Udah Belajar Tapi Hasil Masih Nggak Sesuai Harapan ? Jangan-Jangan Kalian Mengalami Illusion Of Competence Nih.

Aku udah belajar semalaman, udah aku baca semua materinya. Tapi kok nilainya nggak sesuai yang aku harapkan ya ?

Pernah nggak kalian merasa udah siap banget buat ujian hari ini tapi giliran waktunyanya, tiba-tiba nge-blank gitu aja nggak bisa kerjain? Bingung karena apa yang dipelajari nggak ada yang nyangkut di otak sama sekali. Pernah juga nggak sih kalian sering lupa sama isi buku yang udah kalian baca ? atau sering kesulitan waktu ngerjain PR padahal waktu di kelas dengerin semua penjelasan dari guru

Keadaan kayak gitu biasa disebut Illusion of Competence atau Illusion Of Learning, yaitu suatu keadaan yang menggambarkan situasi mental di mana kita pikir sudah menguasai serangkaian materi tetapi sebenarnya belum. Kita hanya membodohi diri sendiri. Membaca materi dari textbook yang sudah ada di depan mata kita, bukan berarti kita sudah memahami isinya.

Browsing jawaban dari internet bukan berarti kita sudah memecahkan suatu masalah. Hanya karena sudah menghabiskan banyak waktu di meja belajar bukan berarti kita sudah benar-benar paham apa yang dipelajari. 

Sebelum membahas gimana cara mengatasinya, kita harus tahu dulu kenapa illusion of competence ini bisa terjadi. Otak memiliki dua bagian berbeda yang terkait dengan mempelajari hal-hal baru dan menyimpan materi yang dipelajari. Ada small fast brain (menyimpan memori jangka pendek) dan large slow brain (menyimpan memori jangka panjang). 

Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru dengan membaca, melihat, menonton, melakukan atau mendiskusikan, maka materi tersebut tersimpan dalam otak yang lambat (large slow brain) di mana memori tersebut akan membentuk 'pola' dimana pola tersebut akan memantapkan informasi dan membuat pembelajaran menjadi konkret. 

Pola-pola ini akan tersimpan dalam Neural Network Connections. Illusion Of Competence terjadi ketika informasi yang kita dapat tidak masuk ke dalam memori jangka panjang (large slow brain) dan tidak membentuk 'pola'. Ketika materi ada di small fast brain (memori jangka pendek), kita merasa bahwa kita telah mempelajari sesuatu.

Perasaan kita mulai bermain. Karena perasaan akan lebih tahan lama berada di otak dibandingkan pikiran (materi pembelajaran yang tersimpan dalam ingatan jangka pendek), maka setelah beberapa waktu materi pembelajaran akan hilang dari small fast brain (memori jangka pendek) tetapi perasaan tetap ada sehingga kita cenderung percaya dan merasa bahwa proses pembelajaran telah terjadi padahal belum ada pola memori yang terekam oleh otak kita. 

Seorang Professor bernama Barbara Oakley dalam bukunya “Learning How to Learn” mengungkapkan beberapa tips untuk menghindari Illusion Of Competence ini.  

Advertisement

1. Ubah mindset

Understanding the Growth Mindset

Understanding the Growth Mindset via https://sites.dartmouth.edu

Kenali apa tujuan kamu belajar. Jangan jadikan aktivitas membaca sebagai pengisi waktu luang saja,tapi mulai tanamkan dalam benak bahwa apa yang dibaca harus benar-benar melekat dan mampu memberi manfaat. Ubah cara belajar pasif menjadi aktif. Tidak hanya berpacu pada textbook atau materi yang sudah disampaikan pengajar tetapi kembangkan lagi melalui sumber-sumber lain yang berkaitan. 

Belajar jangan hanya untuk menggugurkan kewajiban tapi jadikan sebagai sarana pengembangan diri lewat ilmu yang dimiliki. Terakhir, jangan membohongi diri sendiri dengan mudah merasa puas. Jika terintimidasi oleh banyaknya materi yang coba dipelajari tarik napas dan mulai saja. Menunda-nunda pekerjaan hanya akan meningkatkan sress.

Advertisement

2. Luangkan waktu 2 menit untuk picture-walk

How To Reading Fast

How To Reading Fast via https://www.wikihow.com

Sebelum membaca keseluruhan materi luangkan waktu 2 menit untuk sekilas mengenal materi dengan membaca judul, melihat daftar isi, melihat gambar, grafik, dan lain-lain untuk mendapatkan gambaran ide dan konsep utama dari materi yang akan dipelajari.

3. Minimalkan menggaris-bawah dan highlighting

Underlining Vs Highlighting

Underlining Vs Highlighting via https://onlinelearningtips.com

Perlu diketahui bahwa ternyata aktivitas menggaris bawah dengan tangan dapat menimbulkan penguasaan di otak sehingga otak merasa sudah puas karena telah terisi informasi baru padahal informasi yang diterima tersebut masih bias, belum benar-benar dipahami. Akibatnya informasi yang didapat tidak melekat karena tidak adanya proses berpikir.

Menuliskan konsep, ide, dan catatan utama di bagian pinggir teks menjadi alternatif yang lebih efektif untuk mengingat dibandingkan menggarisbawahi. Jika sudah terbiasa menggaris bawah, usahakan tetap satu kalimat atau kurang per paragraf.

Advertisement

4. Melakukan active recall

Active Recall

Active Recall via https://id.pinterest.com

Membaca tanpa manfaat hanya membuang waktu. Ingat kembali apa yang telah dibaca dengan melakukan active recall. Setelah membaca sub bab dari suatu materi atau buku coba tutup bukunya dan berikan review dari apa yang sudah dibaca tersebut (boleh secara lisan maupun tulisan) dengan bahasamu sendiri.

Jika kalian dapat menjelaskan kembali maka kalian telah memahaminya. Seperti halnya saat belajar matematika, demi menguji pemahamanmu tantang diri untuk mengerjakan soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

5. Discuss with each other

Diskusikan apa yang telah dipelajari bersama teman, kolega maupun saudara. Minta pendapat mereka. Selain bisa memperluas sudut pandang pemikiran yang berbeda, kita juga dapat mengukur sejauh mana kita telah memahami materi tersebut.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE