Setiap orang tua pasti menginginkan kehadiran buah hati yang sempurna secara fisik dan psikis. Namun, terkadang Tuhan berkehendak lain. Banyak faktor yang memengaruhi perkembangan janin sejak masih dalam kandungan sehingga buah hati lahir dalam keadaan cacat atau mengalami disabilitas. Kini, kita mengenal istilah anak berkebutuhan khusus untuk menunjuk mereka yang memiliki disabilitas fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial.

Perasaan syok pasti menyelimuti hati orang tua. Tapi, perasaan itu harus diusir secepat mungkin karena anak butuh perhatian dan kasih sayang orang tua dengan ikhlas. Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua dalam menangani anak dengan disabilitas?

1. Kenali dan pelajari jenis disabilitasnya

mempelajari dengan banyak membaca

mempelajari dengan banyak membaca via https://unsplash.com

Setelah dokter selesai mendiagnosis jenis disabilitas, para orang tua disarankan untuk segera mempelajarinya. Jika anak lahir dalam keadaan Netra, orang tua harus banyak mencari tahu tentang Netra, bisa melalui literatur atau banyak konsultasi dengan dokter. Dengan demikian, orang tua tahu cara yang tepat untuk menangani anak Netra. Begitupun dengan jenis disabilitas yang lain. Pelajari, kemudian tangani dengan metode yang tepat.

2. Bergabung dengan komunitas disabilitas

bergabung dengan komunitas

bergabung dengan komunitas via https://unsplash.com

Advertisement

Seiringan dengan meningkatnya awareness masyarakat tentang isu disabilitas, masyarakat juga tergerak untuk mendirikan komunitas/organisasi yang fokus ke optimalisasi hak-hak penyandang disabilitas. Para orang tua bisa mengikuti komunitas sejenis supaya baik anak maupun orang tua dapat berbagi ilmu dan saling menguatkan. Contoh komunitasnya adalah Gerkatin Kepemudaan yang merupakan komunitas teman-teman Tuli.

3. Siap sedia untuk anak, harus ada jika dibutuhkan

memberikan perhatian kepada anak

memberikan perhatian kepada anak via https://unsplash.com

Orang tua dengan anak penyandang disabilitas harus rela menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menemani si buah hati. Justru perhatian dan kasih sayang dari keluarga lah yang paling dibutuhkan. Jika saja pihak keluarga menerima keadaan anak dan memperlakukannya dengan kasih sayang, pihak luar akan lebih mudah menerima kondisi anak. Orang tua harus memastikan bahwa perannya sebagai orang tua benar-benar maksimal.

4. Cari tahu apa kesukaan anak, pelajari dan kembangkan

berprestasi dalam keterbatasan

berprestasi dalam keterbatasan via https://unsplash.com

Anak penyandang disabilitas pasti diberikan ‘kelebihan’ oleh Tuhan pada aspek tertentu. Misal dalam hal bermusik, menggambar, bercerita, sains, dan sebagainya. Sudah banyak bukti anak penyandang disabilitas yang berhasil karena hobi yang terus dilatih. Orang tua harus mengetahui apa kesukaan anak dan biarkan anak mengeksplornya dengan tetap memberi bimbingan dan dukungan. Percaya deh, anak pasti bisa menjadi seorang expert dalam bidang yang disukainya!

5. Ikhlas

bahagia di lingkungan keluarga

bahagia di lingkungan keluarga via https://unsplash.com

Advertisement

Kunci dalam mendidik anak adalah ikhlas. Orang tua harus ikhlas bahwa anak memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh semua orang dan itu adalah pemberian Tuhan. Penerimaan dari pihak keluarga selalu yang utama. Orang tua harus bisa membuat anak nyaman di dalam lingkup keluarga. Kasih sayang yang diberikan dengan ikhlas akan membuat anak merasa dihargai dalam keluarga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya