Kenali 7 Penyebab Stretch Mark, Nggak Cuma karena Kehamilan

Tak banyak orang tahu bahwasannya stretch mark atau striae tidak hanya terjadi pada ibu hamil. Akan tetapi, dapat terjadi pada semua orang baik pria maupun wanita. Stretch mark merupakan kondisi normal dimana bagian kulit yang mengandung banyak lemak seperti pantat, paha, lengan atas, payudara, punggung bawah, dan dinding perut mengembang atau berkonstraksi terlalu cepat sehingga membuat munculnya guratan yang dapat berwarna merah atau ungu disertai dengan rasa gatal yang lama-lama berubah menjadi warna putih. Kondisi ini biasanya dialami oleh kulit yang mengandung sedikit kolagen. Umumnya karena tubuh berkembang lebih cepat daripada perkembangan dan elastisitas kulit. Sehingga, kulit merenggang dengan cepat dan membuat lapisan tengah kulit menipis serta lapisan di bawahnya muncul ke permukaan.

Advertisement

1. Berat badan naik atau turun secara tiba-tiba

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels via https://www.pexels.com

Ukuran tubuh yang berubah secara tiba-tiba membuat kulit tidak dapat berkembang atau mengecil untuk mengakomodasi ukuran tubuh mereka. Jika tubuh mengembang terlalu cepat, ikatan kolagen dan elastin yang ada pada kulit menjadi kewalahan. Sehingga, kulit terkelupas dan serat ikat di dermis pecah yang menyebabkan terbentuknya stretch mark.

Akan tetapi, jika tubuh mengalami penurunan berat badan yang tiba-tiba pula, dapat menyebabkan kulit gagal mengecil pada kecepatan yang sama dengan tubuh karena tidak adanya cukup permukaan untuk menampung kelebihan kulit tersebut. Sehingga, kulit dapat terlipat dan menekan area kulit lainnya yang mengakibatkan perenggangan dan robekan.

Advertisement

Oleh sebab itu, efek samping yang didapatkan orang-orang yang melakukan diet ekstrem adalah timbulnya stretch mark akibat penurunan berat badan secara cepat.

2. Kehamilan

Photo by Garon Piceli on Pexels

Photo by Garon Piceli on Pexels via https://www.pexels.com

Stretch mark merupakan kejadian yang umum terjadi selama masa kehamilan, sekitar 90% dari semua wanita hamil mengalami kejadian tersebut biasanya pada trimester ketiga. Hal tersebut terjadi karena kondisi tubuh berubah hanya dalam hitungan bulan yang membuat kulit merenggang dan fluktuasi hormonal tertentu yang melemahkan serat kulit meningkatkan resiko munculnya stretch mark.

3. Perubahan hormon

Photo by Engin Akyurt on Unsplash

Photo by Engin Akyurt on Unsplash via https://unsplash.com

Selama masa pubertas, produksi hormone menjadi lebih aktif berproduksi sehingga dapat membuat kulit lebih banyak menahan air yang mana dapat menyebabkan kulit menjadi kurang elastis. Tidak hanya itu, karena tubuh terlalu banyak diregangkan akibat dari proses pertumbuhan, ikatan antar kolagen menjadi melemah dan membuat stretch mark menjadi lebih mudah muncul.

Advertisement

4. Binaragawan

Photo by Pixabay on Pexels

Photo by Pixabay on Pexels via https://www.pexels.com

Latihan pembentukan tubuh berfungsi untuk meningkatkan massa otot. Saat otot tumbuh membesar, kulit biasanya akan meregang dan robek. Sehingga, terbentuklah stretch mark.

5. Penggunaan obat kortekostiroid secara berkepanjangan

Photo by Pixabay on Pexels

Photo by Pixabay on Pexels via https://www.pexels.com

Kortikosteroid merupakan obat yang mengandung hormon steroid yang berfungsi untuk meredakan peradangan yang terjadi pada beberapa kondisi tubuh. Penggunaan obat ini dapat menekan produksi kolagen di dalam kulit, sehingga kemungkinan untuk timbulnya stretch mark menjadi lebih besar.

6. Keturunan

Photo by Pedro Kümmel on Unsplash

Photo by Pedro Kümmel on Unsplash via https://unsplash.com

Stretch mark juga dapat diturunkan secara genetik. Orang yang membawa genetic tersebut, akan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami stretch mark. gen tersebut dapat menekan kolagen dan fibronektin dalam tubuh yang mengakibatkan kulit menjadi kurang elastis, sehingga kulit akan mudah robek dan mengalami stretch mark.

7. Kondisi lainnya

Photo by Louis Bauer on Pexels

Photo by Louis Bauer on Pexels via https://www.pexels.com

 

  • Ehlers – Danlos & Marfan Syndrome: kumpulan gejala yag disebabkan oleh kelemahan pada jaringan ikat yang menyokong kulit, tulang, dan sendi. Kondisi ini terjadi akibat mutasi atau kelainan genetic dimana elastisitas kulit akan jadi melemah.
  • Cushing Syndrome: kumpulan gejala yang muncul akibat kadar hormone kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh.hormon kortisol sendiri merupakan hormone yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stress yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal yang mana apabila kelenjar adrenal semakin tinggi dapat melemahkan fiber elastisitas didalam kulit dan meningkatkan risiko robeknya kulit.
  • Obat-obatan tertentu yang membuat elastisitas  dan mudah robek.

Cara Mencegah Stretch Mark :

  • Mengontrol berat badan ideal
  • Selalu terhidrasi dengan terpenuhinya asupan cairan
  • Menerapkan pola hidup sehat
  • Mengonsumsi cukup asupan vitamin C, D, Zinc
  • Menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan body oil, body lotion, body cream, atau body butter yang mengandung hyaluronic acid dan centella asiatica

Cara Menyamarkan Stretch Mark :

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mengungkapkan bahwa stretch mark dapat di hilangkan 100% secara menyeluruh. Akan tetapi, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyamarkan guratan-guratan yang timbul akibat stretch mark sebagai berikut :

  • Terapi laser
  • Mikrodermabrasi
  • Peeling (dengan ingredients active retinoid dan tretinoin)
  • Selalu menggunakan pelembab kulit dengan kandungan hyaluronic acid dan centella asiatica
  • Krim asam retinoat
  • Pemakaian produk asam glikolat
  • Menggunakan stretch mark cream

Jangan tunda perawatan terhadap stretch mark. Semakin dini melakukan perawatan terhadap stretch mark, maka akan semakin samar pula bekas stretch mark yang dimiliki. Mulailah mencintai diri dengan merawat dan menjaganya agar selalu sehat dan ternutrisi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE