Patah hati adalah resiko terbesar dalam dunia jatuh hati. Kalau siap jatuh, ya harus siap patah. Nah, terkadang ada berbagai macam ekspresi yang ditunjukkan manusia untuk mengungkapkan rasa kecewanya yang benar-benar parah, salah satunya menulis status curhat yang alay di medsos. Wah, sebenarnya hal ini adalah perbuatan yang akan menjauhkan dirimu dari jodohmu dan para calon mertuaCurhatan panjang lebar yang berisikan bahwa kamu tidak bisa hidup tanpa mantanmu pasti akan membuat jodohmu berpikir bahwa kamu belum siap menerima kehidupan. Jodohmu akhirnya menunda mendekati kamu hingga akhirnya dia jadi dengan orang lain. Hahaha, ngenes banget, kan?

So, daripada sedih-sedih dan curhat nggak jelas, ada cara-cara yang bisa kamu lakuin untuk jadi kembali bahagia:

1. Hindari status alay patah hati di media sosial

Kamu tega mas, aku mati niiiihh via https://cdns.klimg.com

Kamu tega nyakitin aku, kamu ninggalin aku, aku nggak bisa hidup tanpamu, aku mau mati aja.

OMG! Kalau kamu berpikiran kayak gitu berarti kamu adalah anak durhaka dan bakal di blacklist sama calon mertua. Jadi anak saja sudah durhaka apalagi jadi menantu. Ingat, kamu bisa hidup karena orangtuamu ikhlas merawatmu, bukan karena pacarmu terdahulu. Memangnya cara kayak gitu bakal bikin mantan balik lagi? Jangankan balik lagi, mereka akan tertawa diatas penderitaanmu dan mereka akan merasa di atas angin.

Seperti yang telah dijelaskan di atas. Memasang status alay hanya akan menjauhkan dirimu dari jodohmu dan calon mertu. Mereka pasti akan illfeel lihat kelakuanmu di media sosial. Jadi, jangan pernah lakukan ini.

2. Daripada Nge-alay, mending jadi motivator dadakan

Advertisement

Jadilah bulu ketek, Eh via http://1.bp.blogspot.com

Nggak usah jauh-jauh, belajarlah dari bulu ketek. Walaupun selalu terhimpit, tapi tetap tegar bertahan dan tumbuh.

Daripada pasang status alay yang nggak jelas dan bikin kamu jadi bahan tertawaan penghuni aktif media sosial, mending pasang status yang bisa memotivasi diri sendiri dan orang lain. Tentu hal ini bisa mendekatkan dirimu pada jodohmu dan para pencari menantu, karena kamu dianggap punya pemikiran dewasa dalam menghadapi masalah yang menimpa.

Tetap dalam batas wajar, ya. Kalau berlebihan, kamu bisa di-bully dan mungkin bisa gantiin Pak Mario Teguh 😀

3. Hangout bareng Sahabat

Aku punya mereka dan mereka punya aku via http://cdn.klimg.com

Orang yang paling kamu butuhkan dalam suka duka selain keluargamu adalah para SAHABATMU.

Orang yang paling peka selain keluargamu adalah sahabatmu. Iya, setiap manusia pasti punya sahabat. Entah yang nampak mata ataupun kasat mata, hehehe.

Beruntunglah kamu jika kamu punya sahabat karib dan siap menjadi penghiburmu di kala kamu patah hati. Selama 24 jam mereka bahkan bisa jadi motivator handal yang nggak kalah sama Pak Mario Teguh. Salah satu cara biar rasa sakitmu berkurang adalah bertemu mereka dan berhagia bersama mereka!

4. Gunung dan pantai jadi tempat pas untuk introspeksi

Refreshing sejenak yukk via http://mytrip123.com

Deburan ombak, segarnya udara, dan indahnya pemandangan di gunung maupun pantai akan menenangkan pikiranmu dan menenangkan hatimu

Namanya juga hubungan, pasti ada pasang surutnya. Entah karena kesalahanmu atau kesalahannya, kamu harus terima kenyataan bahwa kalian tidak bisa bersama. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kamu perlu mengintropeksi diri. Apa yang harus kamu ubah untuk menjadi lebih baik? Masa lalu adalah pembelajaran, masa sekarang adalah penentuan, dan masa depan adalah kebahagiaan.

5. Berbahagialah tanpa dendam

Yuk, raih suksesmu tanpanya via http://www.artebia.com

Balas dendamlah dengan kesuksesan, maka kamu akan mendapatkan dua keuntungan. Pertama, kamu bisa membuktikan pada masa lalu bahwa kamu bisa bangkit dan mandiri. Kedua, kamu akan mendapatkan cinta yang layak dan berkelas.

Kenapa kamu harus repot-repot mendendam dengan masa lalu? Biarkanlah. Kamu berhak bahagia. Pikirkan saja kamu berhasil menyingkirkan batu penghalang kesuksesanmu. Balas dendamlah dengan cara yang elegan dan berkelas. Bolehlah sekali-kali menengok masa lalu sebagai pembelajaran, tapi sesering mungkin kamu harus lihat ke masa depan bahwa kamu punya orang yang tulus ikhlas menyayangimu.

Keep spirit and don't forget to smile 🙂