikan dengan prospek kerjanya kamu bisa menentukan jurusan kuliah yang kamu banget.

Jika jurusan kuliah yang kamu ambil sudah sesuai dengan minat dan bakatmu, kamu akan lebih mudah menjalaninya, semangatmu lebih tinggi untuk mengerjakan setiap tugas sampai akhir.

Bahkan saat kamu lulus nanti, kamu jauh lebih gampang mencari pekerjaan, karena kamu tahu apa yang kamu tuju.

4. Gengsi yang tinggi

Photo by Cookie Studio via shutterstock

Photo by Cookie Studio via shutterstock via https://www.shutterstock.com

Alasan lainnya  yang bikin seseorang merasa salah jurusan yaitu memilih jurusan karena gengsi. Karena jurusan itu diminati banyak orang atau karena jurusan terbaik di universitas ternama, seseorang memutuskan untuk memilihnya. Padahal nggak sesuai dengan minat dan potensi yang ia punya.

Demi dipandang tinggi seseorang bisa saja memilih jurusan kuliah tertentu yang bertolak belakang dengan minat aslinya. Percaya deh, kalau terus menerus memikirkan penilaian orang, nggak akan ada habisnya. Jadi lebih baik fokus dari dan untuk diri sendiri.

5. Ikut-ikutan teman

Photo by TORWAISTUDIO via shutterstock

Photo by TORWAISTUDIO via shutterstock via https://www.shutterstock.com

Teman sering membawa pengaruh bagi remaja dalam mengambil keputusan. Apalagi SMA itu jadi masanya seorang remaja menghabiskan banyak waktunya bersama teman.

Ketika membuat keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terkadang seseorang menimbang berdasarkan pilihan yang temannya ambil. Jika si A, dan B sebagai teman dekatnya memilih jurusan psikologi, C yang belum mengenal bakat dan minatnya bisa memilih jurusan yang sama.

Mengenal 5 penyebab salah jurusan penting bagi kamu yang mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Masalahnya, salah jurusan akan membuatmu merasa tertekan dan terpaksa menjalani masa studi.

Sayang kan sudah bayar biaya kuliah, tapi di pertengahan kamu sudah kehilangan semangat untuk melanjutkannya sampai lulus. Bahkan memilih pindah jurusan yang mengharuskanmu memulai dari awal lagi.

Jadi langkah pertama, temukan dulu minat dan bakatmu untuk kemudian kamu bisa merencanakan kuliah dan karirmu kedepan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE