Kondangan temen lagi nih, aduh aku kapan ya?

Aduh galau, dia yang kemarin ngejar-ngejar waktu SMP barusan ketemu? Pertanda jodohkah?

Dia kece, pinter, religius lagi. Andaikan, seandainya, jikalau …. Mmm…  

Tuhan, jodohku siapa ya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas pasti kerap menghampiri kita, atau bahkan bergumul dipikiran kita secara berkelanjutan. Belum lagi ketika kita bertemu seseorang yang kita sukai, pikiran kita kerap diisi dengan sejuta khayalan yang kadang absurd. Tidak ada yang salah, memang sudah sewajarnya kita yang cukup umur berpikir untuk melalui fase kehidupan yang satu ini, menikah. Tetapi ketimbang kita menggalau tak menentu dan merangkai kata-kata galau lewat postingan di medsos, ada baiknya kita menahan hal tersebut dengan melakukan hal yang menguntungkan diri kita sendiri (bahkan sebagai persiapan diri), seperti 5 hal berikut ini : 

1. Upgrade Pengetahuan

Karena kelak kita akan menjadi pendidik bagi anak-anak kita. via http://www.houstonsecuritymag.com

Bagi yang sudah menyelesaikan S1 mungkin perlu berpikir untu melanjutkan S2, dan seterusnya. Mengikuti kursus keterampilan yang menjadi passion kamu juga merupakan pilihan yang tepat. Selain itu menjadi penyemangat dan target, juga berupa bekal untuk kehidupan rumah tanggamu nanti. Ya, meski kelak anak-anakmu akan disekolahkan ke sekolah formal, tetap saja sekolah pertama adalah di rumahmu. Kamu dan pasanganmu akan menjadi guru pertama bagi mereka. Sudah tahu kan kalau ternyata kecerdasan anak diturunkan secara genetik dari sang Ibu? Jadi khusus buat para perempuan, jangan lelah menjadi pejuang ilmu .

Eits, tapi tidak hanya untuk para kaum perempuan lho. Sang lelaki yang nanti akan menjadi calon Ayah juga sangat penting untuk mempunyai pengetahuan yang mumpuni. Bukankah kelak mereka adalah imam keluarga sekaligus nakhoda bagi rumah tangganya?

Siapa tahu ketemu jodoh di bangku kuliah, eh.

2. Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggrismu

Advertisement

Biar nanti nggak perlu kursusin anak via http://film-english.com

Kamu bisa memilih mengikuti paket kursus bahasa Inggris atau mengikuti program Kampung Inggris yang sengaja disediakan umum bagi yang ingin belajar bahasa Inggris. Dewasa ini bahasa asing sangat diperlukan dimanapun, apalagi bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang dimulai pada 2015 lalu juga menjadi tonggak kesadaran kita untuk pentingnya berbahasa Inggris. Terlepas dari hal itu, semakin dibutuhkannya bahasa Inggris juga memerlukan andil kita untuk mengajarkan pada anak-anak kita kelak. Lembaga kursus memang kian mudah ditemukan, bahkan dengan berbagai pilihan paket dan harga. Tetapi jika kita bisa mengajarkan lebih dini dirumah bukankan itu lebih menyenangkan?

Bunda, tau ga bahasa inggrisnya "saya dapat gigi dan kamu matahari pink?"

Mmmm… apa ya…

Ah Bunda masa ga tau, ini nih "I can tooth you pink sun" (ai kentut yu pingsan)

???&%$^$^%&

3. Ibadah dan Ilmu Agamamu Juga harus Naik Kelas Nih

Ustadz, pacaran itu sebenarnya boleh enggak? via http://www.fikomunpad.ac.id

Siapa sih yang tidak mau mempunyai keturunan yang religius (shaleh dan shaleha bagi yang muslim)?. Untuk masalah agama, memang perlu usaha kita untuk memperdalam secara mandiri. Apalagi untuk yang tidak mendapatkan pelajaran agama secara mendalam sewaktu sekolah atau kuliah. Bagi yang muslim bisa mulai dari belajar menyempurnakan tajwid dalam membaca Qur’an. Mempelajari perihal agama lebih luas bisa didapat dengan mengikuti berbagai kajian agama yang biasanya ada di masjid-masjid atau lembaga dakwah di berbagai tempat. Asalkan kita sedikit selektif memilih tempat kajian agama yang tepat dan tidak menyimpang.

4. Menyempurnakan Menutup Aurat (Muslimah Only)

Bagi muslimah tentu tahu tentang kewajiban menutup aurat. Tapi kita harus tahu perbedaan antara menutup dan membungkus aurat. Maksudnya, jika sebelumnya kita dengan bebas keluar rumah dengan berbaju lengan pendek, seharusnya selanjutnya kita sudah mengenakkan baju lengan panjang. Bagi yang sebelumnya hanya berpikir untuk hanya sekedar membalut aurat, maka seharusnya selanjutnya kita juga harus berpikir untuk berpakaian yang longgar. Intinya adalah bagaimana kita melangkah semakin baik untuk penyempurnaan agama kita. Alangkah indahnya kalau kecantikan kita hanya dipersembahkan untuk yang halal 🙂

5. Doa, Adalah Berikutnya Setelah Ikhtiar

Tuhan, dekatkan jodohku via http://doakhusyuk.wordpress.com

Hal penting yang jangan dilupakan lainnya adalah memanjatkan do'a. Selain sebagai perantara antara hamba dan Tuhan, doa adalah penentram hati. Agar kita tak larut dalam galau yang tak menentu atau bahkan terlena masuk ke lembah yang dibenci Tuhan. Dengan berdo'a kita melengkapi ikhtiar dengan penyerahan takdir kepada Yang Kuasa.

Itulah 5 hal yang bisa kita lakukan selagi dalam penantian jodoh. Jangan khawatir, toh disamping ikhtiar, tangan Tuhanlah untuk masalah misteri jodoh, rezeki dan ajal. Maka salah satu ikhtiar kita adalah berusaha memperbaiki diri :).