Mungkin belum banyak anak muda yang familiar dengan beasiswa LPDP. Apa sih beasiswa LPDP itu? Beasiswa dari negara mana? Apa bedanya dengan USAID, AAS dan ERASMUS MUNDUS? Eitss jangan salah teman, beasiswa LPDP ini adalah beasiswa dari pemerintah RI sendiri lho. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini adalah Badan Layanan Umum milik pemerintah di bawah empat kementerian dan dikelola oleh kementerian keuangan yang tujuannya untuk mempersiapkan pemimpin masa depan Indonesia, gaes. Keren, kan? Nah, sebelum para penerima beasiswa LPDP atau yang biasa disebut awardee ini berangkat ke tempat belajar mereka masing-masing (dalam/luar negeri) akan ada sebuah kegiatan yang namanya Persiapan Keberangkatan atau yang istilah kerennya adalah PK.

Jangan salah gaes, Persiapan Keberangkatan ini isinya bukan pelatihan bahasa, tips dan trik survive di tempat rantau atau panduan pembuatan visa dan paspor. Dalam bahasa puitisnya, PK ini adalah rindu penuh tanya bagi yang belum bersua dan candu bagi yang akan berpisah. Cieeee. Yang sudah PK, yuk flashback lagi indahnya PK.

1. Mohammad Kamiluddin: PK dan Filosofi Gelas Kosong

Dokumentasi Pribadi PK-70 via https://www.instagram.com

Siapa awardee yang tidak kenal dengan Pak Mohammad Kamiluddin atau yang akrab disapa Pak Kamil? Sosok dibalik suksesnya kegiatan PK ini adalah orang hebat yang bersahaja bernama Mohammad Kamiluddin dan tim PK-nya. Jangan memuji beliau terlalu tinggi, jangan mengulas beliau terlalu dalam. Beliau tidak haus pujian dan tidak suka menjadi perhatian. Pak Kamil adalah sebuah nama yang akan selalu ada di hati semua awardee LPDP.

Dulu sebelum ikut PK dan masa Pra-PK pasti banyak awardee yang berasumsi, bertanya, dan bingung sendiri. Sebenarnya di PK itu ngapain aja, sih? Kok Pra-PK saja sudah dibuat susah sana sini, banyak tugasnya, repot, dan banyak yang perlu disiapkan. Kalau mau jujur, 99% dari awardee merasakan hal yang sama sebelum PK. Setelah ikut PK barulah sadar, "ooh, ternyata…" Ternyata saya kurang piknik.

Kita ibarat gelas yang hendak diisi dengan ilmu dan cinta,

jangan datang dengan gelas setengah terisi kemudian menumpahkannya.

Karena air yang tumpah itu bisa menjadi berkat untuk orang lain.

Datanglah dengan gelas kosong,

selalu dengan gelas kosong yang mau diisi.

Dengan begitu kita belajar, dengan begitu kita dapat mengalirkan airnya ke tanah yang kering.

Advertisement

Kerendahan hati, kemauan untuk belajar, keluasan hati untuk dipimpin, rasa keingintahuan yang tinggi, kesederhanaan itu yang penting dari seorang pembelajar.

2. Kurang Tidur? What doesn’t kill you makes you stronger

Dokumentasi Pribadi PK-70 via https://www.instagram.com

Semua awardee yang sudah ikut PK pasti setuju kalau dalam seminggu itu mereka bagaikan zombie di film The Walking Dead. Jam tidur berkurang secara drastis, begadang hampir setiap hari. Ada yang mempersiapkan acara selanjutnya, tim pengurus inti sibuk dengan tanggung jawabnya, kelompok-kelompok sibuk membuat daily report dan banyak yang tidak tidur karena sibuk main dan keasyikan ngobol dengan teman-teman. Like 24 hours wasn't long enough for our togetherness. Namun ajaibnya, keesokan harinya dalam sesi di aula semua terlihat fresh dan tidak mengantuk (keep holding on…). Ini adalah semangat. Bukan karena capek dan mengantuknya, tapi karena semua mengerjakan bagiannya masing-masing dengan sukacita maka yang berat terasa ringan, bukan?

Ayo, di antara kalian siapa yang rindu tidak tidur waktu PK?

3. Entah di Titik Mana Anda Bisa Menginspirasi Orang Lain. (Baca: Jodohmu Keselip di PK)

Dokumentasi Pribadi PK-70 via https://www.instagram.com

Berbagai macam manusia dari seluruh penjuru tanah air bisa ditemukan di PK. Kenapa kalimatnya 'berbagai macam manusia?' Karena hanya di PK lah kamu akan menemukan mulai dari anak-anak muda yang masih polos sampai om-om dan tante-tante yang semangat belajarnya luar biasa. Quote of the PK dari PIC PK (Person in Charge Persiapan Keberangkatan) kita, Pak Mohammad Kamiluddin, yang akan selalu diingat oleh awardee adalah “Anda tidak tahu di titik mana Anda bisa menginspirasi orang lain. Siapa tahu orang yang duduk di sebelah Anda adalah jodoh Anda”.

Bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah, profesi, latar belakang keluarga, budaya, dan bahasa. Ada yang masih muda dan sarat prestasi, ada yang talenta bermusiknya hebat, ada neng geulis finalis Putri Indonesia, ada ada yang tidak nampak bagusnya tapi ya ampun juara lomba di mana-mana! Bahkan ada artis juga, lho dan masih banyak lagi. Masak sih, tidak ada satu orang pun yang menginspirasi kamu. Ibarat lagu yang dinyanyikan Raisa,

… Aku bukan jatuh cinta, namun aku jatuh hati …

'Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu

terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia

kuharap kau tahu bahwa 'ku terinspirasi hatimu

ku tak harus memilikimu, tapi bolehkah 'ku s'lalu di dekatmu…

Yang sukses PDKT dan berhasil ke pelaminan pasti senyum-senyum sendiri. Yang gagal ke pelaminan mungkin baper lagi. Dan yang cintanya cuma sampai di notes dalam amplop bukan awardee LPDP. Awardee LPDP berani mengambil sikap yang tegas.

4. Mencicipi Jajanan dari Seluruh Nusantara, Kapan Lagi?

Dokumentasi Pribadi PK-70 via https://www.instagram.com

Ini adalah surganya semua penikmat kuliner. Mulai dari yang aneh dan unik sampai yang melekat ramah di lidah. Festival Jajanan Nusantara ini hampir selalu ada di setiap acara closing PK. Seluruh peserta membawa jajanan khas daerahnya masing-masing untuk disajikan dan dibagi pada saat acara penutupan. Berbagai macam jajanan dari penjuru tanah air bertebaran di stand Janus alias Jajanan Nusantara. Siapa yang tidak tergiur dengan kenikmatan duniawi ini? Lupakan segala bentuk diet dan clean food kalian deh. Dijamin ketagihan. Ada bakpia pathok khas Jogja, permen susu kerbau dari Sumbawa, enting-enting gepuk dari Salatiga, bahkan yang paling ekstrim ada juga belalang goreng renyah crispylicious, so yummy. Bukan hanya jajanan yang disajikan, minuman khas daerah juga ada, lho. Yang paling penting adalah, semuanya GRATIS!

Mari membuka kembali memori kecil kita tentang Janus, apa yang kalian bawa dulu? Dan berapa banyak yang kalian habiskan? Makanan apa yang paling dirindukan? Janus oh janus…

5. The Unforgettable Outbound

Dokumentasi Pribadi PK-70 via https://www.instagram.com

Outbound adalah kegiatan yang sangat dinantikan di PK. Bayangkan semangat para awardee setelah kegiatan yang padat selama sehari penuh harus bersiap-siap subuhnya untuk berangkat outbound. Ceria, semangat, dan excited terpancar dari wajah mereka yang lelah. Terbukti bahwa awardee LPDP adalah penjuang yang menyukai tantangan. Outbound bukan saja sebagai kegiatan bersenang-senang tanpa makna, tapi lebih dari pada itu sebagai kesempatan belajar bekerja sama dalam tim yang baru dibentuk beberapa saat sebelum challenge dimulai. Banyak kegiatan outbound yang digemari seperti rafting, paint ball, flying fox, dll. Beberapa awardee bahkan belum pernah ikut outbound sebelumnya. Kesan mereka setelah ikut outbound sama, yaitu, pengen lagi! Berbicara mengenai outbound khususnya rafting yang kerap ada di outbound, pasti awardee akan teringat dengan quote ini:

LPDP ibarat sebuah perahu dan anda adalah penumpangnya

Jangan sekali-kali membuat perahu itu bocor, apalagi tenggelam – Abdul Kahar

Entah dengan siapa kita akan bersama dalam satu perahu, kita harus bekerja sama agar perahu ini sampai ke tujuan tanpa tenggelam. Begitulah kira-kira filosofinya.

6. Bonding Angkatan: Dari Memilih Ketua Sampai ke Acara Penutupan

Dokumentasi Pribadi PK-70 via https://www.instagram.com

Bayangkan kamu harus memilih orang yang tidak kamu kenal dan belum pernah kamu temui, untuk memimpin kamu dalam sebuah acara penting. Sebagian orang akan berpikir praktis, yang penting ada yang mau repot untuk kepentingan bersama, lah. Atau ada juga yang merasa diri lebih 'senior' dalam segala sesuatunya, usia, pengalaman, pendidikan, dan sebagainya sehingga enggan untuk dipimpin anak kemarin sore. Nah, di sini sikap seorang pemimpin sejati diperlukan. Handal dalam memimpin, tapi juga rendah hati untuk mau dituntun.

Bayangkan kamu harus merancang sebuah project dengan orang-orang di dunia maya. Entah itu dibagi dalam sebuah tim atau mengajukan diri bergabung dalam sebuah tim. Bayangkan jika kamu menganggap enteng hal ini dan bersikap acuh terhadap kegiatan ini. Bayangkan jika 50 orang saja bersikap sepertimu. Tapi kenyataannya tidak demikian. Ada banyak tangan berbakat yang siap dan mau bersamamu menyelesaikan project itu.

Posisikan dirimu dalam sebuah grup virtual yang merancang kegiatan seru, mendidik dan menghibur penghilang kantuk teman-temanmu dalam sesi By You For You (BYFY). Masih ingat kan, sesi BYFY ini ternyata bisa menghidupkan bakat terpendam kalian? Ada bedah buku kepemimpinan, ada stand up comedy, storytelling, bahkan vocal group dadakan pun ada. Coba diingat kembali seperti apa peranmu dulu?

Jangan lupa juga bagaimana bingungnya kamu membalas ratusan chat dari nama-nama yang masih asing di telinga. Dan bayangkan bagaimana rasanya dipertemukan dengan orang-orang hebat itu pertama kali secara langsung? Bagaimana rasanya bekerjasama, belajar, berbagi bersama mereka? Ah, rasanya… Kangen.

7. Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan

Dokumentasi Pribadi PK-70 via https://www.instagram.com

Kalau ada membaca ini dan teringat Tim PK pasti nilai-nilai LPDP sudah menjadi bagian dari hidup awardee setiap hari.

Masih ingat jargon ini?

Selamat Pagi! "Pagi …"

Semangat Pagi!! "Pagi, pagi, pagi"

Apa kabar hari ini? "Prok prok prok … Ceria!"

Pemimpin Muda! Integritas/Profesionalisme/Sinergi/Pelayanan/Kesempurnaan

Karena banyak orang berpotensi menjadi pemimpin, namun hanya awardee LPDP yang mampu memimpin dengan nilai.

… Melahirkan Pemimpin masa depan, raih Indonesia gemilang

Majulah… Semangatlah… Jaya